The Goddess Of War

The Goddess Of War
Terungkap



Setelah beberapa saat akhirnya Nickhun mulai menemukan sesuatu melalui berita media di Tokyo yang terjadi 18 tahun yang lalu. Dan berita itu cukup membuatnya begitu syok bukan main hingga membuatnya sedikit terperanjat.


"Tidak mungkin ... ini semua tidak mungkin ..." gumam Nickhun pelan dan masih menatap lekat layar di hadapannya itu. "Tuan Kin Izumi pernah dipenjara karena membunuh istrinya sendiri? Kamiko Amane, seorang peracik parfum?"


Nickhun masih membaca artikel itu berulang-ulang karena tidak memperpercayainya.


Kin Izumi, peorang pengusaha muda di Tokyo yang cukup sukses yang merangkap sebagai seorang petinggi utama dari Death Eyes telah membunuh istrinya sendiri ( Kamiko Amane ) secara tidak sengaja.


Sasaran utamanya adalah seorang petinggi utama dari Doragonshadou, namun serangannya malah mengenai sang istri yang saat itu berusaha untuk menghentikan semua itu.


Kin Izumi berhasil melarikan diri dari penjara dan membawa kedua putra dan putrinya meninggalkan Jepang dan tidak diketahuo keberadaannya saat ini ...


Nickhun membaca semua artikel itu berulang kali. Namun berapa kalipun Nickun membacanya, tulisan itu tetaplah sama saja.


"Viollete harus tau semua ini. Dia sudah salah mengira selama ini. Aku tak bisa membiarkan Viollete melakukan lebih banyak lagi untuk melukai keluarga tuan Kagami Jiro. Dan aku juga harus membuat Viollete dan Cloud sedikit menjauh dari tuan Buck Karimova. Atau mereka juga akan berada dalam bahaya. Tapi bagaimana caranya ..." gumam Nickhun mulai memikirkan sebuah cara untuk melakukan sesuatu.


...⚜⚜⚜...


Sore itu Nickhun mengajak kembali Viollete bertemu. Kali ini Nickhun mengajak Viollete bertemu di sebuah tempat yang cukup jauh dari rumahnya. Dan Nickhun juga berpesan untuk Violletr agar mengecohkan orang yang selalu saja mengikuti Viollete kemanapun Viollete pergi.


Dan rupanya Nickhun juga sudah mengetahui semua itu dan mempertimbangkan akan hal itu. Dan tentu saja kali ini Nickhun juga memberi sedikit kejutan untuk Viollete.


Di sebuah ruangan makan yang sangat tertutup, dan pengunjung lain juga tak diperbolehkan untuk datang saat ini. Semua tempat ini sudah dipesan oleh seseorang yang sangat kaya dan terpandang atas permintaan dari Nickhun.


"Nona, Viollete. Silakan masuk ... tuan Nickhun sudah menunggu nona Viollete di dalam." seorang pelayan wanita dengan ramah menyambut Viollete dan mulai menggiring Viollete menuju sebuah ruangan khusus.


Ruangan VIP ini memiliki desain yang sedikit unik, dengan model lesehan dan ditengah-tengah ruangan itu ada sebuah meja berbentuk persegi. Ada beberapa pohon mini sakura plastik yang menyerupai pohon asli.


DDRTT ...


Pintu itu mulai dibuka oleh seorang pelayan wanita itu untuk Viollete. Namun betapa terkejutnya Viollete, ketika Viollete melihat jika di dalam ruangan itu bukan hanya ada Nickhun saja.


Melainkan ada seorang pria paruh baya yang sangat tidak asing untuknya sedang duduk di sebelah Nickhun. Pria itu adalah Kagami Jiro. Meskipun merasa sangat terkejut bukan main, namun Viollete berusaha untuk tetap bersikap ramah seperti biasanya.


Kagami Jiro terus saja menatap Viollete dengan tatapan nanar dan tak mau sedetikpun berpaling untuk tidak menatap Viollete. Bahkan sepasang mata kecoklatan Kagami Jiro terlihat sudah sedikit berair saat ini saat menatal gadis cantik itu.


Viollete mulai memberikan salam hormatnya untuk Kagami Jiro dengan sedikit membungkukkan badannya.


