The Goddess Of War

The Goddess Of War
Misi Di Desa Aiko Iyashi No Sato



Dini hari, sebuah capung besi berwarna putih dan memiliki mesin ganda, Airbus H225 Super Puma milik Doragonshadou, terlihat mengudara dan sudah berhenti di atas pinggiran desa Aiko Iyashi No Sato.


Desa yang masih sedikit berselimut dengan salju yang mengkilap ini terlihat masih cukup sepi dan sedikit tertutup dengan kabut yang gelap. Hawa dingin dan mencekam terasa begitu kental dan menusuk hingga sampai ke tulang.


Setelah beberapa saat, kini mulai terlihat 5 orang mulai melompat dan terjun dari Airbus H225 Super Puma berwarna putih itu dengan menggunakan masing-masing sebuah parasut berwarna kehijauan.


Kelima orang yang sangat pemberani itu melakukannya dengan penuh percaya diri dan tidak memiliki rasa takut sedikitpun. Sangat terlihat dari wajah mereka yang begitu berambisi kuat tanpa ada keraguan dan rasa takut. Kelima orang yang begitu pemberani itu adalah Ryuga, Roy, Viollete, Lay Zhang dan Aya.


Satu persatu dari mereka kini mulai mendarat di pedesaan yang masih begitu sunyi itu. Dan target mereka kali ini adalah beberapa sisa dari Death Eyes yang saat ini diketahui sedang bersembunyi di desa Aiko Iyashi No Sato ini.


Sang pemimpin yang tak lain adalah Ryuga kini mulai memerintahkan mereka dengan isyarat untuk menjalankan semuanya sesuai dengan rencana yang sudah mereka susun sebelumnya.


Keempat rekannya memberikan jawaban dengan anggukan dan mulai berpencar sesuai dengan tim masing-masing. Lay Zhang dan Aya bertugas untuk menyisiri area barat, sementara Roy dan Viollete mendapatkan tugas untuk menyisiri area di dekat hutan. Sedangkan Ryuga pergi seorang diri dan menyelidiki area pemukiman warga.



Sebenarnya tugas ini adalah sangat mendadak diberitahukan untuk tim Ryuga. Tiba-tiba saja Viollete, Lay Zhang, Roy dan Aya diminta untuk datang dan berkumpul tengah malam di markas utama Doragonshadou.


Setelah mereka berkumpul bersama di markas utama Doragonshadou, Ryuga mulai menjelaskan tugas dan misi kali ini. Dan tentu saja Viollete cukup terkejut dan tak pernah mengira jika tugas dan misi rahasia kali ini adalah untuk menangkap beberapa anak buah dari sang papa yang saat ini sedang bersembunyi di desa Aiko Iyashi No Sato.


Viollete berulang kali berusaha untuk menghubungi sang papa agar Buck Karimova memberitahukan kepada anak buahnya yang saat ini berada di desa Aiko Iyashi No Sato untuk mempersiapkan diri mereka, atau setidaknya melarikan diri.


Namun sayangnya Viollete tak pernah mendapatkan sebuah kesempatan itu. Karena Viollete tak memiliki kesempatan untuk menghubungi Buck Karimova dan selalu saja bersama dengan keempat rekan kerjanya.


Viollete masih saja berusaha untuk mencuri-curi waktu untuk menghubungi Buck Karimova saat kini hanya sedang bersama dengan Roy. Namun Roy malah memergoki Viollete yang sedang memegang benda pipih itu.


"Baik, Senior Roy." sahut Viollete dan dengan terpaksa gadis itu menyimpan kembali ponselnya dan mulai mempersiapkan glock mayer 27 miliknya yang masih memiliki 15 peluru penuh.


Kini Roy dan Viollete mulai menyisiri kembali daerah di dekat hutan untuk memastikan apakah para Death Eyes memiliki tempat rahasia disana atau tidak.


