
Seorang gadis dengan setelan blazer berwarna hitam terlihat sedang berlari untuk mengejar sebuah busway yang sudah hampir berjalan meninggalkannya. Pakaian formal yang sedang dikenakan oleh gadis itu seharusnya memberikan kesan yang begitu rapi, namun tidak untuk gadis itu.
Penampilan dengan setelan blazer itu terlihat seperti seorang gadis kantoran, namun memberikan sedikit kesan karyawan yang bandel dan membangkang. Dengan kemeja putih di bagian dalamnya yang masih belum dikenakannya dengan rapi, bahkan masih ada beberapa kancing yang belum dikaitkan dengan rapi.
Kemeja itu juga tidak dimasukkan dengan rapi di dalam celana formalnya, sebagian masih keluar dari celana hitam berbahan drill itu dan sangat tidak rapi dan berantakan. Blazer hitam yang sedang gadis itu kenakan juga terlihat sedikit miring. Benar-benar terlihat seperti seorang karyawan pembangkang dan tidak penurut.
Dan itu semua terjadi karena hari ini sang gadis bangun kesiangan dan sedikit terlambat untuk pergi ke salah satu perusahaan keamanan yang cukup besar dan terkenal di Jepang ini. Bahkan sebuah roti sandwicth yang merupakan menu sarapannya untuk pagi belum sempat dinikmatinya dengan tenang di pagi hari ini.
Roti sandwitch itu dijepitnya diantara bibir merah muda alaminya dan kini gadis itu mulai meraih sebuah tiang besi / pegangan dalam pintu busway itu lalu sedikit melompat dengan menghempaskan tubuhnya untuk memasuki busway itu.
HHAAPP ...
Gadis cantik dengan pakaiannya yang terlihat sedikit kacau dan berantakan itu kini berhasil mendarat dengan sempurna di dalam busway itu. Kini gadis yang tak lain adalah Viollete itu mulai mencari tempat duduk. Dan kali ini Viollete memilih untuk duduk di bangku paling belakang dan di pojokan. Mencari suasana yang sedikit tenang adalah salah satu hal yang disukainya.
"Huft ... akhirnya busway terakhir untuk jam kerja yang tepat di Doragonshadou bisa aku kejar!!" ucap Viollete mulai bernafas dengan lega lalu mulai menikmati roti sandwitch miliknya. "Jika aku terlambat datang, bisa saja tuan Wilson akan berubah fikiran lagi untuk memintaku menemuinya. Huft ... dasar Viollete ceroboh! Seharusnya kamu buat 10 alarm dengan jam weker yang berbeda dan pasang mengelilingimu!!" sungutnya yang kesal dengan dirinya sendiri.
Setelah menghabiskan roti sandwitch miliknya, kini Viollete mulai meneguk air mineral yang sudah dia siapkan di dalam ransel kecilnya dari rumah. Setelah itu gadis berdarah Jepang itu mulai berniat untuk merapikan pakaiannya yang dianggap masih berantakan.
Namun tiba-tiba saja Viollete mulai melihat suatu tindakan kriminal yang terjadi di hadapannya secara langsung. Viollete mulai melihat seorang pemuda yang sedang berdiri di belakang seorang gadis dengan pakaian formal dan rapi ( mengenakan setelan blazer hitam dan rok span yang pendek berwarna hitam juga ).
Pemuda itu mengarahkan ponselnya di bawah, tepat di belakang gadis itu dan mengarah pada bagian pantaat dari gadis itu. Lebih tepatnya kamera pada ponsel pria mesum itu sedang digunakan untuk memotret beberapa gambar mengarah pada bagian dalam pantaat gadis itu.
Kelakuan dari pria itu sama sekali tidak diketahui oleh gadis itu. Bahkan penumpang lain juga tak melihatnya, atau kalaupun ada yang melihatnya mereka tak mau repot-repot untuk mengurusi hal seperti itu. Dengan cepat pria itu segera menyimpan kembali ponselnya ke dalam saku pakaiannya.
