The Goddess Of War

The Goddess Of War
Bermain Truth Or Dare Bersama



"Hallo semuanya! Bolehkah kami bergabung bersama dengan kalian?" sapaan hangat dari salah satu pemuda itu dengan ramah dan sudah duduk di antara mereka.


Sementara pemuda satunya hanya duduk dan memasang wajah dinginnya saja menatap satu persatu anggota team Ryuga seolah sedang mengabsen mereka berlima.


"Oh, tentu saja, Tuan Kenzi dan tuan Kenzou." sahut Ryuga dan Roy bersamaan.


Sementara Viollete, Lay Zhang dan Aya hanya sedikit membungkukkan badannya untuk menyambut kedua orang yang cukup penting di dalam Doragonshadou itu. Yeap, karena Kenzi dan Kenzou akan segera memegang Doragonshadou sepenuhnya.


"Apa kalian akan bermain sesuatu? Kalau begitu bolehkah kami ikut bermain bersama." ucap salah satu dari pemuda yang mengenakan kemeja lengan panjang putih dengan rompi pendek hitam itu, dan dia adalah Kenzou. Pemuda tampan yang salalu memamerkan wajah dingin dan angkuhnya di hadapan siapapun kecuali kedua orang tuanya.


"Benar sekali! Sepertinya menarik!" sahut Kenzi yang mengenakan setelan jas berwarna hitam dan terlihat sangat tertarik.


"Kami akan memainkan permainan truth or dare, Tuan. Apa tuan Kenzi dan tuan Kenzou yakin mau ikut bergabung dan bermain bersama dengan kami?" tanya Ryuga yang terlihat cukup ragu-ragu.


"Tentu saja! Mengapa tidak? Benar begitu adikku, Kenzou? Sekali-kali tidak masalah bukan kita bersenang-senang di luar jam kerja seperti ini?" ucap Kenzi dengan senyum ramahnya dan menatap Kenzou untuk meminta pendapat sang adik.


"Hhm. Tentu saja! Aku tidak keberatan!" sahut Kenzou dengan nada bicara yang masih dingin seperti biasanya.


"Tapi kita semua harus sportif ya disini ... permainan ini tidak memandang kedudukan ditempat kerja. Semua akan mendapatkan hukuman dan peraturan yang sama." ucap Lay Zhang berusaha untuk mengutarakan unek-uneknya yang mengganjal di hatinya, karena saat ini mereka akan bermain dengan beberapa orang penting di dalam Doragonshadou.


Mendengar ucapan dari Lay Zhang, membuat Kenzou tersenyum miring dan masih dengan posisi duduk bersandar pada kursinya dengan kedua tangan yang disilangkannya di depan dada.


Sementara Kenzi yang mendengar ucapan dari Lay Zhang tak terlalu menganggapnya sebagai masalah besar, karena Kenzi tentu saja akan mengikuti peraturan dalam permainan itu.


"Tenang saja. Kami akan sportif, ayo Roy mulai permainan!" titah Kenzi yang sepertinya memang ingin bermain bersama mereka.


Tak sengaja sepasang netra Kenzi kini mulai menangkap sosok Viollete yang hanya terdiam dan melihat perputaran sebuah botol kosong yang mulai diputar oleh Roy di tengah-tengah meja berbentuk bulat dengan diameter kira-kura 1 meter itu.


Gadis itu sangat tidak asing. Apa aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya? Tapi dimana? Dan sejak kapan dia bekerja di dalam Doragonshadou?


Batin Kenzi yang juga berusaha untuk mengingat-ingat sesuatu, hingga akhirnya Kenzi mengingat pertemuan bersama Viollete saat di taman Tokyo Disney Resort beberapa hari yang lalu.


Gadis di taman bermain itu rupanya. Yang menolong Kazuma saat itu.


Batin Kenzi yang mulai mengingat kejadian saat itu. Dan disaat itulah botol yang sedang berputar itu mulai berhenti menghadap ke arah Kenzi yang masih saja mengamati Viollete, sehingga semua orang seakan memergoki tatapan yang ditujukan untuk Viollete. Bahkan Viollete juga menyadarinya.


