The Goddess Of War

The Goddess Of War
Kagami Rui



Di dalam sebuah ruangan yang cukup megah dan kokoh. Terlihat seorang gadis yang sudah terduduk di salah satu sofa berwarna cream lembut.


Sementara di hadapannya sudah ada seorang pria paruh baya dan seorang wanita paruh baya yang duduk dan bersekat sebuah meja dengan taplak berwarna merah maroon dengan list keemasan.


Di kursi samping sudah ada dua orang pemuda yang memiliki wajah dan perawakan yang sama persis terlihat sedang terdiam dan menatap seorang gadis yang terduduk di depan.


Mereka adalah Viollete, Yuna, Kenzi dan Kenzou yang sedang duduk bersama di salah satu ruang keluarga kediaman rumah besar keluarga Kagami.


"Sekali lagi aku ingin meminta maaf kepada kalian semua. Aku sudah menyakiti nyonya Yuna, bahkan aku juga sudah membuat Kazuma sakit dan koma. Aku minta maaf ... namun aku akan menerima segala konsekuensinya. Aku akan menerima hukuman apapun yang akan diberikan untukku." ucap Viollete begitu lirih dan bergetar.


Sepasang matanya juga terlihat sudah berkaca-kaca. Karena hatinya tentu saja terasa begitu sesak dan sakit. Sungguh keadaan yang membuat semua orang yang berada disini menjadi sangat dilema. Terutama Kagami Jiro dan Yuna.


Yuna mulai meraih jemari Kagami Jiro, dan membuat mereka saling bertatapan selama beberapa saat. Yuna juga mengisyaratkan agar Kagami Jiro tak memutuskan apapun untuk saat ini.


"Kin Rui ... aku tau semua yang telah kamu lakukan adalah salah. Namun semua itu kamu lakukan adalah karena Kin Izumi yang sudah selalu menghasutmu sejak kamu kecil. Aku tau ... kamu adalah gadis polos yang sangat baik dan cerdas. Kamu tak akan melakukan hal ini sendirian, karena hatimu sangatlah lembut, Sayang." ucap Yuna yang yang tak pernah dibayangkan sebelumnya oleh Viollete, Kagami Jiro, Kenzi maupun Kenzou.


"Tapi, Ibu ..." sela Kenzou tak terima.


Yuna mulai beralih menatap Kenzou dan mengangguk pelan, memberikan isyarat untuk Kenzou agar diam dulu dan tidak menomorsatukan egonya.


"Kami tidak akan memberikan hukuman untukmu, Kin Rui. Selama ini kami sudah selalu mencari keberadaanmu. Selama 18 tahun kami selau berusaha untuk mencarimu dan berharap bisa segera menemukanmu. Kamu adalah putri sulung dari kami. Kembalilah bersama kami ... ibu sudah memaafkanmu, Kin Rui sayang ..." ucap Yuna menahan air mata harunya.


Bahkan Kagami Jiro yang yang mendengarkan ucapan dari Yuna merasa begitu terharu, hingga membuat sepasang mata kecoklatan itu berkilauan seperti kristal.


Yuna memang sangat baik dan memiki hati yang begitu besar. Terima kasih karena masih memberikan sebuah kesempatan untuk putriku, Yuna ... terima kasih karena kamu memahami hatiku. Aku menyayangi kalian, tapi aku juga merindukan putriku. Dan aku juga tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya. Terima kasih, Yuna ...


Batin Kagami Jiro tanpa sadar sudah menitikkan air mata hangatnya, namun dengan cepat Kagami Jiro segera menyekanya kembali.


"Kemarilah, Sayang. Ibu ingin sekali memelukmu ..." ucap Yuna mulai menarik sudut-sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman yang begitu hangat.


Yuna juga mulai merentangkan kedua tangannya lebar berharap Viollete akan datang ke pelukannya.


Viollete yang sudah tak bisa lagi menahan air matanya, kini mulai menumpahkannya begitu saja hingga membasahi pipinya. Gadis itu juga mulai mendekati Yuna dan segera duduk bersimpuh di hadapan Yuna.


