
Wilson mulai menatap lekat Viollete yang masih berdiri dengan tegap menghadapnya. Sementara Viollete masih memperlihatkan ekspresiyang begitu serius, dingin, dan datar.
"Viollete!" ucap Wilson dengan suara khasnya. "Apa kamu tau siapa yang berusaha untuk menyerangmu saat itu?"
"Aku tidak tau, Tuan." jawab Viollete begitu singkat.
"Hhm. Aku dan tuan Kagami Jiro mengira jika mereka adalah Death Eyes." ucap Wilson mulai duduk kembali di kursinya. "Tuan Kagami Jiro sangat mempercayaimu dan menyukaimu karena kamu begitu terampil, cerdas, cekatan, dan cukup sempurna dalam bela diri dan persenjataan." puji Wilson.
"Tuan Kagami Jiro juga berharap suatu saat kamu bisa menemukan Kin Izumi dan para Death Eyes lainnya."
"Aku akan berusaha semampuku, Tuan." jawab Viollete begitu datar dan wajahnya masih saja terlihat begitu dingin menatap lurus ke depan saja.
"Hhm. Baiklah. Kamu sudah boleh kembali."
"Baik, Tuan."
...⚜⚜⚜...
Kagami Jiro terlihat sedang mengawasi beberapa divisi di markas utama Doragonshadou. Dan kali ini pria yang selalu terlihat berwibawa itu mulai memasuki ruangan pelatihan bela diri yang kebetulan sedang ada sebuah pelatihan duel antara 2 orang anak buahnya.
Salah satu diantara mereka adalah salah satu ketua tim dari klan Yokohama. Pemuda itu terlihat sedang berduel melawan seorang pria berkulit putih dan memiliki perawakan yang cukup besar dan kekar.
Seakan merasa masih begitu asing, Kagami Jiro terus saja mengamati pemuda itu dan juga mengamati bela dirinya yang terlihat sedikit berbeda dari anak buahnya yang lain. Dan baru kali ini Kagami Jiro menyaksikan salah satu dari anak buahnya memiliki teknik yang begitu jarang dipakai saat di Jepang.
"Muay Thay? Apakah pemuda itu berasal dari Thailand?" gumam Kagami Jiro begitu pelan.
Namun ucapan dari Kagami Jiro rupanya didengar oleh Igor yang sedang berdiri di sampingnya.
"Benar sekali, Tuan Kagami Jiro. Pemuda itu bernama Nickhun Vihokratana dan berasal dari desa Wang Nam Khiao Thailand. Pemuda itu juga baru saja bergabung dengan Doragonshadou kira-kira 2 bulan yang lalu." jelas Igor yang rupanya juga begitu hafal dengan anak buah Doragonshadou.
"Hhm. Begitu ya itu berarti dia berasal dari tempat yang sama dengan Viollete Karimova. Mengapa bisa begitu kebetulan? Apa mereka saling mengenal?"
"Menurut informasi yang aku dapatkan, salah satu karyawan pernah melihat mereka pulang kerja bersama. Jadi persentase kemungkinan mereka saling mengenal adalah sangat besar." ucap Igor menjelaskan.
Apa ini maksudnya? Apakah hubungan perselingkuhan ini dihancurkan oleh pemuda itu? Sepertinya pemuda bernama Nickhun itu bukanlah penuda biasa. Gawat! Tuan Kagami Jiri mendapatkan saingan yang cukup berat. Apalagi pemuda itu juga cukup tampan, dan masih begitu muda.
Batin Igor yang masih saja berpikiran jika Viollete adalah selingkuhan dari Kagami Jiro.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Igor?" ucap Kagami Jiro tiba-tiba dan membuyarkan lamunan Igor.
"Tid-tidak ada, Tuan. Aku hanya melihat pemuda itu saja dan sedikit kagum padanya." sahut Igor seadanya.
...⚜⚜⚜...
Sore ini kebetulan atasan Nickhun sedang berhalangan untuk tetap bekerja dan meminta ijin untuk pulang lebih awal. Namun tiba-tiba dia menghubungi Nickhun kembali untuk mengantarkan sebuah berkas yang berada di laci mejanya untuk segera diberikan kepada Kagami Jiro.
Nickhun mulai menaiki sebuah elevator dan menekan tombol 13. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya elevator itu mulai berhenti di lantai 13. Dan disaat Nickhun berniat untuk keluar dari elevator, rupapanya Nichkun malah berpapasan dengan seorang gadis yang selalu saja membuat suasana hati Nickhun selalu berbunga-bunga.
