
Seorang gadis yang memiliki wajah cantik namun dingin dan kira-kira berusia 24 tahun mulai melenggang menyusuri sebuah koridor di markas utama Doragonshadou.
Gadis itu mengenakan sebuah kemeja putih dan setelan blazer berwarna hitam. Rambut lurusnya yang berwarna hitam pekat lurus dan tipis diikatnya ke belakang. Menjadikannya terlihat begitu rapi dan segar.
Di depannya sudah berjalan seorang pria dengan setelan jaz yang begitu rapi, dan nampaknya pria ini sedang mengantarkan sang gadis untuk bertemu dengan seseorang.
Di sepanjang perjalanan, gadis ini terlihat selalu mengamati tempat-tempat ini dengan begitu teliti dan detail, terlebih tempat-tempat yang sudah dia laluinya.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka mulai berhenti di depan sebuah ruangan. Ruangan yang sebenarnya hampir setengah transparan, karena sebagian pembatasnya adalah sebuah kaca bening yang tebal dan anti peluru.
"Tuan Wilson sudah menunggu nona Viollete di dalam." ucap pria itu mulai sedikit minggir untuk memberikan gadis bernama Viollete jalan.
"Baik, terima kasih sudah mengantarku!" sahut Viollete dengan pelan namun tegas.
Viollete mulai mulai mengetuk pintu ruangan yang merupakan ruangan seorang under boss dari Doragonshadou.
Tok ... tok ... tok ...
"Come in!!" perintah si pemilik ruangan dari dalam.
Viollete mulai meraih handle pintu itu dan mulai menariknya untuk membuka pintu itu. Setelah itu Viollete mulai melenggang memasuki ruangan yang cukup luas, mewah dan futuristic ini.
Terlihat seorang pria yang kira-kira berusia 50 tahun terlihat sedang duduk di ruangan kerjanya. Rambutnya masih ada sebagian yang hitam, namun sebagian sudah mulai beruban.
Wajahnya masih terlihat cukup tampan meski usianya sudah terbilang tak muda lagi. Pria ini adalah Wilson, under bos dari Doragonshadou. Sebuah berkas juga sudah berada di dalam genggamannya. Dan berkas itu adalah data diri Viollete.
"Hallo ... selamat pagi, Tuan Wilson!" Viollete mulai menyapa dan membungkukkan badannya untuk memberi penghormatan.
"Ya ... duduklah!" titah Wilson, Under bos dari Doragonshadou yang selalu terlihat tenang namun mematikan.
Wilson adalah orang yang sangat ramah jika berada di luar pekerjaan. Namun Wilson akan sangat menakutkan seperti seorang monster jika sudah berurusan dengan para penjahat.
Tidak hanya kuat, tapi orang yang telah dipilih dan mendapatkan kepercayaan dari Kagami Jiro ini juga sangat cerdas dan licik. Wilson juga seorang master dari segala jenis permainan kasino. Tak ada yang bisa menandingi dan mengalahkan permainannya selama ini.
Dan Wilson juga pernah memenangkan sebuah hadiah jackpot yang nilainya sangat sangat besar saat dia pergi ke Macau bersama Kagami Jiro dan beberapa rekan kerjanya. Padahal saat itu Wilson hanya iseng memainkan sebuah permainan mesin slot saja. Namun keisengannya itu membuatnya meraup keuntungan yang sangat besar ( ada di cerita Casanova In Love ).
"Perkenalkan dirimu! Dan berikan alasan padaku mengapa kami harus menerimamu untuk bergabung di dalam Doragonshadou!" titah Wilson dengan nada bicaranya yang begitu tenang namun terdengar begitu berkharisma dan tegas.
"Namaku adalah Viollete Karimova. Aku berasal dari desa Wang Nam Khiao, Thailand. Dan aku baru saja pindah ke Jepang bersama keluargaku. Aku bisa melakukan segala bela diri dengan baik dan aku juga sudah menguasai segala teknik Muay Thai dengan baik. Aku juga bisa menggunakan beberapa senjata api laras panjang maupun laras pendek. Aku ingin menjadi salah satu dari Doragonshadou karena aku ingin menegakkan hukum dan melindungi orang-orang yang lemah! Aku kehilangan mamaku saat aku masih kecil, dan aku sudah berjanji kepada diriku sendiri ... aku akan menjadi gadis yang kuat dan tak terkalahkan saat sudah dewasa!! Dan aku juga ingin mencari pembunuh mamaku untuk menangkapnya. Dan sepertinya aku akan lebih mudah melakukannya saat aku berada menjadi salah satu dari Doragonshadou."
