The Goddess Of War

The Goddess Of War
Rencana Baru!



Kini Ryuga mulai berniat untuk meninggalkan kios yang menjual beberapa perlengkapan persenjataan itu, namun tiba-tiba saja kedua pria itu mulai menghadang Ryuga.


"Hei!! Tunggu, Pemuda!!" ucap salah satu pria itu menahan Ryuga sambil menimang-nimang pisau lipatnya yang baru saja dibelinya di kios ini.


Kedua pria dewasa itu mulai menatap dan mengamati Ryuga dari ujung kaki hingga ujung kepalanya dengan tatapan yang cukup tajam dengan kening yang berkerut.


Ryuga juga masih menatap tajam kedua pria itu secara bergantian. Seluruh tubuhnya sudah begitu waspada dan bersiap jika saja kedua pria itu tiba-tiba menyerang dirinya.


"Lighter-ku habis! Boleh aku meminjam milikmu?" sebuah kalimat pertanyaan itu tiba-tiba saja dilayangkan oleh salah satu pria dewasa itu sambil mengeluarkan sebuah puntung rokok dan mulai menjepitnya diantara bibirnya.


"Maaf, tapi aku tidak merokok. Permisi ..." sahut Ryuga yang mulai berniat untuk meninggalkan mereka berdua kembali.


Namun salah satu dari mereka mulai menahan Ryuga kembali dengan mengangangkat tangan kirinya untuk menghalangi jalan Ryuga. Dengan terpaksa Ryuga kembali berhenti lagi.


Salah satu pria itu kini mulai berjalan beberapa langkah dan mulai berdiri di hadapan Ryuga kembali. Lagi-lagi pria berkumis tebal itu menatap Ryuga dengan tatapan yang sangat tajam.


"Pemuda ... siapa kamu sebenarnya? Aku tak pernah melihat kamu sebelumnya? Apa kamu bukan salah satu warga desa Aiko Iyashi No Sato?" tanya pria dewasa berkumis tebal itu masih menatap lekat Ryuga.


Tatapn mereka berdua kembali bertemu dan saling menatap begitu menusuk, sangat dingin dan tajam. Namun, belum sempat Ryuga menjawab pertanyaan dari pria dewasa itu, tiba-tiba saja ada seorang pria berambut gondrong kemerahan yang berlarian ke arah mereka.


"Hideyasu! Gara! Tuan Yu meminta kita untuk segera berkumpul di markas!" ucap pria yang baru saja datang itu


Tanpa panjang lebar lagi, akhirnya mereka bertiga mulai meninggalkan kios persenjataan itu dan meninggalkan Ryuga begitu saja. Ryuga merasa sedikit beruntung karena mereka tidak melanjutkan mengintrogasi dirinya, dan ini adalah sebuah kesempatan emas untuknya untuk segera memberikan instruksi untuk semua rekan satu timnya.


Sementara itu ...


SRRKK ...


SRRKK ...


Sebuah handy talky mulai terdengar menandakan jika seseorang yang sedang berada dari seberang sedang berusaha untuk berbincang dengannya.


Seorang gadis berambut pendek yang sedang mengenakan sebuah topi berwarna abu-abu cerah kombinasi dusty pink terlihat sudah bersiap untuk mendengarkan sebuah pesan untuknya melalui handy talky tersebut.


Gadis cantik yang memililiki sepasang mata kecoklatan dengan bulu mata yang begitu lentik itu mengenakan sebuah tank top hitam press body yang memiliki panjang di atas pusar. Sebuah jaket baseball berwarna abu-abu kombinasi merah dan putih dengan manis juga sudah membalut tubuh rampingnya.


Jaket baseball itu dibiarkannya terbuka begitu saja. Jaket itu juga hanya memiliki panjang di atas pusarnya. Penampilannya yang begitu heroik dan keren itu dia sempurnakan dengan memakai sebuah celana jeans berwarna gelap. Sebuah senjata api laras pendek juga sudah selalu di siapkan untuk mengantisipasi jika terjadi sebuah serangan mendadak.


