The Goddess Of War

The Goddess Of War
Kin Izumi Menghilang Kembali



Viollete yang masih terlihat begitu kebingungan hingga akhirnya mulai berniat untuk menggunakan Glock Meyer 27 miliknya untuk memberikan tembak peringatan untuk Buck Karimova dan para Death Eyes agar mereka menyadari kehadiran penyusup di dalam markas mereka yang tak lain adalah dirinya sendiri sebagai salah satu diantaranya.


Namun tiba-tiba saja Viollete terlihat begitu ragu saat menatap senjata api miliknya yang masih utuh dan lengkap dengan memiliki 15 peluru penuh di dalamnya.


Hingga akhirnya Viollete memutuskan untuk menyimpan kembali Glock Meyer 27 itu dan mulai mencari sesuatu lainnya lagi di sekitarnya kembali yang bisa digunakan saat ini. Hingga akhirnya Viollete mulai menemukan sebuah senjata api laras pendek di sebuah laci dan masih memiliki sebuah peluru di dalamnya.


Viollete tersenyum misterius dan mulai mengambil senjata api laras pendek itu dengan begitu yakin dan mulai mengarahkannya di suatu tempat. Hingga akhirnya ...


TAR ...


Sebuah peluru itu mulai meluncur melewati celah kecil di lantai kayu dan mengenai sebuah kaca di lantai bawah. Dengan cepat Viollete menyembunyikan senjata api itu kembali agar Roy tak menyadarinya dan Viollete segera berpura-pura terkejut atas suara tembakan itu agar Roy tidak curiga.


Buck Karimova dan semua anak buahnya cukup terkejut aras sebuah peluru panas milik Death Eyes yang mengenai sebuah kaca yang berada tak jauh dari Buck Karimova.


Dan tentu saja Buck Karimova segera menyadari jika sesuatu memang sudah terjadi, karena tak mungkin anak buahnya meluncurkan sebuah peluru panas yang tak memiliki target seperti itu.


Buck Karimova mulai mengedarkan pandangannya untuk mencari tau apa yang sedang terjadi saat ini, hingga akhirnya Buck Karimova mulai melihat sosok Viollete yang sedang berada di lantai tepat di atasnya melalui lantai kayu yang sedikit bercelah.


"Cihh ... sialan!! Beraninya anak haram itu melakukan semua ini!!" gumam Buck Karimova menatap tajam Viollete dari kejauhan.


Sepasang matanya dipenuhi dengan amarah tinggkat dewa dan kebencian yang seakan sudah mencapai sebuah titik tertinggi saat ini. Dengan cepat Buck Karimova berusaha untuk segera meninggalkan tempat ini sebelum rekan dari Viollete menyadari identitas tersembunyinya saat ini.


Sementara itu ...


"Viollete! Apa kamu baik-baik saja?" ucap Roy mulai menghampiri Viollete.


"Aku baik-baik saja, Senior Roy." sahut Viollete yang masih berpura-pura tak tau apa-apa.


"Syukurlah! Ayo! Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di lantai bawah!" kali ini Roy mulai melenggang lebih dulu untuk mencapai tangga turun yang menghubungkan dengan ruangan yang tepat berada di bawah mereka saat ini.


Viollete juga segera berlari untuk mengikuti Roy. Tak lupa sebuah senjata api yang baru saja diambilnya dan baru saja digunakannya itu dihempaskan begitu saja dan ditinggalkannya.


Sebenarnya Viollete masih begitu panik dan mengkhawatirkan sang papa. Dan Viollete juga berharap sang papa juga bisa menyadari dan memahami sebuah tembakan peringatan yang berasal dari dirinya itu. Dan Viollete juga selalu berharap sang papa akan segera meninggalkan tempat ini.


Kini Roy dan Viollete sudah menuruni tangga dan berhasil mencapai ruangan di bawah mereka yang tadi sempat terdengar ada sebuah suara tembakan. Namun di ruangan ini hanya tersisa beberapa anak buah dari Buck Karimova saja.