Mengapa Nickhun tiba-tiba saja mengajakku bertemu? Bahkan dia tidak memberitahuku jika akan mengundang Kagami Jiro. Dan Njckhun juga memintaku untuk mengecohkan orang suruhan papa. Apa yang sedang Nickhun rencanakan kali ini? Apa dia berpihak kepada Kagami Jiro? Dan sudah mengatakan semua rencana balas dendamku itu pada pria tua itu? Tidak mungkin!! Nickhun tak akan pernah mengkhianati aku!! Lalu apa yang sedang dia rencanakan saat ini?


"Duduklah, Vio ..." ucap Nickhun dengan sangat ramah seperti biasanya.


Viollete mulai berdiri dengan tegap lalu duduk di seberang Nickhun. Sementara Kagami Jiro berada di tengah-tengah diantara mereka berdua.


"Viollete. Maaf sudah mengajakmu bertemu secara mendadak seperti ini tanla memberitahukan dengan detail semuanya dulu. Karena aku ingin menyampaikan langsung padamu.." ucap Nickhun dengan kedua tangannya yang saling bertaut satu sama lain.


"Hhm. Tidak apa-apa kok." jawab Viollete pelan.


Sampai saat ini Kagami Jiro masih saja terus menatap Viollete. Tatapannya penuh dengan kerinduan, kesedihan, yang seakan sudah hampir meledak begitu saja.


"Kin Rui ..." ucap Kagami Jiro begitu lirih dan bergetar.


Kini sepasang mata Kagami Jiro tak kuasa lagi untuk menahan air mata hangat itu dan tanpa sadar sudah membasahi pipinya yang sudah sedikit dihiasi dengan guratan-guratan halus.


Viollete yang mendengarkan semua itu seketika membelelakkan matanya dan mulai menatap Nickhun dengan tajam karena mengira Nickhun sudah berkhianat.


"Kin Rui ... putriku ..." ucap Kagami Jiro begitu lirih dan bergetar.


Viollete yang sudah memanas, kini segera mengeluarkan senjata api laras pendeknya yang selalu Viollete bawa kemanapun saat dia pergi. Viollete mulai menodongkan senjata api itu ke arah Kagami Jiro dan Nickhun secara bergantian karena sudah menganggap kedua pria itu aaah sebagai musuh.


Tatapan Viollete begitu tajam dan menusuk memandangi kedua pria itu secara bergantian. Viollete merasa sangat marah dan kesal kepada Nickhun. Sahabat yang selama ini sudah sangat dipercayainya kini rupanya malah mengkhianatinya dan malah berkomplot dengan Kagami Jiro.


"Vio, tenanglah ... jangan seperti ini, Vio! Dengarkan aku ..." ucap Nickhun berusaha untuk menenangkan Viollete.


"Diam kamu, Nick!! Aku kecewa padamu!! Aku salah sudah sangat mempercayaimu dan menganggapmu sebagai seorang sahabat!! Aku menyesal mempercayaimu!!" geram Viollete yang sudah dipenuhi dengan amarah yang sudah memuncak.


Wajah cantik putih itu seketika menjadi merah padam saat ini.


"Mengapa kamu melakukan semua ini, Nick?! Apa karena uang? Ckk ... aku sungguh tidak menyangka kamu bisa melakukan semua ini!" Viollete tertawa singkat dalam amarahnya dan masih menodongkan Glock meyer 27 itu.


"Viollete aku tak pernah mengkhianatimu. Sampai kapanpun aku akan selalu berada di pihakmu. Dan aku hanya ingin kamu menemukan kebahagiaanmu dan melihatmu selalu tersenyum bahagia. Aku akan melakukan apapun untuk semua itu. Dan aku tak ingin kamu melewati hidupmu dengan sebuah kesalahan, hingga kamu menyesal kelak." ucap Nickhun dengan sabar dan berusaha untuk menjelaskan sesuatu kepada Viollete.


Bahkan kini Nickhun juga berusaha untuk mendekati Viollete untuk menenangkan Viollete. Namun Viollete malah memberikan sebuah tembakan peringatan dan tepat mengenai sebuah lampu hias yang berada di pojok ruangan ini.


PYAR ...


"Jangan mendekat atau tembakan selanjutnya akan menembus jantungmu!!" ucap Viollete dengan sangat tajam dan kali ini sudah mengararahkan Glock meyer 27 itu ke arah Nickhun.