
Buck Karimova semakin memicingkan sepasang matanya menatap Viollete. Tangan kirinya dilipat di depan dadanya, dan tangan kanannya sesikit dilipat dan mulai mengusap dagunya.
"Violellete. Apa kamu yakin dengan apa yang sudah kamu ucapkan padaku?" tanya Buck Karimova masih dengan nada bicaranya yang tenang namun tetap tegas.
"Ya, Papa! Aku akan tetap pada jalanku dan akan tetap akan menjalankan misi balas dendamku untuk mama terhadap Kagami Jiro! Aku akan memulainya dari orang-orang terdekatnya secepatnya!" ucap Viollete meyakinkan sang papa.
Sebuah seringai yang cukup kelam tiba-tiba saja menghiasi wajah Buck Karimova dan pria paruh baya itu mulai mengambil sepuntung rokok lagi dan mulai menjepitnya diantara bibirnya. Sebuah lighter juga mulai dihidupkannya untuk menyalakan rokok itu.
Setelah mengisap cukup lama, akhirnya Buck Karimova mulai mengeluarkan kepulan asap itu melalui mulutnya.
"Baiklah. Lakukan semua dengan baik, putriku. Pembunuh mamamu harus mendapatkan hukuman yang setimpal atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya di masa lalu!" titah Buck Karimova lagi masih dengan seringai yang begitu kelam.
"Baik, Papa! Aku akan melakukannya dengan baik!" Viollete menyauti dengan penuh keyakinan tanpa ada keraguan sedikitpun.
"Masuklah ke kamarmu dan istirahatlah!" titah Buck Karimova lagi.
"Baik, Papa." ucap Viollete sembari sedikit membungkukkan badannya lalu mulai melenggang meninggalkan sang papa di ruang tengah.
Setelah itu seorang pria yang selama ini ditugaskan selalu mengintai Viollete kemanapun Viollete pergi mulai mendatangi Buck Karimova.
"Setelah meloloskan diri dari semua kaki tangan tuan Buck Karimova, aku juga kehilangan jejak nona Viollete. Dan sepertinya dia hanya pergi untuk mengobati lukanya saja.Maafkan aku, Tuan." ucap pria itu sedikit khawatir jika Buck Karimova tak akan menerima alasan apapun darinya atas keteledorannya saat mengintai Viollete.
"Hhm. Kau memang tidak becus sama sekali! Pekerjaan seperti itu saja tidak bisa menangani dengan baik. Orang bodoh saja pasti bisa melakukan pengintaian lebih baik darimu!!" hardik Buck Karimova begitu tajam.
"Ma-maafkan aku, Tuan. Aku memang bersalah. Ma-maafkan aku, Tuan." ucap pria itu itu dengan suara yang bergetar dan terlihat begitu ketakutan.
"Selalu awasi Viollete kemanapun dia pergi dan laporkan semuanya padaku! Jika kamu sampai keteledoran seperti ini terulang kembali, maka jangan harap aku akan memaafkanmu! Sekarang enyahlah dari hadapanku!!" tandas Buck Karimova dengan sangat tegas.
"Ba-baik, Tuan." pria itu memberi salam penghormatan dan segera meninggalkan Buck Karimova seorang diri.
Viollete. Jika kamu sampai berani untuk mengkhianatiku, maka aku tak akan segan-segan untuk mengakhiri hidupmu juga!! Jangan pernah berani bermain-main dengan Kin Izumi!!
Batin Kin Izumi dengan aura yang begitu gelap dan mencekam.
Pagi ini semua tim Ryuga dikumpulkan dan diminta untuk menghadap Wilson di ruangan kerjanya. Dan nampaknya ada sebuah kesalahan dari tim Ryuga yang membuat Wilson sedikit murka dan mencurigai salah satu dari mereka atas hilangnya dan kaburnya Kin Izumi di desa Aiko Iyashi No Sato.
Ryuga, Roy, Viollete, Lay Zhang dan Aya sudah berdiri berderet menghadap Wilson di ruangan kerja Wilson. Sementara Wilson mulai melenggang dengan langkah pelan dan mengelilingi mereka berlima.
"Menurut sebuah kamera pengintai yang aku dapatkan dari kamera tersembunyi salah satu dari kalian berlima, aku menemukan sebuah kejanggalan dini hari itu di desa Aiko Iyashi No Sato. Aku mengetahui jika kalian berhasil menyelinap masuk ke dalam markas Death Eyes di desa Aiko Iyashi No Sato saat itu." ucap Wilson seakan mencurigai salah satu dari mereka berlima.
