
"2 ramen udon dan 2 grape smoothie, Tuan muda Kazuma." seorang pelayan kantin itu mulai mengantarkan pesanan Kazuma dan juga Viollete di meja mereka.
"Terima kasih, Bibi." sahut Kazuma dengan ramah dan mulai sedikit mencicipi minumam manis dan lembut berwarna keunguan lembut itu melalui sebuah pipet berwarna kebiruan yang cukup unik.
"Sama-sama, Tuan Muda Kazuma." sahut petugas kantin itu dengan ramah lalu mulai meninggalkan Kazuma dan Viollete.
"Sejak kapan kak Vio bekerja di perusahaan ayah?" tanya Kazuma mulai meraih semangkok ramen udon yang masih cukup panas itu.
"Hhm ... baru 1 pekan kok. Kazuma, apa yang sedang kamu lakukan disini? Apa kamu tidak pergi sekolah?" tanya Viollete yang juga mulai menikmati ramen udonnya.
"Sekolahku sedang berlibur, Kak. Aku bosan di rumah. Makanya aku main kesini. Dan rupanya aku malah bertemu dengan kakak. Senang sekali rasanya!!" celutuk Kazuma begitu bersemangat dan kembali menikmati grape smoothie miliknya.
Mendengar ucapan Kazuma membuat Viollete tersenyum tipis. Tak bisa dipungkiri oleh hati nuraninya, entah mengapa rasanya berbincang bersama dengan Kazuma seperti sedang berbincang dengan Cloud. Rasanya begitu nyaman dan seketika bisa meluluhkan hati Viollete yang biasanya selalu dingin namun kini menjadi begitu ramah kepada Kazuma yang baru saja dikenalnya.
Namun perasaan itu kini segera ditepis oleh Viollete, karena Kazuma adalah sudah menjadi salah satu target dari rencana balas dendamnya selama ini. Entah kapan itu terjadi, semua hanya soal waktu. Dan tentu saja Viollete akan melakukan semua rencana itu dengan apik dan rapi tanpa meninggalkan jejak, sebelum Viollete benar-benar mencapai target utama ... Kagami Jiro!
"Kazuma ... mengapa kamu menyukai kakak? Bahkan kita baru saja bertemu dua kali." tanya Viollete yang sebenarnya cukup penasaran.
Namun sebenarnya Kazuma yang menyukai dirinya tentu saja akan sangat menguntungkan Viollete, karena Viollete tak akan bersusah payah untuk mendekatinya lagi.
"Hhm? Aku bertemu kakak pertama kali saat di taman bermain. Dan kakak membantuku hingga memberikan sebuah plaster lucu kepadaku. Kakak orang yang baik dan suka menolong, tentu saja aku sangat menyukai kak Vio!!" jawab Kazuma dengan jujur. "Andai saja aku juga memiliki seorang kakak perempuan. Huftt ... sayangnya kakakku adalah laki-laki semua. Dan mereka selalu sibuk dengan study dan pekerjaan." keluh Kazuma mulai mengaduk-aduk makanannya tanpa memakannya.
Bingo!! Tepat sekali!! Ini adalah sebuah kesempatan untukku!!
Batin Viollete tersenyum tipis menatap anak laki-laki yang memiliki rambut berwarna hitam pekat mirip dengan ayah dan kedua kakak kembarnya.
"Kalau begitu kamu bisa menganggap kakak sebagai kakakmu, Kazuma." jawab Viollete tesenyum hangat menatap Kazuma.
Mendengar perkataan dari Viollete sungguh membuat Kazuma sedikit terkejut hingga anak laki-laki yang masih berusia 15 tahun itu kini mulai mendongak menatap Viollete dengan sepasang matanya yang sudah membulat.
"Apa kak Viollete serius? Aku bisa menganggap kak Vio sebagai kakakku?" tanya Kazuma lagi begitu antusias.
Viollete tersenyum tipis dan mengangguk pelan, menandakan Viollete mengiyakan pertanyaan dari Kazuma.
"Wah!! Asyik!! Akhirnya aku punya kakak cewek. Hehe ..." sahut Kazuma begitu kegirangan. "Oya kak. Akhir pekan kita jalan-jalan yuk! Aku juga ingin membeli sebuah kado untuk Zie. Karena dia akan segera berulang tahun. Dan aku juga tidak mengetahui hal yang disukai para gadis. Apa kak Vio bisa membantuku?" ucap Kazuma yang tiba-tiba saja mengingat jika dia belum memiliki sebuah kado untuk pesta ulang tahun Zie yang akan diadakan pekan depan.