"Penduduk asli atau mereka para Death Eyes yang sedang kita cari pernah mendatangi hutan ini. Ini terbukti jika ada bekas kayu bakar ini." ucap Viollete yang sudah jongkok dan melihat beberapa bekas kayu bakar yang tersisa itu untuk membuat api unggun.


"Mereka adalah Death Eyes! " gumam Roy begitu yakin karena menemukan subuah peluru berwarna silver dan memiliki bentuk pada bagian ujung yang sedikit tajam. Ujungnya sangat runcing di bagian depan dengan bagian belakang yang terlihat sedikit lebih besar. "Karena jenis peluru seperti ini adalah salah satu peluru andalan dari Death Eyes! Peluru yang cukup mematikan dan harus segera ditindaklanjuti. Bentuk peluru ini membuat peluru ini dapat melesat dengan cepat dan memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi. Dan orang yang terkena peluru ini pasti akan terluka parah. Orang yang terkena peluru tajam mereka ini sangat memerlukan perawatan dengan segera mungkin. Pendarahan yang terjadi akibat dari tembakan ini tidak akan mudah untuk dihentikan. Kondisinya akan semakin gawat jika peluru tersebut melukai organ vital target sasarannya. Oleh karena itu, perawatan medis sangat dibutuhkan sesegera mungkin agar luka itu bisa segera ditutup dengan baik. Death Eyes ... mereka sudah sangat mempertimbangkan semuanya dengan baik untuk menjatuhkan lawannya dengan baik dan cepat."


Imbuh Roy mulai menimang-nimang sebuah jenis peluru yang terbuat dari bahan dasar logam yang didesain dengan lapisan kuningan agar tidak mudah meleleh ketika sedang ditembakkan.


"Apa senior Roy yakin jika itu adalah milik mereka?" tanya Viollete memastikan dan sebenarnya Viollete sedang menguji pengetahuan Roy, dan tentunya Viollete sangat ingin mengetahui seberapa jauh mereka para Doragonshadou memahami Death Eyes? Sebuah organisasi kuat yang masih dipimpin oleh Buck Karimova hingga saat ini. Dan tentunya masih selalu transparan! Karena siapapun dari mereka tak akan mudah untuk menemukan sang pemimpin dari Death Eyes!


"Hhm. Aku sangat yakin, karena aku sering mendapati peluru jenis seperti ini dari mereka saat mereka melakukan penyerangan. Dan alasan lain mengapa Death Eyes memakai jenis peluru dengan bahan kuningan seperti ini adalah karena bahannya yang tahan karat dan memiliki tingkat kekerasan yang sangat baik. Peluru tajam ini juga sangat simple dan biasa dipakai untuk jenis senjata api yang berukuran cukup kecil. Namun meskipun begitu desainnya yang aerodinamis membuatnya sangat akurat. Death Eyes, selain kuat mereka juga sangat cerdik. Pemimpinnya berhasil melarikan diri 18 tahun yang lalu dari Jepang dan hingga saat ini kami tak bisa menemukannya. Kin Izumi adalah sudah seperti momok untuk dunia ini ..." imbuh Roy menceritakan apa yang dia ketahui. "Meskipun aku belum pernah bertemu langsung dengan pemimpin utama mereka, namun aku merasa jika Kin Izumi sebenarnya masih berada di sekitar dan masih mengincar Doragonshadou."


Ternyata mereka banyak mengetahui tentang organisasi papa. Seberapa jahat Death Eyes untuk dunia ini, aku tak pernah peduli akan hal itu! Yang aku tidak terima adalah tentang kematian mama oleh Kagami Jiro!! Dan kali ini Doragonshadou akan menyerang orang-orang papa, aku harus melakukan sesuatu!


Batin Viollete yang mulai memutar otaknya untuk mencari cara agar anak buah Buck Karimova bisa segera tanggap akan penyerangan ini.


TAR ...


Tiba-tiba saja mulai terdengar suara tembakan yang terdengar tak jauh dari mereka berdua dan membuat Viollete dan Roy saling bertatapan dengan waspada.