Dan sepertinya Buck Karimova sudah berusaha untuk meninggalkan tempat ini karena sudah menyadari jika beberapa penyusup dari Doragonshadou sudah berhasil memasuki salah satu markasnya.


Meskipun Roy dan Viollete memang masih mengenakan masker khusus bercorak tengkorak itu, masker yang hanya dimiliki oleh para anggota Death Eyes, namun karena suara tembakan yang baru saja terjadi ditambah lagi instruksi dari Buck Karimova tentunya, mereka para Death Eyes kini mulai mencurigai Roy dan Viollete.


"Siapa kalian?! Apa kalian tuli?!" ucap salah satu dari mereka kembali mulai terlihat semakin garang.


"Tak penting siapa kami untuk kalian?" jawab Roy dengan suaranya yang begitu jernih namun terdengar begitu tegas dan penyuh dengan penekanan. "Sekarang katakan padaku, dimana Kin Izumi berada?!" imbuh Roy to the point.


"Tuan Kin Izumi kamu bilang? Gyahaha ..." ucap pria itu dengan nada yang begitu menyebalkan lalu mulai tertawa terbahak-bahak. "Kamu tak akan pernah bisa menemukan tuan Kin Izumi. Dia begitu misterius! Kamu tak akan pernah mencapainya! Jangan pernah bermimpi untuk bisa bertemu dengannya, Bocah!!" imbuh pria itu kembali dengan suara yang begitu menggelegar.


Roy dan Viollete mulai saling berpandangan dan mengangguk pelan, hingga akhirnya Roy dan Viollete mulai menghadapi beberapa pria itu. Mereka berdua cukup terampil dan gesit dalam pertarungan jarak dekat ini.


Bahkan hanya dalam kurang dari satu menit saja, ketiga orang pria itu sudah bisa dikalahkan oleh Roy dan Viollete begitu saja dengan begitu mudahnya.


Kini Roy dan Viollete mulai berpindah ke ruangan lainnya lagi secara terang-terangan, karena aksinya kali ini sudah diketahui oleh para Death Eyes. Tak lupa Viollete juga segera melepaskan masker tengkorak yang sudah sedikit mengganggunya itu dan menghemlaskannya begitu saja.


Begitu juga dengan Roy yang juga segera melepas masker bekas yang sudah terpaksa dia kenakan selama beberapa menit terakhir ini hanya demi sebuah penyamaran.


Ruangan demi ruangan mulai di datangi dan mereka berdua berhasil melawan dan melenyapkan satu per satu dari mereka, karena tak satupun diantara mereka mau membuka mulutnya untuk mengatakan keberadaan dari Kin Izumi.


Bahkan ada beberapa yang ingin melakukan dan mengaktifkan bom bunuh diri, namun dengan begitu cepat dan lihai Viollete dan Roy menggagalkannya terlebih dulu, meskipun akhirnya orang-orang itu berakhir di tangan Viollete dan Roy juga.


Sudah hampir seluruh ruangan mereka datangi namun mereka tak menemukan Kin Izumi sama sekali. Mereka berdua hanya menemukan beberapa anak buah Death Eyes yang masih saja membungkam rapat mulutnya.


Dan sebenarnya hal ini cukup aneh bagi Roy. Padahal beberapa saat yang lalu sudah sangat jelas dikatakan jika Yu dan Kin Izumi sudah menunggu Blacky untuk segera kembali ke markas. Namun ... tiba-tiba saja Kin Izumi menghilang dengan begitu cepat dan tanpa jejak. Sungguh sebuah teka-teki untuk Roy yang masih belum dia pahami saat ini.


GUBRAKK ...


BRRUUGGHH ...


BRRAKK ...


Sebuah suara hantaman yang begitu keras dan suara benda berat yang terjatuh mulai terdengar dari sebuah ruangan yang berada di depan Roy dan Viollete.


Viollete dan Roy saling berpandangan selama beberapa saat, hingga akhirnya mulai mengangguk pelan dan mulai melenggang kembali dengan hati-hati dan tetap waspada untuk memeriksa ruangan di depan mereka.