"Aya! Lay Zhang! Apa kalian bisa mendengarku?" suara seorang pria mulai terdengar melalui handy talky berwarna hitam yang saat ini berada pada genggaman seorang gadis bernama Aya.


Kini gadis bernama Aya itu mulai mendekatkan handy talky itu dan mulai menjawabnya.


"Ya, Senior Ryuga. Aku mendengarnya!" Aya menyauti sambil mendongak menatap seorang pemuda di hadapannya yang merupakan partnernya saat ini. Pemuda itu adalah Lay Zhang.


"Jangan gegabah untuk menyerang mereka! Kita harus lebih berhati-hati. Kin Izumi sedang berada di desa Aiko Iyashi No Sato! Jika bisa dilakukan, tetap tenang dalam penyelidikan dan pengintaian ini! Jika kita beruntung, kita akan menemukan dia saat ini juga!" ucap Ryuga menginstruksi dari seberang.


"Kin Izumi? Petinggi dari Death Eyes sudah kembali ke Jepang?" kali ini Lay Zhang mulai berkata dengan kening yang berkerut.


"Ya! Aku baru saja mendapatkan informasi ini! Tolong hubungi Roy dan Viollete! Aku sama sekali tak bisa menghubungi mereka!" ucap Ryuga kembali.


Setelah itu tiba-tiba saja koneksi itu terputus dan Aya segera mencoba untuk menghubungi Viollete dan senior Roy, namun tetap saja tak ada jawaban. Berulang kali Aya berusaha untuk menghubungi mereka berdua, namun hasilnya adalah nihil.


Hingga akhirnya Aya mulai menyimpan kembali handy talky berwarna hitam itu di dalam tas anti airnya yang berwarna hitam kombinasi pink lembut.


"Dimana senior Roy dan Viollete? Apa sesuatu telah terjadi dengan mereka berdua?" gumam Lay Zhang berbalik dan berjalan dua langkah lalu menatap sebuah hutan yang berada di hadapannya.


"Aku juga tidak tau. Namun mereka mendapatkan tugas untuk memeriksa daerah di dekat hutan." sahut Aya yang juga mulai menatap hutan yang berada di seberang.


Dan entah mengapa perasaan Lay Zhang dan Aya mengatakan seolah Viollete dan senior Roy sedang berada di hutan seberang sana.


"Aya! Ayo kita pergi ke dalam hutan itu! Persiapkan senjatamu selalu! Dan selalu waspada dan awasi sekitar!" gumam Lay Zhang yang masih menatap lurus ke arah hutan yang sedikit gelap dan berkabut itu dan mulai mempersiapkan senjata api laras pendeknya yang masih memiliki peluru penuh.


Bersambung ...



Profil biodata Aya Nakagawa:


Name : Aya


Birth : 28 September


Zodiak : Libra


Hight : 167 cm


Weight : 49 kg


Age : 24 years old


Yang paling dibenci : pembohong


Yang paling disukai : orang jujur dan apa adanya.


Makanan faforite : ramen


Hobi : Bermain game, bermain dengan senjata api, bela diri judo dan kendo.


Aya adalah sosok gadis yang cukup pandai bergaul. Gadis ini akan selalu mengungkapkan diri yang sebenarnya dan selalu apa adanya. Tidak ada perilaku sok di dalam dirinya, dan merupakan gadis bar-bar dan selalu blak-blakan, serta berbicara ceplas-ceplos, karena apa yang orang lain lihat dari luar adalah keaslian dari pribadi seorang Aya.


Kejejujuran Aya yang sering kali berbicara apa adanya ini hanya bertujuan untuk menyelamatkan orang lain dari keseulitan. Dan seorang Aya akan selalu berkata dengan jujur untuk kebaikan dari orang-orang di sekelilingnya.


Maka dari itu sangat jarang Aya akan mengucapkan kata-kata manis dan berpura-pura saat menjadi temannya.


Jika Aya sedang menyukai orang lain, hal itu akan terpampang dengan nyata. Begitu pula sebaliknya, bila ada sesuatu dari orang lain yang membuat Aya kesal, mereka Aya akan segera menunjukkannya langsung.


Sebenarnya Aya adalah seorang gadis yang baik, lugas, tulus, tegas dan pemberani.