
Bibir Kin Makoto mulai bergetar kembali, seakan ingin mengucapkan sesuatu namun terlihat begitu berat dan kesulitan sekali. Tentu saja, karena selama ini keseharan Kin Makoto sudah semakin memburuk karena penyakit alzheimer-nya yang semakin parah.
"Kkkin ... Rrruuii ..." akhirnya mulai terdengar kembali suara lirih dari Kin Makoto, namun kali ini pria tua itu mulai meraih jemari Viollete dengan pergerakannya yang pelan dan sedikit bergetar.
Perlahan Kin Makoto mulai memberikan sebuah amplop putih berukuran kecil untuk Viollete yang rupanya sudah disimpannya di dalam saku pakaiannya.
Viollete yang masih memeluk kaki sang kakek kini mulai menatap amplop itu dengan penuh tanda tanya.
Amplop apa ini? Dan mengapa kakek memberikannya untukku? Apakah ada yang ingin disampaikan kakek kepadaku?
Batin Viollete masih menatap amplop pitih itu lalu mulai beralih menatap sang kakek.
Namun belum sempat Viollete berkata-kata lagi, tiba-tiba saja pintu sudah kembali terbuka dan seseorang sudah memasuki kamar ini. Viollete dengan cepat segera menyimpan sebuah amplop pemberian dari sang kakek agar tidak ada satupun orang yang mengetahuinya.
"Nona muda Kin Rui. Tuan Kin Izumi dan tuan muda Kin Light sudah menunggu nona di ruang makan." terdengar seorang suara gadis asisten rumah tangga dengan cukup ramah.
"Hhm. Baiklah ... aku akan segera turun." Viollete menyauti dan segera berdiri kembali. "Kakek. Aku akan pergi dulu. Nanti aku akan datang lagi untuk menemani kakek." pamit Viollete dengan lembut dan segera meninggalkan Kin Makoto yang masih saja memberikan ekspresi wajah yang sama.
Viollete mulai meninggalkan kamar Kin Makoto dan segera menuruni tangga untuk mencapai ruangan makan yang terletak di lantai 1. Rupanya Buck Karimova dan Cloud sudah duduk bersama dan sedang menantikan Viollete.
Di meja besar berbentuk persegi panjang itu sudah tersajikan cukup banyak hidangan mewah yang menggiurkan saliva yang sudah ditata dengan sedemikian rupa dan sangan berseni.
"Kak Vio pergi kemana? Aku mencari kakak ke kamar kakak, tapi kakak sudah tidak ada." celutuk Cloud yang terlihat sudah tak sabar untuk menyantap semua makanan yang sangat harum dan menggiurkan saliva itu.
"Kakak hanya berjalan-jalan melihat rumah ini dan kakak ingin melihat kakek." sahut Viollete dengam jujur, dan kini sudah duduk di seberang Cloud.
Sementara Buck Karimova duduk si samping mereka berdua.
"Wah ... aku sama sekali belum melihat kakek. Mengapa kakak tidak mengajakku jika ingin melihat kakek?" gerutu Cloud.
"Makanlah dulu, Cloud. Setelah makan maka kunjungilah kakekmu." sela Buck Karimova mulai mengambil sepasang sumpitnya untuk segera menikmati sarapan paginya.
"Oh ... baik, Papa." jawab Cloud dengan patuh lalu mulai meraih sebuah piring yang berisi dengan chicken yakiniku.
"Kamu juga makanlah yang banyak, Vio. Akhir-akhir ini papa melihatmu semakin kurus saja." kali ini Buck Karimova mulai beralih menatap Viollete. "Apa kamu sedang ada masalah, Vio?"
"Uhm ... tidak, Papa. Aku tidak ada masalah." jawab Viollete tersenyum tipis lalu mulai meraih sepasang sumpit dan makanan yang berada di hadapannya.
...⚜⚜⚜...
Di dalam ruangan kerja Kagami Jiro, terlihat Wilson yang sudah datang untuk menghadapnya dengan membawakan sebuah laporan. Sebuah USB flash drive mulai diberikannya untuk Kagami Jiro.
