
Hari pertama bekerja ini Viollete hanya melakukan sedikit pengenalan terhadap tempat kerjanya. Masa orientasi kerja ini dilakukan dan dipimpin oleh Ryuga. Kali ini Ryuga melakukannya dengan baik namun masih saja cara penyampaiannya begitu dingin dalam memperkenalkan perusahaan maupun rekan-rekan kerja di dalam Doragonshadou.
Dan orientasi karyawan ini adalah merupakan proses memperkenalkan karyawan baru ke pekerjaan, rekan kerja, tanggung jawab, serta tempat kerja mereka. Dalam masa-masa ini, perusahaan akan memberikan pedoman tentang cara melakukan pekerjaan sehingga mereka para trainee tidak akan perlu merasa khawatir dan bisa mengenal lebih baik lingkungan perusahaan.
Dan kali ini rupanya juga ada dua orang anak baru lagi yang sedang mengalami masa orientasi kerja seperti Viollete. Dia adalah seorang pemuda yang sudah cukup berpengalaman di bidang keamanan, karena pemuda itu pernah bekerja di sebuah divisi keamanan sebuah club malam. Namanya adalah Lay Zhang, dan dia adalah seorang pemuda berdarah China yang sudah lama menetap di Jepang bersama dengan keluarganya.
Sementara seorang lagi adalah seorang gadis, dan dia juga sudah cukup berpengalaman dan pernah bekerja di sebuah perusahaan divisi keamanan. Namanya adalah Aya.
Ryuga memberikan penjelasan singkat tentang prosedur sehari-hari serta menjelaskan tanggung jawab dan tugas yang akan mereka emban saat bergabung dengan Doragonshadou.
Viollete, Lay, dan Aya diperkenalkan kepada orang-orang yang akan bekerja sama dengan mereka kelak.
"Baiklah, aku rasa masa orientasi bekerja hari ini untuk kalian bertiga sudah cukup. Untuk beberapa hari ke depan, kalian sudah bisa bergabung bersama tim, untuk melihat dan mengamati bagaimana kita akan menangani beberapa pekerjaan bersama di dalam sebuah misi ataupun pekerjaan di di dalam." ucap Ryuga setelah selesai memperkenalkan ketiga trainee itu dengan seluruh yang berada di markas besar dari Doragonshadou.
"Dan kebetulan sekali kalian bertiga akan masuk ke dalam teamku sekaligus, karena kebelutan tim kami sedang membutuhkan beberapa orang." ucap Ryuga yang sepertinya sedikit keberatan karena mendapatkan 3 anak baru sekaligus untuk bergabung di dalam timnya kali ini. "Jika masih ada yang tidak mengerti jangan sungkan untuk bertanya denganku atau dengan Roy." imbuh Ryuga lagi.
"Baik, Senior." sahut mereka bertiga sekaligus bersamaan.
"Baiklah, hari ini cukup sampai disini, kalian boleh bergabung dengan Roy dan sedikit belajar darinya." ucap Ryuga sambil menatap ketiga juniornya secara bergantian. Namun pandangannya terlihat sedikit lebih dingin saat menatap Viollete.
"Baik, Senior Ryuga." sahut mereka bertiga bersamaan dan sedikit membungkukkan badan.
Setelah itu Ryuga mulai meninggalkan mereka bertiga, sementara ketiga trainee itu kini mulai menghampiri Roy yang masih berada di ruangan itu juga dan terlihat masih mengerjakan sesuatu.
"Hallo, Senior Roy." sapa mereka bertiga bersamaan.
"Oh, hai ... kalian bertiga pakailah masing-masing dari tempat kerja dan perangkat komputer ini." ucap Roy sambil memperlihatkan sebuah tempat kerja yang memiliki 6 meja dan saling berhadapan, dengan masing-masing meja sudah dilengkapi dengan monitor lengkap dengan PC maupun hardware lainnya.
Viollete mengambil tempat duduk yang paling dekat dengan tempat dia berdiri saat ini. Yaitu disamping meja kerja Roy dan di hadapan meja kerja Ryuga. Sementara Lay Zhang mengambil tempat kerja di sebelah Viollete. Sementara Aya mengambil tempat duduk di samping meja kerja Ryuga, dan di seberang meja kerja Roy.
