
Beberapa limusin mewah berwarna hitam metalik sudah berderet rapi di depan sebuah bangunan besar, megah dan begitu kokoh. Bangunan yang berdiri dengan kokoh itu adalah merupakan kediaman seorang perdana menteri Jepang.
Beberapa pihak keluarganya sudah terlihat menantikannya untuk menyambutnya dengan sambutan yang begitu hangat dan besar, karena Perdana Menteri Tokyo saat ini Hiroyuki baru saja tiba setelah melakukan dinas kerja dari luar negeri.
Dan kali ini tim Ryuga-lah yang bertugas untuk melakukan pengawalan untuk tuan Hiroyuki saat kepulangannya menuju ke rumah besarnya.
Sebenarnya tuan Hiroyuki sudah memiliki beberapa pengawal pribadi. Namun akhir-akhir ini memang sering mendapatkan pengawalan khusus dari Doragonshadou, karena beberapa waktu yang lalu ada yang berusaha untuk menyerang tuan Hiroyuki beberapa kali.
Hiroyuki dan orang-orangnya menggunakan sebuah Limusin di depan, sedangkan beberapa pengawalnya menggunakan 1 mobil BMW hitam yang melaju di garis paling depan dan 1 mobil BMW hitam lainnya. Dan ada 2 mobil lagi berwarna hitam metalik yang melaju di belakang mereka.
Kedua mobil itu adalah tim Ryuga. Satu mobil berisikan Ryuga dan Aya. Sedangkan mobil lainnya berisikan Roy, Lay Zhang dan juga Viollete.
Namun tiba-tiba ada sesuatu yang sedikit aneh terjadi. Laju dari mobil limusin hitam metalik yang membawa Perdana Menteri Tokyo Hiroyuki itu berbelok dan mengubah arah lajunya. Beberapa orang yang berada di keempat mobil lainnya merasa cukup kebingungan saat ini.
Termasuk Ryuga dan Roy yang berada di masing-masing mobilnya merasa cukup aneh setelah melihat hal ini. Seakan ada yang mengganjal dan tidak beres, hingga akhirnya keempat mobil itu mulai mengikuti sebuah limusin hitam metalik yang sudah semakin jauh karena mempercepat lajunya.
Keempat mobil itu mulai menambah kecepatan lajunya agar bisa segera menyusul limusin yang sedang membawa Perdana Menteri Hiroyuki. Namun jarak mereka kembali terpisah setelah keempat mobil itu terjebak di lampu merah, sementara Limusim itu sudah melewati mampu lalu lintas sebelum lampu itu berubah menjadi merah.
"Ciihh ... sial!!" gerutu Ryuga terlihat begitu kesal dan memukul setirnya saat di dalam mobilnya.
Setelah beberapa saat menunggu, lampu sudah berubah kembali menjadi hijau. Keempat mobil itu kembali melaju dengan kecepatan yang lebih cepat dan berharap akan segera bisa menyusul limusin itu.
Kedua mobil yang dinaiki oleh pengawal Hiroyuki melaju paling depan, dan melaju pasti dengan arah tujuan yang sangat yakin meskipun limusin Hiroyuki tak berada di hadapannya. Atau sepertinya memang mereka sudah memasang sebuah alat pelacak sebelumnya untuk antisipasi.
Hingga akhirnya keempat mobil itu mulai memasuki sebuah stasiun kereta api. Dan mereka juga menemukan limusin itu ada di halaman parkir, namun Hiroyuki dan semua pengawalnya sudah tak terlihat lagi oleh mereka.
Salah satu pengawalnya yang sedang bersama dengan tim Ryuga mulai berusaha untuk menghubungi Hiroyuki, namun panggilan itu tak ditanggapi sama sekali. Bahkan panggilan kedua, ponsel Hiroyuki malah tidak aktif. Dan semua itu mungkin saja untuk menghilangkan jejak, dan situasi saat ini adalah Hiroyuki benar-benar sedang diculik.
Para pengawal mulai berpencar untuk segera mencari tuannya karena merasa sangat khawatir. Ryuga juga mulai memberikan instruksi untuk para juniornya dengan cepat.
