
Seorang gadis dengan memakai setelan pakaian hangat berwarna abu-abu cerah dengan gaya rambutnya yang dikucir cepol, terlihat sedang fokus dan berkutat di depan sebuah layar yang berukuran 14 inchi itu.
Kali ini gadis itu sedang berusaha untuk melakukan cracking data dan melakukan peretasan dari Doragonshadou untuk mencuri data-data maupun beberapa informasi penting yang terjadi saat 18 tahun yang lalu saat di Tokyo dengan memasukkan beberapa kode rahasia untuk mengaksesnya.
Dan semua yang dilakukan oleh gadis yang tak lain adalah Viollete ini tidak diketahui oleh Buck Karimova. Sepasang matanya yang tajam terus melakukan pencarian pada layar itu untuk mencari beberapa informasi yang sedang dia butuhkan saat ini.
Wajah ayu nan dingin itu sudah terlihat begitu tak sabaran saat menunggu proses peretasan itu. Jari telunjuknya dijentik-jentikkannya di atas meja dan membuat sebuah ritme ketukan yang teratur.
"Cih ... lama sekali!" keluhnya tak sabaran.
Hingga akhirnya sebuah senyuman tipis mulai menghiasi wajah ayunya saat membaca sebuah notifikasi berwarna kebiruan pada layar di hadapannya itu.
Loading completed
Dengan cepat Viollete segera berselancarpada ruang digital itu untuk mencari beberapa informasi yang berhubungan dengan kematian sang mama 18 tahun yang lalu.
Namun sepertinya usahanya kali ini juga berakhir dengan sia-sia. Tak ada informasi apapun yang Viollete dapatkan mengenai mamanya. Dan lagi-lagi hal ini membuatnya cukup bingung dan merasa sangat aneh.
"Mama ... mengapa tak ada informasi apapun dari media ataupun dari Doragonshadou? Ini sungguh aneh sekali. Seharusnya ada berita tentang kematian mama, karena mama adalah bukan seorang wanita biasa. Mama adalah seorang peracik parfum yang sangat terkenal! Dan mama juga menikah dengan papa, seorang pengusaha kaya dan terkenal! Sungguh ini aneh sekali! Seperti ada seseorang yang sudah berusaha menutupi kematian mama. Sungguh licik sekali Kagami Jiro!" gumam Viollete pelan.
Namun tiba-tiba Viollete menemukan sebuah foto bersama antara Kagami Jiro muda yang sedang bersama seorang waniya paruh baya di sebuah acara yang di sekelilingnya ada beberapa botol dan beberapa jenis parfum. Dan yang membuat Viollete begitu memperhatikan dan mengamati foto itu adalah karena di samping Kagami Jiro muda, ada sosok sang mama, Amane.
Mereka bertiga berfoto bersama dan terlihat begitu berbahagia saat itu. Raut wajah dari mereka bertiga terlihat begitu hangat dan tersenyum tanpa ada sebuah beban.
"Sebenarnya apa hubungan mama dengan Kagami Jiro? Mengapa mereka terlihat begitu dekat saat itu? Apakah ini semacam cinta segitiga?" gumam Viollete semakin kebingungan setelah melihat foto itu.
Namun tiba-tiba mulai terdengar notifikasi peringatan yang berasal dari laptop Viollete. Dengan cepat Viollete mengambil dan menyimpan foto itu pada PC pribadinya.
"Cihh ... sial!! Mereka mengetahui pergerakanku!!" Viollete mendengus kesal lalu segera menghilangkan jejaknya pada dunia digital itu, agar tak satupun anggota dari Doragonshadou mengetahui identitas tentang dirinya.
Sementara itu di markas besar Doragonshadou ...
"Tuan Kagami Jiro! Ada yang sedang berusaha untuk mencuri beberapa data dari Doragonshadou!" Igor, asisten Kagami Jiro mulai melaporkan karena sistem keamanan data Doragonshadou saat ini sedang melaporkan jika sudah ada seorang penyusup yang telah memasukinya dan berusaha untuk menuri beberapa data rahasia.