"Vio ..." ucap Nickhun dengan wajahnya yang begitu berbinar.
"Hai, Nick!" balas Viollete dengan senyum lebar. "Kamu mau kemana?"
"Aku mau mengantarkan sebuah berkas untuk tuan Kagami Jiro. Bagaimana denganmu?" ucap Nickhun balik bertanya.
"Aku baru saja dari ruangan tuan Wilson." jawab Viollete mulai memasuki elevator itu.
Sementara Nickhun masih saja berada di dalam elevator dan tak sadar pintu elevator tiba-tiba saja sudah hampir tertutup kembali. Dengan cepat Nickhun segera menghalanginya dengan salah satu tangannya agar pintu itu terbuka kembali.
"Vio. Nanti kita pulang bersama ya! Aku akan menunggumu di halte seperti biasanya." ucap Nickhun yang masih saja tersenyum lebar menatap Viollete.
"Hhm. Okay! Sudah sana pergi sebelum pintu elevator kembali tertutup!" celutuk Viollete mulai mendorong tubuh Nickhun keluar dari elevator.
"Baiklah ... sampai jumpa nanti, Vio!" sahut Nickhun dengan tawa kecil ketika Viollete mendorong tubuhnya.
Setelah pintu elevator itu tertutup kembali, kini Nickhun mulai melenggang dan mencari ruangan Kagami Jiro. Setelah bertanya kepada seorang petugas kebersihan yang kebetulan sedang lewat di dekat Nickhun, akhirnya Nickhun mulai menemukan ruangan sang petinggi utama dari Doragonshadou.
Nickhun sama sekalu belum pernah bertemu dengan Kagami Jiro. Dan inilah pertama kali Nickhun bertemu secara langsung dengan Kagami Jiro.
Setelah mengetuk beberapa kali pintu itu, akhirnya sang pemilik ruangan mulai mempersilakannya untu memasuki ruangan tersebut.
Nickhun mulai menarik handle pintu itu dan mendorongnya untuk membukanya. Di dalam ruangan itu terlihat seorang pria paruh baya yang masih berperawakan tinggi, besar. Dengan setelan jasnya yang super mewah dan rapi menjadikannya terlihat semakin berwibawa dan necis.
Jadi inilah tuan Kagami Jiro? Baru kali ini aku bertemu secara langsung dengan beliau. Auranya memang sunggung berbeda dan sangat kuat. Meskipun ketua ganster, namun aku merasakan energi positif dari dirinya. Dan dia juga terlihat begitu hangat, meskipun memang penampilannya sangat sangar.
Batin Nickhun yang malah terdiam dan mengamati Kagami Jiro saja saking takjubnya.
Kagami Jiro mulai menutup laptopnya dan beralih menatap sang tamu di sore ini. Dan Kagami Jiro terlihat sedikit terkejut jika tamunya kali ini adalah Nickhun, seorang pemuda yang berasal dari Thailand.
"Ada apa mencariku?" tanya Kagami Jiro to the point.
"Tuan, aku datang untuk mengantarkan berkas milik tuan Nishima." ucap Nickhun mulai menyerahkan berkas itu untuk Kagami Jiro.
Namun tidak sengaja Nickhun malah menyenggol sebuah figura kecil dan membuatnya terjatuh di atas lantai hingga kaca figura itu pecah begitu saja.
"Oh ... maafkan aku, Tuan Kagami Jiro. Aku sangat ceroboh. Maafkan aku, Tuan." ucap Nickhun yang merasa sangat bersalah dan segera berinisiatif untuk membersihkan pecahan-pecahan kaca dari figura itu yang sudah berserakan di atas lantai.
Serpihan-serpihan kaca itu dipungutinya satu persatu oleh Nickhun. Namun tiba-tiba saja ada sesuatu yang tiba-tiba membuatnya membeku seketika karena melihat sebuah gambar di dalam figura itu.
Ada sosok Kagami Jiro dan Yuna yang masih berusia kira-kira 18 tahun yang lalu. Mereka berfoto bersama seorang gadis kecil yang berusia kira-kira 6 tahun. Dan foto itu diambil di sebuah taman bermain.
Nickhun masih terdiam terpaku menatap foto itu. Seakan pernah melihat anak kecil yang berada di dalam figura itu. Sangat tidak asing dan begitu familiar!