
Sepasang manik-manik kecoklatan itu menatap tajam sisi belakang pria penjaga itu yang masih terlihat mengawasi sekitarnya. Namun jika dilihat dari gelagatnya, pria penjaga itu masih belum menyadari kehadiran Viollete.
Namun tiba-tiba saja saat jarak Violete saat merosot hanya tinggal berjarak kira-kira 2 meter dari pria penjaga itu, pria penjaga itu mulai menoleh ke arah belakang dan mengetahui kehadiran Viollete yang sudah berhasil menyusup ke dalam daerah rahasia mereka.
Viollete dengan cepat segera mengangkat kedua tangannya ke udara dan berhasil berpegangan pada atap lalu sedikit menghempaskan tubuhnya sedikit berputar searah jarum jam hingga akhirnya Viollete berhasil mendaratkan dirinya pada bahu pria penjaga itu.
Kini Viollete mulai menyilangkan kedua kakinya untuk mengunci leher pria penjaga itu, lalu Viollete mulai menarik kedua kakinya dengan sangat kuat untuk mencekik leher pria penjaga itu hingga membuatnya pingsan atau entah sudah meninggal tanpa sempat berkata-kata lagi dan tak sempat melawan serangan dari Viollete.
Dan mungkin jika berandalan itu sudah meninggal, itu juga lebih bagus. Karena mereka tak akan berusahaa menghalangi Viollete untu pergerakan selanjutnya.
Sebelum tubuh pria penjaga itu terjatuh dan ambruk begitu saja di atas lantai, Viollete mulai melompat dan mendarat dengan sempurna di atas lantai.
HAAPPP ...
Viollete mulai menyeret tubuh pria penjaga itu dan menyandarkannya di dinding, dan membuatnya seolah-olah terlihat jika pria itu sedang tertidur. Sebuah senjata api laras pendek mulai diambilnya dari pria penjaga itu untuk antisipasi.
Setelah itu Viollete mulai mengawasi keadaan sekitar tempat itu, sebelum kembali melangkah. Ruang bawah tanah ini memiliki dua lorong panjang di masing-masing sisinya.
Kali ini Viollete sedikit bingung harus mengambil lorong yang mana. Namun belum sempat memutuskannya, tiba-tiba saja ada seorang preman lainnya yang baru saja keluar dari sebuah ruangan.
Dan kini pria dengan pakaiannya yang serba hitam itu mulai melenggang dari lorong sisi kanan dan semakin melenggang ke arah Viollete. Viollete sedikit kebingungan saat tak menemukan sebuah tempat persembunyian. Hingga akhirnya tak sengaja Viollete mulai menatap ke atap.
Tanpa berpikir panjang, kini Viollete mulai memanjat dinding dan memutuskan untuk bersembunyi di atas dengan kedua tangannya dan kedua kakinya berpegangan pada sebuah pipa.
Setelah beberapa saat akhirnya pria itu melewatinya begitu saja. Pria penjaga itu sempat berhenti sebentar dan melihat pria penjaga yang sudah dikalahkan oleh Viollete dan sekarang raga pria penjaga itu masih bersandar di dinding dan terlihat seperti orang yang sedang tertidur.
Sebenarnya Viollete sempat merasa khawatir jika pria yang baru saja datang itu akan curiga jika pria penjaga satunya sudah pingsan atau mati. Disaat Viollete berniat untuk menyerang pria itu, tiba-tiba saja pria itu mulai berlalu begitu saja dan sedikit menggerutu.
"Dasar Charles!! Malah enak-enakan tidur saja disini!! Karena malam ini aku sedang berbaik hati, maka aku akan memaafkanmu dan membiarkanmu beristirahat sejenak! Ah ... sebaiknya aku nonton dulu hehe ..." pria berperawakan besar dan memiliki rambut hitam yang panjang dan diikat itu mulai melenggang ke sisi koridor lainnya dan mulai memasuki ruangan lainnya lagi.
Viollete mulai menjatuhkan tubuhnya dan berhasil mendarat dengan sempurna, "Hhuuphh ..."