Wilson juga terlihat menatap tajam satu persatu dari kelima tim Ryuga itu secara bergantian. Tatapan yang begitu menusuk dan penuh kecurigaan.
"Kalian berhasil menemukan markas dari Death Eyes dan berhasil menyelinap tanpa ada satupun dari mereka yang menyadari dan tak ada satupun dari mereka yang mencurigai kalian. Namun, tiba-tiba saja ada sebuah tembakan terjadi. Sebuah tembakan yang sangat tidak masuk akal, karena saat itu sama sekali tak terjadi pertempuran apapun. Dan semua itu terjadi begitu halus pada awalnya. Namun, menurutku sebuah tembakan itu adalah sebuah tembak peringatan untuk mereka. Dan membuat mereka menjadi kalang kabut hingga akhirnya mereka mulai bergerak. Bahkan Kin Izumi juga berhasil melarikan diri setelah mendengar suara tembakan itu." ucap Wilson kembali yang masih saja menatap satu persatu dari kelima anak muda itu secara bergantian.
DEGH ...
Disaat mendengar Wilson mengucapkan semua itu, tiba-tiba saja membuat hati Viollete menjadi bergejolak dan khawatir jika Wilson akan mengetahui, jika Viollete-lah yang saat itu meluncurkan senuah tembakan peringatan untuk para Death Eyes itu. Seketika hati Viollete menjadi begitu gundah saat ini.
Akankah tuan Wilson bisa membuktikan, jika tembakan itu adalah berasal dariku? Ahh, mengapa aku begitu kurang hati-hati saat itu? Mengapa aku begitu ceroboh dan tidak menyadari hal seperti itu? Bahkan aku tak tau, jika tuan Wilson sudah memasang sebuah kamera tersembunyi. Entah pada siapa dia memasangnya diantara kami berlima? Ataukan malah setiap dari kami sudah dipasang dan diselipkann dengan sebuah kamera pengintai? Aku sungguh tidak pernah menyangka jika perlengkapan kami juga akan diselipkan dengan sebuah kamera pengintai. Argghh ... cerobohnya aku!! Apakah tuan Wilson juga mengetahui saat aku berusaha untuk menghubungi papa saat itu? Jika semua ini sudah terbongkar habislah aku ...
Batin Viollete yang sudah menjadi semakin gundah. Namun kegundahan itu sama sekali tak terlihat dengan jelas dari pandangannya. Dan Viollete bisa meng-cover-nya dengan sangat baik. Namun seluruh anggota tubuhnya kini sudah Viollete persiapkan dan selalu waspada.
Dan jika saja memang identitasnya kali ini terbongkar, maka Viollete akan segera menyerang mereka! Terutama Kagami Jiro! Apapun konsekuensi yang akan Viollete dapatkan saat ini, Viollete harus tetap mengakhiri Kagami Jiro dengan tangannya sendiri!
Kini pandangan Wilson mulai beralih menatap Viollete, dan gegundahan Viollete semakin memuncak, namun kedua tangannya reflek mulai mengepal dengan sangat kuat. Pandangan Viollete masih menatap lurus ke depan tanpa beradu pandang dengan Wilson.
"Sekarang keluarkan senjata kalian yang sudah aku berikan untuk kalian semua dan letakkan senjata itu di atas mejaku!" titah Wilson dengan sangat tegas dan penuh penekanan.
Suaranya begitu menggelegar seisi ruangan, dan raut wajahnya terlihat begitu kelam menakutkan dan sudah dipenuhi oleh amarah yang sudah semakin memuncak.
Sesuai dengan perintah sang under bos dari Doragonshadou ini, kini Ryuga sang ketua dari tim ini mulai mengeluarkan sebuah senjata api laras pendek berwarna hitam dan meletakkannya di atas meja Wilson.
Lalu diikuti oleh Roy, Lay Zhang, Aya dan terakhir Viollete yang mulai meletakkan senjata masing-masing di atas meja Wilson. Entah introgasi seperti apa yang akan Wilson lakukan kepada mereka saat ini melalui senjata mereka.
Ada kah yang tau? Yuk tulis tulis di kolom komentar? Hehe ...