
"Seperti misi-misi beberapa saat yang lalu yang sudah aku berikan untukmu. Kali ini aku akan memasukan kamu ke dalam tim Ryuga. Setiap pergerakanmu di dalam misi-misimu nanti tak akan pernah luput dari sebuah kerja tim. Untuk saat ini, terkadang Ryuga masih harus bekerja dan bertanggung jawab untuk klan Yokohama karena dia adalah wakil pemimpin dari klan Yokohama. Aku juga akan memasukkan seorang gadis lagi ke dalam tim kalian." ucap Wilson sambil menyodorkan sebuah senjata laras pendek berwarna silver di atas mejanya untuk Viollete.
"Itu adalah Desert Eagle untukmu. Karena masing-masing dari kalian akan memiliki sebuah senjata api masing-masing. Desert Eagle adalah salah satu senjata rahasia yang digunakan oleh Doragonshadou selama ini. Ini adalah jenis senjata api pistol buatan Israel bernama yang memiliki kemampuan dengan daya tembak yang luar biasa. Dimana jika pistol pada umumnya hanya bisa menembus sasaran, namun berbeda dengan pistol ini." ucap Wilson menjelaskan dengan penuh percaya diri, sementara Viollete masih berdiri dengan tegap dan mendengarkan Wilson dengan baik.
"Desert Eagle merupakan senjata api jenis revolver yang pelurunya dimasukkan ke tabung berputar. Pada revolver berkaliber 44 ini akan berisi dengan 5-7 peluru. Desert Eagle ini mampu menembus target sekaligus bisa membuat target hancur dalam seketika. Pistol cukup berat dan cukup panjang. Pistol ini juga memiliki daya tembak 2000 joule yang akan menghasilkan suara tembakan yang amat keras. Apa kamu bisa menggunakannya?" kali ini Wilson menatap Viollete seakan mulai meragukan kemampuan Viollete.
"Aku bisa saja menggunakan Desert Eagle ini, Tuan Wilson. Namun menurutku aku kurang cocok dengan jenis ini."
Wilson yang mendengarkan ucapan dari Viollete kini mulai mengkerutkan keningnya, "Mengapa menurutmu senjata api ini tidak cocok untukmu?"
"Akan lebih cocok jika aku menggunakan sebuah senjata api yang memiliki ukuran lebih kecil, Tuan Wilson. Dan lagi ... menurutku Desert Eagle akan lebih cocok jika digunakan untuk melakukan penyerangan secara terang-terangan karena akan memberikan hasil yang sangat besar dan dasyat." jawab Viollete yang membuat Wilson tersenyum tipis.
Gadis ini begitu cerdas dan terlihat sudah begitu memahami beberapa senjata api. Perhitungannya juga sangat tepat, meskipun dia belum pernah mencoba senjata api ini. Tidak salah aku menerima dia disini!
Batin Wilson yang terlihat begitu takjub akan kemampuan dan kecerdasan dari Viollete. Kini Wilson mulai mengambil sebuah senjata api laras pendek lainnya yang berukuran lebih kecil dan berwarna hitam.
"Bagaimana dengan ini? Ini adalah Glock Meyer 27. Ini adalah jenis senjata api laras pendek yang merupakan senjata buatan Austria. Senjata api Glock Meyer 27 ini sering digunakan oleh beberapa angkatan bersenjata dan lembaga penegak hukum di seluruh dunia, termasuk sebagian besar lembaga penegak hukum di Amerika Serikat." ucap Wilson mulai menjelaskan sebuah senjata api yang masih ditimang-timangnya saat ini.
"Senjata api tipe Glock Meyer 27 ini memiliki panjang 204 mm atau 8,03 inchi dan memiliki lebar 32 mm atau 1,26 inchi. Senjata api laras pendek tipe Glock Meyer 27 ini merupakan versi 40 S&W. Senjata api ini memiliki kapasitas tempat mesiu sebanyak 15 putaran dan senjata api ini termasuk senapan semi otomatis." imbuh Wilson mulai menatap Viollete dengan senyuman tipis.