"Kalian masuk dan lengkapi data diri kalian terlebih dahulu untuk data para karyawan. Jika ada yang tidak paham bisa tanyakan padaku." ucap Roy dengan ramah dan semakin duduk dengan tegap untuk menatap ketiga juniornya secara bergantian.
"Baik, Senior!" sahut Viollete, Lay Zhang, dan Aya bersamaan.
Mereka bertiga mulai mengakses sebuah sistem melalui perangkat yang sudah disediakan di hadapan mereka masing-masing dan mulai memasukkan data pribadi masing-masing serta riwayat keluarga dengan begitu detai.
"Hhm. Ya ... mamaku sudah meninggal dan dibunuh oleh seseorang." jawab Viollete dengan jujur.
"Ahh, maaf. Aku tidak bermaksud membuatmu bersedih, Vio." ucap Roy yang merasa tidak enak karena membuat Viollete kembali teringat dengan mamanya.
"Tidak masalah, Senior Roy. Aku datang ke Jepang karena aku ingin menemukan pembunuh dari mamaku yang saat ini mungkin sedang berkeliaran dan menikmati hidupnya dengan sangat baik." ucap Viollete dengan menghiasi wajahnya dengan seulas senyum.
"Hhm. Itukah alasanmu menjadi salah satu bagian dari kami? Karena ingin mengungkapkan pembunuhan terhadap mamamu, Vio? Dan kamu ingin menyelidikinya karena kami memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar dan cukup menguasai negara ini?" ucap Roy menyimpulkan.
"Uhm, meskipun aku memiliki tujuan khusus. Tapi aku tak akan mengabaikan pekerjaan utamaku, Senior Roy. Aku akan tetap melakukan semua tugasku dengan baik." sahut Viollete begitu yakin dan percaya diri.
Roy yang mendengar ucapan dari Viollete kini mulai tersenyum tipis, "Hhm. Itu bagus! Cepat atau lambat kamu pasti akan segera menemukan pembunuh mamamu. Jika perlu, aku juga akan membantumu untuk menemukan orang itu."
"Terima kasih, Senior Roy." ucap Viollete dengan tulus.
"Hhm. Jika kamu sudah menemukan pembunuh dari mamamu. Apa yang ingin kamu lakukan kepadanya?" tanya Roy ingin tau.
"Aku akan membuatnya untuk membayar semua yang telah dia lakukan kepada mama. Aku ingin dia mendapatkan ganjaran atas dosa yang pernah dia lakukan di masa lalu terhadap mama." ucap Viollete menatap nanar Roy.
"Hhm. Semoga saja kamu bisa melakukannya dengan baik." sahut Roy penuh harap. "Oh ya, ngomong-ngomong selamat ya,Vio ... akhirnya kali ini kamu bisa bergabung dengan kami. Dan hal ini harus dirayakan!! Nanti pulang kerja harus makan bersama!!" imbuh Roy begitu bersemangat.
"Makan bersama?"
"Ya, tentu saja! Selain untuk perayaan kamu yang sudah resmi menjadi salah satu dari Doragonshadou, sekaligus perayaan terbentuknya team baru!" ucap Roy masih sangan bersemangat. "Bagaimana dengan kalian berdua? Apa kalian berdua setuju? Kalian berdua juga harus ikut!" imbuh Roy yang mulai beralih menatap Lay Zhang dan Aya secara bergantian.
"Wah, aku sangat setuju, Senior Roy!" sahutnAya tak kalah bersemangat.
"Aku juga setuju, Senior Roy. Ini bisa mengakrabkan kita sebagai rekan satu tim." sahut Lay Zhang tak kalah semangat.
"Wah, wah ... okay. Tinggal aku infokan saja nanti untuk Ryuga yang saat ini masih menemui pimpinan klan Yokohama. Aku akan melakukan reservasi terlebih dahulu." ucap Roy masih dengan bersemangat dan mulai mengeluarkan ponselnya dan terlihat sedang mencari sesuatu melalui ponsel tersebut dengan sangat serius.
...⚜⚜⚜...