"Baik tuan Kenzi ... sekarang apa yang tuan pilih saat ini? Truth or dare? " tanya Aya yang mulai antusias.


"Uhm. Aku memilih truth." jawab Kenzi yang sebenarnya cukup terkejut karena harus mendapatkan giliran pertama dalam permainan itu.


"Baiklah. Aku akan memberikan pertanyaan untuk tuan Kenzi." ucap Roy mulai memikirkan sebuah pertanyaan untuk Kenzi. "Apakah ada orang yang sangat ingin tuan Kenzi temui saat ini?"


"Ada!" jawab Kenzi dengan tegas. "Aku sangat ingin bertemu dengan kakakku yang hilang. Aku ingin sekali menemukannya dan mengajaknya pulang untuk membuat ayahku merasa lebih baik." jawab Kenzi dengan jujur.


Hanya Roy dan Ryuga yang memahami keadaan saat ini, dan hanya mereka berdua yang mengetahui kisah itu. Viollete, Lay Zhang, dan Aya hanya terdiam karena tak mengerti dan tak memahami apapun. Namun Aya memiliki rasa ingin tahunya begitu besar hingga akhirnya Aya berusaha untuk bertanya langsung kepada Kenzi.


"Aku tidak tau dia berada dimana saat ini. Saat kecil kami sudah terpisah sebelum sempat bertemu. Dia menghilang begitu saja dan meninggalkan kami." jawab Kenzi dengan jujur.


Apa? Kagami Jiro memiliki seorang anak lagi? Dan anak itu lebih tua dari si kembar Kenzi dan Kenzou? Mengapa aku tak pernah mengetahui informasi ini? Bahkan aku tak melihat ada data anak lain di data keluarga besar Kagami saat itu. Apakah anak itu sengaja disembunyikan? Tapi untuk apa? Dan Kenzi mengatakan jika kakaknya pergi dan meninggalkan mereka saat kecil? Sangat tidak masuk akal seorang anak kecil bisa pergi seorang diri. Apakah dia pergi bersama dengan orang lain? Ataukah dia diculik oleh seseorang?


Batin Viollete mulai berusaha untuk menerka-nerka sesuatu.


"Sangat disayangkan. Padahal seharusnya kalian bisa berkumpul bersama dengan bahagia. Semoga suatu saat kalian bisa segera bertemu kembali." ucap Ryuga yang merasa cukup bersedih akan kejadian itu.


"Semoga saja, Ryuga. Aku dan adikku Kenzou akan selalu berusaha untuk mencari dan menemukan kakak untuk ayah." sahut Kenzi yang terlihat begitu mengkhawatirkan Kagami Jiro yang selama 18 tahun ini belum bisa menemukan keberadaan putrinya sama sekali. "Baiklah. Aku akan segera memutar botol ini untuk melanjutkan permainan." imbuh Kenzi lalu mukai memutar botol itu.


Putarannya begitu cepat dan memiliki ritme yang begitu teratur, hingga akhirnya setelah beberapa saat botol itu mulai berhenti dan mengarah ke arah Lay Zhang. Kenzi melihat ID card yang masih dikenakan oleh Lay Zhang untuk memanggil nama pemuda itu.


Besambung ...



Profil biodata Ryuga :


Name : Maeda Ryuga


Birth : 25 September


Zodiak : Libra


Hight : 187 cm


Weight : 60 kg


Age : 26 years old


Yang paling dibenci : Viollete


Makanan faforite : sesuatu yang berbau keju


Ukuran sepatu : 255 mm - 260 mm


Ryuga, pria yang sedikit pendiam dan dingin. Termasuk salah satu ketua tim di Doragonshadou. Ryuga juga adalah wakil dari pimpinan klan Yokohama.


Paling tidak suka melihat jika ada orang baru yang bisa melebihi kehebatannya, seperti Viollete. Ryuga adalah tipikal pria yang tidak akan peduli jika lawan bicaranya tidak sesuai dengan yang ia harapkan, bahkan Ryuga tidak takut untuk menunjukkan sikap tidak pedulinya itu di hadapan orang tersebut.


Hatinya dingin tidak ada perasaan sungkan untuk mampu mengatakan apa yang menjadi isi hatinya secara terus terang tanpa memikirkan orang lain.