"Benar, Tuan. Segerombolan preman telah menghabisi mamaku."
"Apa keluarga kalian pernah tinggal di Jepang sebelumnya? Bukankah kau bilang kau baru saja datang di Jepang?" tanya Wilson memicingkan sepasang matanya menatap gadis muda itu.
"Tidak, Tuan. Hanya ibu yang berada di Jepang saat itu." jawab Viollete yang terlihat begitu datar.
"Jadi kamu ke Jepang karena ingin menemukan para berandalan yang sudah membunuh mamamu? Siapa nama ibumu?"
"Anne Vihokratana. Saat itu mama sedang berusaha untuk mencari sebuah pekerjaan di Jepang. Namun malah berakhir dengan begitu tragis." jawab Viollete masih dengan ekspresi dan nada bicara yang begitu datar.
"Hhm. Baiklah ... aku sudah memeriksa semua data dan background-mu. Simon tak akan sembarangan memasukkan orang. Namun aku harus mengujimu dengan beberapa kali tes." Wilson mulai bangkit dari tempat duduknya dan melenggang memutari meja kerjanya hingga kini berada di sisi mejanya.
"Aku ingin mengetahui kemampuanmu secara langsung. Kemarilah ..." titah Wilson yang sudah menunggu gadis muda itu.
Viollete mulai bangkit dari tempat duduknya lalu mulai berhadapan dengan Wilson.
"Sekarang coba serang aku dan kerahkan seluruh kekuatanmu dengan sekali pukulan!" titah Wilson menatap Viollete lurus-lurus.
Viollete menatap Wilson dan terlihat begitu ragu-ragu untuk melakukannya. Wilson yang menyadari semua itu kini segera berbicara kembali.
"Serang saja! Jangan ragu sedikitpun!" titah Wilson dengan tegas.
Viollete mulai mengepalkan kedua tangannya dan mulai memasang kuda-kuda. Sepasang mata beningnya yang begitu tajam mulai berkonsentrasi terhadap beberapa titik pada tubuh Wilson.
Kini Viollete mulai mengayunkan tinjunya untuk menyerang bahu Wilson, namun pria paruh baya itu masih bisa menghindarinya dengan baik. Selanjutnya Viollete mulai mengayunkan pukulan lurus lagi untuk mengincar ulu hati Wilson.
Namun kali ini Wilson menahan serangan Viollete dengan menangkap kepalan tangan kanan Viollete. Berulang kali Viollete berusaha untuk menyerang Wilson, namun Wilson selalu saja bisa menghindarinya dengan baik atau malah menahan serangan-serangan dari Viollete.
Sial!! Meskipun pria ini sudah cukup tua tapi dia masih cukup kuat dan gerakannya sangat cepat dan gesit. Kalau seperti ini sudah seperti sedang melawan papa saja. Jika under bos dari Doragonshadou sudah cukup kuat dan cepat seperti ini, lalu seperti apa kekuatan Kagami Jiro? Sial!! Aku tidak boleh menyerah begitu saja!! Aku pasti bisa mengalahkan pria ini dengan baik. Latihanku selama 18 tahun ini bukanlah sembarangan latihan!! Kamu akan merasakan serangan khusus dariku, Wilson!!
Batin Viollete mulai kembali berkonsentrasi penuh untuk melakukan serangan selanjutnya.
Karena pria ini memiliki tubuh yang tinggi dan jauh lebih tinggi dariku, maka teknik yang baik untuk melawannya adalah akan lebih baik dalam menemukan jarak serang dimana aku dapat menyerang dan menghindar dengan mudah tanpa banyak menerima serangan balik. Setelah itu aku harus merobohkan keseimbangannya! Karena keseimbangan sangatlah penting dalam Muay Thai. Di Thailand sebagian besar pertarungan dimenangkan oleh kemampuan seorang petarung yang mengendalikan keseimbangan lawannya, baik di dalam clinch atau melalui tendangan dari sisi luar. Akan jauh lebih mudah untuk menggoyahkan keseimbangan lawan yang lebih tinggi bagi aku yang memiliki tinggi badan yang lebih rendah. Itu berarti aku harus sedikit turun untuk mengurangi dampak dari tendangan dan sweep dari pria ini. Disaat itulah aku akan menjatuhkannya!!
Batin Viollete dengan sepasang matanya yang masih menatap tajam Wilson.