"Tuan Kagami Jiro. Ini adalah rekaman asli dari kamera dashboard pengendara itu. Namun ..." Wilson tak melanjutkan kembali ucapannya karena masih merasa sedikit ragu untuk memberikan laporannya.
"Namun apa?! Apa masalah lagi? Apa yang kau temukan?!" potong Kagami Jiro terlihat sudah tak sabaran karena tiba-tiba Wilson tak melanjutkan laporannya.
"Itu tuan ..." ucap Wilson masih dengan ragu.
"Argghh ... lama-lama kamu semakin mirip dengan Igor saja, Wilson!!" celutuk Kagami Jiro sangat kesal.
Karena tak sabar, akhirnya Kagami Jiro segera memasukkan USB flash drive itu ke dalam port USB di dalam laptopnya. Sebuah file yang sudah tersimpan di dalamnya mulai dibukanya untuk melihat sebuah video rekaman tersebut.
Kagami Jiro memicingkan sepasang mata kecoklatannya dan mengamati rekaman video itu dengan sangat detai. Namun hasil penyelidikan kali ini tak cukup membuat Kagami Jiro merasa puas.
"Apa ini, Wilson?! Jika seperti ini sama saja dengan video awal yang sudah di dapatkan oleh Igor! Kalian semua tidak becus semua! Membalikkan video asli saja tidak ada yang berhasil!!" ketus Kagami Jiro penuh dengan amarah.
"Maaf, Tuan. Tapi sepertinya mereka memang bukan orang biasa. Mereka juga begitu cerdas dan ahli peretasan. Aku sudah berusaha untuk mengambil dan mengembalikan rekaman yang asli, namun hanya ada ini saja. Dan masih saja tak ditemukan apapun." ucap Wilson yangbsudah merasa begitu tak berguna di hadapan Kagami Jiro.
"Arghh ... bajing*an kep*rat siapa yang sudah melakukan semua ini?!" geram Kagami Jiro menakutkan. "Apakah ini ulah dari Kin Izumi lagi?! Arghhh!! Bajing*an itu tak ada puasnya ingin selalu menghancurkan keluargaku!! Tak puaskah dia kehilangan istrinya saat itu hanya karena ambisinya yang sudah membutakan hatinya?!" imbuh Kagami Jiro terlihat begitu frustasi dan memijit keningnya karena merasa begitu pusing.
"Kemungkinan dia pelakunya adalah 90 %, Tuan." sahut Wilson. "Namun disaat yang bersamaan saat terjadinya kecelakaan yang dialami oleh tuan muda Kazuma, aku menemukan sesuatu hal lainnya, Tuan. Aku menemukan jika Nickhun sedang bersama dengan salah satu anggota Doragonshadou lainnya. Seorang gadis bernama Aya yang merupakan tim Ryuga. Disaat itu mereka sedang makan bersama di sebuah kafe tak jauh dari termpat kejadian. Aku mendapatkan rekaman dari kafe itu, saat Nickhun dan Aya makan bersama. Dan aku sudah berhasil menyalinnya. Silakan tuan periksa di folder lainnya " jelas Wilson kembali.
Kagami Jiro mulai mencari rekaman lainnya lagi di dalam folder lainnya sesuai yang sudah dikatakan oleh Wilson. Saat file itu sudah ditemukan, kini Kagami Jiro mulai memutar rekaman di dalam kafe itu dan melihatnya dengan seksama.
Waktu yang tertera dan jam di dinding pada kafe itu juga terlihat, dan menyatakan waktu yang sama saat Kazuma sedang mengalami kecelakaan saat itu.
"Hhm ... jadi Nickhun memang tidak bersalah." gumam Kagami Jiro menekan tombol space pada laptopnya itu.
"Dan aku juga menemukan hal lainnya lagi, Tuan Kagami Jiro. Meskipun ... mungkin saja yang aku temukan kali ini sangat tidak ada hubungannya dengan semua ini." ucap Wilson tiba-tiba dan terlihat begitu ragu.
"Apa itu? Katakan padaku, Wilson!" titah Kagami Jiro mulai menatap Wilson kembali dengan sepasang matanya yang mulai menyipit kembali.
"Baik, Tuan. Aku akan menunjukkannya kepada tuan Kagami Jiro." ucap Wilson kembali.