
Wilson mulai memberikan sebuah USB flash drive lainnya untuk Kagami Jiro. Setelah melepaskan USB flash drive sebelumnya dari port USB, kini Kagami Jiro mulai mecolokkan USB flash drive yang baru saja diberikan oleh Wilson.
Sebuah file mulai di-klik di dalam sebuah folder oleh Kagami Jiro. Kini sebuah video rekaman CCTV yang berada di tempat yang tak jauh dari lokasi kejadian memperlihatkan seorang gadis sedang berjalan dengan langkah terburu lalu mulai menghadang sebuah taxi dan meninggalkan tempat itu.
"Viollete?" gumam Kagami Jiro dengan kening yang berkerut.
"Benar sekali, Tuan Kagami Jiro. Video itu terjadi setelah 5 menit saat tuan muda Kazuma mengalami kecelakaan. Memang tak bisa dipastikan Viollete terlibat, karena rekaman ini didapatkan dari lokasi yang sedikit jauh dari tempat itu." ucap Wilson menyimpulkan.
Memang tidak bisa dikatakan gadis muda bernama Viollete itu terlibat dalam kecelakaan yang terjadi pada Kazuma, namun ... jika mengingat tingkah Nickhun yang seakan sedang melindungi seseorang ... apakah ini jawabannya? Apakah orang yang sedang ingin dilindungi Nickhun adalah Viollete? Apakah Viollete ada hubungannya dengan kecelakaan yang dialami oleh Kazuma? Arghhh ... kesimpulanku ini tak memiliki bukti sama sekali!! Sial!!
Batin Kagami Jiro mulai menautkan kedua jemarinya kembali dan kedua alis tegasnya masih saling berkerut berdekatan. Badan kekar dan besarnya mulai disandarkannya pada kursi kerjanya yang super empuk dan nyaman itu.
"Panggil Aya dan Viollete kemari!!" titah Kagami Jiro mulai memutar kursinya dan kini posisinya membelakangi Wilson.
"Baik, Tuan. Tapi Viollete sedang mengambil cuti dadakan selama 3 hari karena ada saudaranya yang sedang sakit. Dan Simon juga sudah mengkonfirmasinya." ucap Wilson dengan nada bicaranya yang rendah.
Kagami Jiro mulai memijit keningnya kembali dam beberapa saat memejamkan sepasang mata coklatnya.
"Baiklah! Panggil Aya kemari sekarajg juga!!" titah Kagami Jiro lagi.
"Baik, Tuan." sahut Wilson.
Setelah beberapa saat ...
"Apa saja yang kamu lakukan saat hari Minggu kemarin? Katakan semuanya dengan detail!" perintah Wilson ketika Aya sudah datang di ruangan Kagami Jiro dan duduk di seberang Kagami Jiro.
"Hari Minggu kemarin?" gumam Aya sedikit menggaruk-garuk pelipisnya dengan jari telunjuknya, sepasang matanya mulai memutar dan Aya terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Hhm. Katakan padaku semua yang kamu lakukan di hari minggu!" Wilson yang juga duduk dinsebelah gadis itu menyauti lagi.
Sementara Kagami Jiro masih duduk di kursinya dengan kedua tangannya yang saling disilangkannya di depan dada bidangnya dan mengawasi gerak-gerik dari Aya.
"Saat hari minggu, aku bangun tidur jam 8.30 Am. Lalu aku mandi dan segera mencuci pakaianku, seprei dan selimutku saat itu, karena aku sedang datang bulan dan tembus saat itu ..." jelas Aya yang malah menjelaskan terlalu rinci dan tidak menyaringnya sama sekali.
Kagami Jiro sedikit menunduk dan mulai memijit keningnya kembali, terlihat begitu pusing dan seakan sedang menahan emosinya kembali. Wilson yang menyadari semua itu kini segera bertindak agar gadis bernama Aya itu tak mengatakan hal konyol lainnya lagi.
"Aya!! Katakan apa di hari itu kamu pergi ke suatu tempat?" tanya Wilson memotong ucapan Aya yang sudah seperti kereta api, panjang dan tidak berjeda.