"Hhm. Tentu saja. Kakak akan membantumu memilih sebuah hadiah untuk Zie." sahut Viollete tanpa ragu dan tentunya merasa cukup senang akan sebuah kesempatan ini.
"Asyikkk ...." seru Kazuma sungguh terlihat begitu girang.
Namun tiba-tiba saja seorang pemuda dengan sebuah kemeja kuning pudar dan memakai rompi hitam lengan lendek mulai menghampiri mereka berdua dan berdiri di antara mereka berdua.
"Kazuma, apa yang sedang kamu lakukan disini bersama dia?!" tandas pemuda itu dengan nada begitu tak suka.
Kazuma dan Viollete mulai mendongak, dan rupanya Kenzou sudah berdiri di dekat Kazuma dan menatap Viollete dengan tatapan yang sangat menusuk. Sangat terlihat jika Kenzou memang sangat tidak menyukai Viollete.
"Aku hanya sedang makan siang bersama kakak baruku. Hehe ..." jawab Kazuma seadanya dengan tawa kecil.
"Kak Vio ... aku pergi dulu ya. Bye, Kak Vio cantik ... dan sampai jumpa akhir pekan." ucap Kazuma sebelum Kazuma meninggalkan tempat itu karena paksaan Kenzou.
"Apa kamu buta, Kazuma? Bagaimana kamu bisa mengatakan jika dia cantik?!" ucapan Kenzou sempat terdengar seperti sayup-sayup bagi Viollete.
Namun Viollete tak terlalu memusingkannya, karena tak ada kamus cantik di dalam kehidupannya! Yang ada hanyalah kekuatan, tehnik, dan otak. Karena bagi Viollete kekuatan dan pengetahuanlah yang paling penting untuk tetap bertahan hidup.
...⚜⚜⚜...
Profil biodata Lay Zhang :
Name : Lay Zhang
Birth : 21 Oktober
Zodiak : Libra
Hight : 180 cm
Weight : 58 kg
Age : 24 years old
Yang paling dibenci : Jika tidak dihargai dan tidak dipercayai
Yang paling disukai : orang yang ramah dan murah senyum
Makanan faforite : steak
Hobi : Bermain gitar, menyanyi, kendo, judo.
Lay Zhang, seorang pemuda berdarah China-Jepang ini memiliki sifat yang begitu ramah / humble. Maka dari itu tak heran jika banyak orang yang menyukainya. Karena, sifat Lay Zhang ini bisa membuat orang merasa nyaman dan menjadi lebih terbuka dengannya.
Lay Zhang adalah tipikal otang yang sangat menyenangkan dalam pergaulan. Lay Zhang juga pemuda yang cenderung easy going, sehingga bisa menjadi teman yang nyaman dan asyik untuk hangout bersama, mengobrol, maupun bersenang-senang bersama.
Pembawaan Lay Zhang saat berbincang bisa mengundang gelak tawa orang lain. Sehingga kehadirannya terkadang sangat ditunggu-tunggu untuk meramaikan suasana.
Pemuda berdarah China-Jepang ini juga tidak pernah perhitungan. Dia tidak akan mengungkit-ungkit apa yang pernah mereka berikan kepada orang lain. Mereka juga akan berusaha untuk membalas budi orang yang sudah membantunya.
Lay Zhang juga dikenal sangat terbuka dan menerima dengan baik saran dari orang lain. Dia juga bisa menjadi orang yang sangat murah hati jika dirinya merasa sudah merasa nyaman dengan orang lain.
Lay Zhang juga memiliki sifat yang cinta akan damai. Dia tidak ingin ada pertikaian dalam hubungan pertemanan maupun ikatan dengan kekasih. Bagaimanapun masalahnya ay Zhang akan lebih memilih untuk mengalah, sehingga dia tidak akan pernah mencoba memicu pertikaian atau kesalahpahaman.
Sifat jenakanya juga membuat Lay Zhang dikenal humble dan mudah bergaul dengan orang baru. Tak heran jika mereka sangat jarang dinilai sombong oleh orang lain. Lay Zhang juga cukup kuat dari sisi sosialnya. Dia akan memperhatikan orang lain dan mencoba untuk membuat nyaman orang lain. Mereka selalu mencoba memberikan sesuatu tanpa mengharapkan balasan dari orang lain yang sudah mereka bantu.