"Sayang, jangan menangis lagi ... kamu sangat cantik ketika sedang tersenyum, senyuman yang begitu manis yang pernah kamu perlihatkan saat kita pergi ke taman bermain saat itu ..." ucap Yuna berusaha untuk menghibur Viollete.


Namun Viollete malah semakin terisak dan memeluk kedua kaki Yuna.


"Aku sungguh minta maaf padamu, Nyonya ... hiks ... aku sudah sangat jahat padamu dan Kazuma ... hiks ..." ucap Viollete begitu parau dan masih terisak.


Viollete mulai memberanikan diri untuk mendongak Yuna. Yuna dengan begitu hangat mulai menyeka air mata Viollete dan tersenyum penuh dengan kehangatan.


"Kamu mau kan sayang tinggal disini bersama dengan kami?" ucap Yuna kembali.


"Lalu ... bagaimana dengan Kazuma? Kazuma pasti akan sangat membenciku. Dia pasti tak akan memaafkanku ..." ucap Viollete begitu lirih dan masih tak memiliki kepercayaan diri penuh untuk bisa tetap bersama dengan mereka.


"Kazuma adalah anak yang baik dan pemaaf. Dia tidak akan membencimu, Rui. Dia selalu merindukanmu selama ini, dan dia selalu berharap untuk bisa segera bertemu dengan kakak sulungnya." ucap Kagami Jiro menyela.


"Tap-tapi ..." sergah Viollete masih saja merasa belum lega akan masalah ini. Karena saat itu Kazuma pernah mendengarkan pembicaraannya bersama dengan Kin Izumi.


"Jangan kamu pikirkan masalah ini, Sayang. Segera kemasi barang-barangmu dan ajak Cloud untuk tinggal di rumah ini." ucap Yuna kembali. "Untuk Kazuma, kita berharap saja ... semoga Kazuma bisa segera sadar dan pulih kembali. Kazuma akan memahami semua ini." imbuh Yuna mengusap lembut sisi samping wajah Viollete.


BRAKK ...


Kenzou melempar sebuah majalah di atas sofa dan segera meninggalkan ruangan ini begitu saja.


"Kenzou!! Tunggu!!" kali ini Kenzi mulai bangkit dari tempat duduknya dan segera mengejar sang adik.


Melihat sikap dari Kenzou yang seakan tak menerima kehadiran dari dirinya, sebenarnya adalah hal yang cukup wajar. Namun sebenarnya ada rasa sakit di dalam hati Viollete saat ini saat melihat semua sikap dingin Kenzou itu.


"Jangan kamu pikirkan Kenzi dan Kenzou. Mereka mungkin masih terlihat kaget dan merasa sedikit marah, namun sebenarnya mereka berdua juga sangat merindukanmu kok. Selama ini mereka juga selalu berharap untuk segera bisa bertemu denganmu." ucap Yuna lagi.


Viollete sedikit menghela nafas dan mulai mengangguk pelan.


...⚜⚜⚜...


Viollete dan Cloud mulai pindah dan tinggal di rumah besar Kagami. Namun hingga sampai saat ini Kenzou masih saja tak mau berbicara dengan Viollete. Seakan amarahnya masih saja tersimpan dengan sangat rapi di dalam hatinya.


"Mulai sekarang namamu bukan lagi Viollete Karimova, namun namamu sekarang adalah Kagami Rui. Karena Rui adalah nama pemberian dari Amane, maka aku tak akan menghilangkannya dari dirimu." ucap Kagami Jiro menatap lekat Rui, putrinya.


"Baiklah, Ayah ..." sahut Rui dengan suara yang sedikit bergetar dan sebenarnya masih sedikit kaku saat memanggil Kagami Jiro dengan panhgilan ayah.


GREEP ...


Kagami Jiro tersenyum hangat dan mengusap bahu Rui, "Tidak masalah. Kamu akan terbiasa dengan semua ini. Dan Cloud ... jangan sedikitpun merasa segan saat tinggal disini. Biar bagaimanapun sekarang ini aku juga adalah ayahmu. Dan aku juga akan merubah namamu karena akan memasukkanmu dalam daftar keluarga. Namamu adalah ... Kagami Cloud." imbuh Kagami Jiro beralih menatap Cloud.