"Uhm ... ya, Tuan. Saat itu aku mengunjungi Quenns's Square Mall untuk membeli beberapa pakaian untuk bekerja dan juga beberapa cemilan. Namun aku bertemu dengan teman saat itu. Dan dia juga bekerja di dalam markas utama Doragonshadou. Jadi kami memutuskan untuk makan bersama karena sudah lapar." jawab Aya dengan jujur.
"Dia adalah seorang pria, Tuan. Aku tak sengaja bertemu dengan Nickhun dari divisi soldier. Dan kami maemutuskan untuk makan bersama. Karena dia juga adalah teman dari Viollete, rekan satu timku. Jadi tidak ada salahnya untuk berteman dan akrab dengannya." jelas Aya dengan jujur.
"Hanya bertemu dengan Nickhun saja? Apa kamu tidak bertemu dengan seseorang atau beberapa orang lainnya lagi, Aya?" tanya Kagami Jiro kembali.
Aya mulai memutar bola matanya kembali dan berusaha untuk mengingat-ingag sesuatu yang terjadi di hari minggu.
"Ya, Tuan. Kami hanya berdua saja. Saat itu Nickhun juga sedang pergi seorang diri dan tak sengaja kami bertemu." ucap Aya dengan jujur.
Karena saat itu Aya memang tidak melihat dan juga Aya tidak mengetahui jika Nickhun sedang membuntuti Viollete dan Kazuma.
"Begitu ya. Lalu setelah makan bersama kalian pergi kemana?" tanya Wilson kembali.
"Kami pulang bersama naik busway karena ternyata rumah kami juga searah." jawab Aya lagi.
"Jika kamu memang mengetahui Nickhun tidak bersalah, lalu mengapa kamu hanya diam dan tidak berusaha untuk membantunya terbebas dari tuduhan ini?" tanya Kagami Jiro memicingkan sepasang matanya menatap Aya.
"Aku sama sekali tidak tau, mengapa Nickhun bisa sampai ditahan oleh Doragonshadou, Tuan Kagami Jiro. Aku sendiri sangat kebingungan karena tak ada satupun tang memberitahukan alasan mengapa Nickhun ditahan." ucap Aya dengan jujur.
"Baiklah. Kau benar! Berita ini belum tersebar kemana-mana! Aku harap kamu bisa menjaga rahasia ini." ucap Kagami Jiro yang terlihat sudah cukup lelah. "Kau boleh kembali, Aya." imbuh Kagami Jiro.
"Baik, Tuan." sahut Aya dengan nada rendah dan mulai memberikan salam penghormatan dan meninggalkan ruangan ini.
"Bebaskan Nickhun! Dia tidak bersalah!" titah Kagami Jiro kepada Wilson.
"Baik, Tuan!" sahut Wilson lalu mulai meninggalkan ruangan itu.
Kagami Jiro mulai termenung dan merasa cukup kebingungan akan semua hal ini. Tak pernah sebelumnya dia memiliki masalah yang serumit dan sulit untuk dipecahkan seperti saat ini, selain kehilangan putrinya Kin Rui 18 tahun yang lalu tanpa jejak sama sekali.
Hampir semua kasus biasanya bisa segera dipecahkan olehnya dan bawahannya dengan begitu mudah. Namun kali kali ini semua yang terjadi begitu bersih tanpa meninggalkan petunjuk apapun.
"Kin Izumi ... kaukah yang berada di balik semua ini lagi? Aku tak akan membiarkanmu untuk lolos kali ini!! Aku akan segera menemukanmu dimanapun kamu berada saat ini!! Tunggulah hingga saat itu tiba!! Kamu sudah berhasil membawa putriku pergi dan jauh dariku, kamu juga sudah membuat putra bungsuku terbaring koma!! Aku tak akan melepasmu lagi!! Aku akan membuat kamu membayar semuanya!" geram Kagami Jiro yang sudah dipenuhi oleh amarahnya yang semakin menggunung.
Sepasang mata dengan pupil kecoklatan itu menyorot dengan sangat tajam, rahang tegasnya mulai mengeras, kedua tangannya juga sudah mengepal dengan kuat. Auranya kini sudah sangat berubah menjadi begitu kelam dan menakutkan.
...⚜⚜⚜...