Kini Viollete memutuskan untuk pergi menyusuri lorong sebelah kanan dengan berjalan dengan hati-hati dan mengendap-endap. Ada 2 ruangan yang sudah dilalui oleh Viollete, namun Viollete masih belum berhasil mengetahui dimana gadis itu disekap saat ini.
Akhirnya dengan bermodal nekat, Viollete mulai memutuskan untuk memasuki ruangan itu satu persatu. Kini dimulai dengan ruangan paling ujung. Viollete mulai mendekatkan kepala dan telinganya hingga menempel pada pintu ruangan itu.
Suasana begitu tenang. Namun aku mendengar sedikit pergerakan satu atau dua orang di dalamnya. Apakah salah satu dari orang itu adalah putri pengusaha itu?
Batin Viollete mulai sedikit mundur dan mulai mengetuk pintu ruangan itu dengan cukup keras. Setelah mengetuk pintu ruangan itu, Viollete mulai bersembunyi di balik sebuah tembok yang sedikit masuk ke dalam.
KRRIIEETT ...
Setelah beberapa saat akhirnya pintu mulai terbuka. Seorang pria dengan kepala botaknya yang berkilauan saat terkena lampu penerangan mulai menyembul dari balik pintu. Tubuhnya berwarna sedikit kecoklatan dan sangat besar dan kekar.
Pria itu bertelanjang dada dan hanya mengenakan sebuah celana yang sedikit longgar dan bermotif army. Pria itu mengenakan sebuah masker dengan corak skeleton. Pada celana sisi samping kanannya tergantung sebuah senjata laras pendek.
Pria itu memicingkan sepasang matanya dan mengawasi sekelilingnya untuk mencari seseorang, namun tak ada seorangpun dilihatnya saat ini di sekelilingnya. Hingga akhirnya pria botak itu memutuskan untuk mulai masuk ke dalam ruangan itu kembali.
Disaat pria botak itu berbalik dan mulai memasuki ruangan itu kembali, Viollete segera mengikutinya dan dengan cepat memukul tengkuk pria botak itu dengan sebuah kayu yang berukuran cukup besar yang baru saja ditemukan diluar ruangan ini.
Pria botak itu seketika ambruk begitu saja. Viollete mulai memasuki ruangan itu yang berukuran tak terlalu besar. Dan betapa beruntungnya Viollete, karena Viollete telah menemukan putri dari pengusaha itu.
Yeap, seorang gadis yang kira-kita masih berusia 15 tahun terlihat sedang duduk di pojok ruangan dengan posisi kedua tangan dan kedua kakinya yang terikat dengan sebuah tali yang berukuran cukup besar dan kuat. Wajahnya tak terlihat dengan jelas, karena tertutup oleh rambutnya yang sudah sedikit berantakan.
Dan beruntungnya lagi penjaga ruangan ini saat ini hanyalah si pria botak itu yang saat ini sedang pingsan. Tentu saja Viollete tak mau melewatkan sebuah kesempatan emas ini. Dengan cepat Viollete mulai melangkah cepat mendekati gadis itu untuk segera mepaskan ikatan pada tangan dan kakinya dan berniat untuk segera melarikan diri.
Sebuah plaster penutup mulut mulai Viollete buka dengan pelan dan hati-hati, lalu Viollete juga mulai membuka ikatan pada tangan dan ikatan pada kaki gadis itu.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Viollete.
"Aku baik-baik saja, Kak. Tapi aku takut sekali ..." ucap gadis itu yang sudah terlihat sedikit pucat.
"Hhm. Tenangkah. Aku akan segera mengantarkanmu kepada ayahmu!" ucap Viollete dengan senyum tipis menatap gadis itu. "Ayo!" Violletw mulai berdiri dan mengulirkan tangannya.
Namun belum sempat gadis itu membalas uluran tangan dari Viollete, kini tiba-tiba saja seseorang sudah datang dan berdiri di dekat pintu.
"Angkat tanganmu dan jangan macam-macam padaku!!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria dengan suaranya yang begitu menggelegar dan mencekam.