"Sial!! Perkuat keamanan dan temukan penyusup itu!!" titah Kagami Jiro dengan suara yang begitu menggelegar dan mulai mengecek melalui sebuah oled transparent yang berukuran 23 inchi di hadapannya untuk melihatnya sendiri.
"Baik, Tuan." Igor menyauti dengan patuh dan segera undur diri untuk segera menjalankan perintah dari Kagami Jiro.
"Sial!! Dasar bajingan kecil ini!! Siapa yang sudah bisa menandingi kecersasanku kali ini?!!" geram Kagami Jiro terlihat begitu murka dan mulai menghempaskan beberapa barang yang berada di atas meja kerjanya.
"Tidak pernah aku menemukan hacker se-genius ini sebelumnya. Siapa dia? Apakah Death eyes masih ada hingga saat ini? Akan Sangat berbahaya jika aku mengabaikannya." Kagami Jiro mulai menautkan kedua jemarinya dengan kedua siku di atas meja kerjanya, sementara selasang netranya menatap tajam lurus-lurus.
Sementara itu ...
"Fiuhh ... sebaiknya aku mulai menyelidiki hubungan antara mama dan Kagami Jiro terlebih dahulu. Jangan sampai papa mengetahui rencanaku!" gumam Viollete yang mulai merebahkan dirinya di atas pembaringannya yang begitu empuk.
TRINNG ...
Tiba-tiba saja sebuah notofikasi mulai terdengar dari ponsel Viollete. Viollete yang masih terbaring di atas pembaringannya kini mulai meraih ponselnya dan mulai membaca pesan itu.
Makan malam bersama yuk, sebagai perayaan aku mendapatkan pekerjaan baru. Aku diterima kerja di sebuah perusahaan penyalur, divisi keamanan. Dan besok aku akan dibawa ke sebuah perusahaan yang sudah diputuskan dimana aku akan bekerja. Nickhun.
"Wah, Nickhun sudah akan mulai bekerja besok? Ah ... baiklah!! Ayo makan malam bersama!" gumam Viollete lalu mulai membalas pesan itu dan mulai bangun dari tempat tidurnya.
Viollete sama sekali tidak berganti pakaian, maupun berdandan kembali. Gadis itu langsung saja memutuskan untuk menemui Nickhun apa adanya, dengan penampilannya yang sekarang.
"Kau mau pergi kemana, Vio?" Buck Karimova yang kebetulan sedang menikmati sepuntung rokoknya dan duduk di ruangan tengah mulai bertanya kepada Viollete.
"Aku hanya ingin mencari makanan di sekitar sini, Papa. Dan juga membeli beberapa keperluan untuk hari pertama bekerja besok." jawab Viollete dengan jujur.
"Oh, iya. Selamat ya karena akhirnya kamu sudah resmi dan bisa bergabung bersama dengan Doragonshadou! Semoga semua berjalan dengan lancar." ucap Buck Karimova yang terlihat cukup puas karena akhirnya Viollete sudah bisa menyusup dan bergabung dengan sempurna di dalam keluarga besar Doragonshadou.
"Hhm. Iya, Papa. Ini semua karena pelatihan dari papa dan akhirnya aku bisa diakui oleh mereka." jawab Viollete dengan senyum lebar.
"Apa kamu sudah mendapatkan teman baru di Jepang? Papa sarankan kamu lebih berhati-hati dalam berteman dan memilih teman. Jangan sampai mereka mengetahui identitasmu yang sebenarnya." ucap Buck Karimova mulai mengingatkan Viollete kembali.
"Hhm. Iya, Papa. Aku mengerti." sahut Viollete dengan nada rendah namun masih diiringi dengan senyuman manis.
Dan sampai saat ini Viollete belum pernah menceritakan tentang Nickhun yang sudah menyusulnya hingga sampai ke Jepang.
"Hhm. Baiklah. Apakah tidak lebih baik pergi bersama Cloud saja?" ucap Buck Karimova mulai mengepulkan asap putih dari lubang hidungnya.
"Tidak, Papa. Cloud sedang belajar. Aku sendiri saja." sahut Viollete dengan senyum lebar. "Kalau begitu aku pergi dulu, Papa." imbuh Viollete lalu mulai melenggang meninggalkan rumah ini.