Sebagai seorang gadis, tentu saja Viollete juga merasa sangat marah dan kesal melihat tindakan dari pemuda mesum itu. Hingga akhirnya Viollete mulai melenggang dan mendatangi pemuda itu, hingga membuat seluruh perhatian penumpang di dalam busway tertuju kepada mereka berdua.
"Berikan ponselmu padaku!" ucap Viollete yang merupakan sebuah perintah untuk pemuda itu sambil menengadahkan tangan kanannya, sementara sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu menatap tajam pemuda itu.
Pemuda dengan gaya rambuh mowhak itu terlihat tidak menyukai kehadiran dari Viollete. Dan dia dengan tegas menolak kemauan dari Viollete, bahkan pemuda itu malah membuat sebuah cerita palsu untuk menyudutkan Viollete.
Semua penumpang di dalam bus mulai menatap Viollete dengan tatapan aneh dan penuh kecurigaan, dan sepertinya mereka semua mulai berfikiĆ jika Viollete adalah seorang perampok. Bahkan gadis yang terlihat masih sangat muda yang menjadi korban dari pemotretan dari pemuda mesum itu kini juga mulai menatap Viollete aneh.
"Kalian semua salah paham! Aku bukanlah seorang perampok!" ucap Viollete membela diri dan mulai menatap para penumpang itu secara bergantian. "Pemuda ini adalah seorang pemuda mesum! Dia baru saja mengambil beberapa foto candid yang sangat tidak bermoral dari nona ini!" kini Viollete menunjuk sang gadis korban yang kira-kira berusia 17 tahun itu.
Gadis itu terlihat cukup shock saar mendengar ucapan dari Viollete dan mulai menatap aneh pemuda mesum itu.
"Benarkah apa yang sudah dikatakan kakak ini?" tanya gadis cantik yang merupakan korban dari pemuda mesum itu.
Pemuda itu terlihat mendadak gelagapan dan sedikit kebingungan, "Te-tentu saja tidak! Gadis ini sedang memutar balikkan fakta! Jelas-jelas dia yang sudah berusaha untuk merampokku dengan meminta ponselku! Kalian semua melihatnya dengan mata kalian sendiri bukan?!" pemuda itu mulai menyudutkan Viollete kembali demi untuk melindungi dirinya sendiri.
Para penumpang mulai kebingungan harus mempercayai siapa kali ini, namun Violete masih terlihat cukul tenang dan mulai mendekati pemuda itu kembali dengan senyuman miring.
"Bagaimana jika kamu mulai membuka galeri pada ponselmu dan memperlihatkan kepada kami semua isi di dalam galeri itu? Foto-foto yang baru saja kamu ambil tolong perlihatkan kepada kami semua!" titah Viollete menantang pemuda itu.
"Tidak! Itu adalah privasiku!" jawab pemuda itu setelah cukup lama terdiam karena bingung.
"Benar! Buktikan saja! Jika kamu memang tidak bersalah, seharusnya kamu tidak perlu merasa takut untuk memlerlihatkannya kepada kami! Sekarang cepat perlihatkan saja ..." ucap seorang penumpang bus lainnya.
"Benar!! Perlihatkan saja!!" seru penumpang lainnya lagi.
Namun karena sudah semakin merasa terpojok, akhirnya pemuda itu mulai mundur beberapa langkah hingga akhirnya pemuda itu mulai berbalik dan segera berlari ke belakang menuju pintu busway.
"Hei!! Kamu mau lari kemana!! Berhenti!!" Viollete mulai mengejar pemuda itu.
Namun pemuda itu mulai membuka pintu busway dan mulai melompat keluar dari busway begitu saja. Viollete masih berusaha untuk mengejar pemuda itu, hingga akhirnya Viollete mulai meraih sebuah besi penggantung di atas pintu lalu mengayunkan badannya beberapa kali hingga akhirnya Viollete menghempaskan tubuhnya keluar dari busway itu.
HUUPHH ...