"Semua berpencar dan temukan tuan Hiroyuki secepat mungkin! Sisiri seluruh stasiun ini dengan benar, jangan sampai penyusup itu berhasil untuk membawa kabur tuan Hiroyuki untuk meninggalkan Tokyo!" titah Ryuga menandaskan dengan tegas. "Lay Zhang dan Aya, kalian periksalah di seluruh halaman depan stasiun. Roy dan Viollete periksa di seluruh ruangan tunggu. Aku akan memeriksa di keberangkatan!" imbuh Ryuga lagi sambil menatap satu per satu rekan kerjanya secara bergantian.
"Baik!!" sahut Roy, Viollete, Lay Zhang dan Aya dengan kompak dan bersamaan.
Viollete dan Roy juga mulai memasuki ruang tunggu sebelum para penumpang melakukan perjalanan dengan kereta api. Tempat ini tidak terlalu besar, namun di tempat ini Viollete dan Roy juga tak melihat keberadaan dari Hiroyuki sama sekali.
Namun seakan mereka berdua tak pernah lelah, mereka berdua terus dan terus melakukan pencarian dan berharap akan segera menemukan Perdana Menteri Hiroyuki.
Namun tiba-tiba saja Viollete melihat sosok beberapa pria yang yang mulai memasuki sebuah kereta api, dan kereta api sudah mau melaju dan meninggalkan Yokohama. Dan mereka juga membawa Perdana Menteri Hiroyuki memasuki kereta api sepi itu. Benar sekali! Tak ada penumpang umum lainnya disana! Atau ....mungkin memang masih sedikit penumpang yang memasukinya.
Tanpa banyak berfikir lagi, Viollete mulai berlari untuk mengejar mereka dan berharap akan bisa memasuki kereta api yang sudah mulai bergerak perlahan itu. Rupanya Roy juga menyadari Viollete yang sedang berusaha untuk mengejar kereta api itu dan segera mengejar Viollete begitu saja.
Viollete berlari mengerahkan seluruh tenaganya untuk mengejar kereta api yang semakin melaju dengan kencang itu, hingga akhirnya Viollete berhasil meraih sebuah besi pegangan pada bagian gerbong terakhir dan memiliki sedikit ruangan terbuka di bagian belakang gerbong terakhir itu.
Dengan berpegangan kuat pada besi itu, kini Viollete mulai mengayunkan tubuhnya hingga kedua kakinya berhasil menjangkau kereta api itu. Lalu Viollete mulai memanjat dan menaiki kereta api yang sudah melaju itu dengan sangat lincah, hingga akhirnya Viollete berhasil mendarat dengan sempurna di tempat kecil itu.
"Hhuupp ..."
Disaat mau memasuki gerbong belakang itu, rupanya pintu itu terkunci dari dalam. Hingga akhirnya Viollete memutuskan untuk memanjat ke atap kereta api dan berjalan melewati atap dari kereta api itu dengan sangat berhati-hati dan tetap menjaga keseimbangannya.
Viollete tetap melenggang dengan berhati-hati untuk mencari sebuah celah atau jendela yang sedang terbuka untuk menjadikannya sebagai jalan masuk ke dalam kereta api itu.
Namun belum sempat Viollete berhasil masuk ke dalam kereta api itu, tiba-tiba di depan sudah terlihat ada sebuah terowongan yang cukup panjang. Hingga akhirnya Viollete segera jongkok dan tiarap.
Setelah beberapa saat akhirnya kereta api itu mulai keluar dari terowongan yang panjang dan sangat gelap itu. Hingga akhirnya Viollete mulai melanjutkan aksinya untuk memasuki kereta api itu melewati salah satu jendela yang terbuka.
Bersambung ...
Bonus part pendek saat Roy mulai mengejar Viollete yang masih mengejar kereta api. Dan Roy sangat terkejut bukan main saat melihat aksi Viollete yang berusaha untuk naik ke atas kereta api yang sudah melaju itu.
"Apa dia benar-benar seorang gadis? Selain larinya cepat namun Viollete sangat gesit. Dengan begitu mudahnya Viollete bisa naik ke atas kereta api yang sudah melaju itu." gumam Roy yang juga masih berusaha mengejar Viollete, tapi Roy masih jauh di belakang Viollete dan belum bisa menyusul Viollete naik ke atas kereta api yang sudah melaju itu.
Tebakannya adalah ... apakah Roy bisa naik ke atas kereta api itu dan menyusul Viollete? Nantikan jawabannya di part-part berikutnya.