"Bagaimana? Mau mencobanya sekali?" ucap Wilson mulai melenggang beberapa langkah mendekati Viollete lalu memberikan senjata api berwarna hitam yang sudah berisi dengan 15 peluru itu untuk Viollete. "Sekarang tunjukkan padaku kehebatanmu dalam bersenjata! Bidik papan target itu dengan sempurna!"
Kali ini Wilson sudah berdiri sejajar dengan Viollete dan menatap lurus ke depan, dimana di depan ada sebuah papan target berbentuk lingkaran, dan menyerupai sebuah papan target dari permainan dart.
Viollete mulai tersenyum tipis dan mulai memegang senjata api itu dengan benar.
Ini sangat mudah sekali. Tanpa melihat papan target itu saja, aku tetap akan bisa melakukannya dengan baik. Ini sudah seperti makananku sejak kecil.
Batin Viollete mulai mengangkat tangan kanannya ke udara mengarah papan target itu, namun pandangannya malah mendongak menatap Wilson yang memiliki tinggi badan 190 cm itu.
Sebenarnya Wilson merasa cukup tak percaya jika Viollete akan melakukannya tanpa melihat papan target itu.
Batin Wilson merasa begitu takjub akan keberanian dan kepercayaan diri dari Viollete yang akan melakukan sesuatu yang begitu luar biasa di hadapannya.
Wajah cantik Viollete terlihat tersenyum tipis dan penuh percaya diri, hingga akhirnya jari telunjuknya mulai menarik pelatuk dari senjata api itu hingga akhirnya mulai terdengar sebuah bunyi sebuah tembakan yang berasal dari senjata api tersebut.
TAR ...
Silakan menikmatinya, Tuan Wilson. Ini adalah hadiah dariku karena kamu sudah berbaik hati telah menerimaku dan membuka pintu untukku melakukan balas dendam ini.
Batin Viollete yang masih menghiasi wajah ayunya dengan sebuah senyuman tipis menatap Wilson.
Luar biasa!! Bagaimana gadis ini melakukannya dengan sempurna seperti ini tanpa menatap papan target sama sekali? Sebenarnya siapa Viollete? Bukan hanya memiliki bela diri yang kuat dan menakjubkan, namun dia juga bisa melakukan perhitungan dengan sangat akurat dan kali ini ... dia membidik sesuatu dengan sangat sempurna tanpa melihat target! Luar biasa! Tuan Kagami Jiro pasti akan sangat menyukai gadis ini.
Batin Wilson begitu takjub karena Viollete bisa membidik papan target itu tepat di tengah-tengah dan sangat akurat.
"Luar biasa, Viollete!" puji Wilson dengan tulus. "Aku tak pernah melihat anak muda yang memiliki kemampuan luar biasa seperti ini sebelumnya, kecuali kedua putra kembar tuan Kagami Jiro."
Viollete tersenyum tipis karena mendapatkan pujian dari under bos Doragonshadou yang terkenal begitu hebat.
"Bagus, Vio!! Bagus!! Sepertinya senjat api Glock Meyer 27 ini sangat cocok denganmu!! Mulai sekarang ini adalah milikmu." ucap Wilson lagi dengan raut wajah yang masih terlihat begitu takjub.
"Terima kasih, Tuan Wilson." ucap Viollete dengan tulus.
"Ya, sama-sama." sahut Wilson dengan santai. "Viollete! Kamu harus bisa mempertanggungjawabkan dari setiap peluru yang telah kamu gunakan. Kamu harus bisa bertanggung jawab sepenuhnya pada setiap peluru yang telah kamu luncurkan dari senjata api Glock Meyer 27 ini. Apa kamu paham, Viollete?" tanya Wilson mulai menatap Viollete dengan serius.
"Baik, Tuan Wilson. Aku paham! Aku akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan setiap peluru yang akan aku luncurkan dari senjata api Glock Meyer 27 ini, Tuan Wilson!" Viollete menyauti dengan menunduk dan menatap senjata api barunya yang baru saja diberikan oleh Wilson.
...⚜⚜⚜...