The Goddess Of War

The Goddess Of War
Tindakan Buck Karimova



"Semua sudah diselesaikan dengan baik, Tuan Buck Karimova. Video rekaman dari kamera dashboard seorang pengemudi sudah diedit dengan sangat baik." seorang pria berpakaian serba hitam mulai melaporkan sesuatu untuk Buck Karimova.


"Baguslah ... kali ini pemuda Thailand itu yang akan menerima hukumannya." Buck Karimova mulai menyeringai menakutkan dengan auranya yang sungguh kelam. "Namun jika mereka sampai menemukan video itu adalah palsu, apa yang yang akan kamu lakukan kamu sudah tau bukan?"


"Tuan tidak perlu cemas. Pemilik mobil dari rekaman kamera dashboard ini tak mengetahui jika aku sudah menukar rekamannya." jawab pria itu kembali.


"Hhm ... kerja bagus! Kamu kembalilah. Sebentar lagi aku akan mengunjungi ayahku. Kau juga ikutlah bersama nanti malam dan menjadi sopirku!" titah Buck Karimova kembali.


"Baik, Tuan!"


...⚜⚜⚜...


"Huft ... tidak diangkat!" celutuk Viollete mulai merasa sangat khawatir ketika beberapa kali Viollete mencoba untuk menghubungi Nickhun, tapi panggilan darinya itu sama sekali tak diangkat oleh Nickhun.


Hal ini sangat tak seperti biasanya! Biasanya Nickhun akan selalu cepat untuk mengangkat panggilan dari Viollete. Kalaupun misalnya Nickhun melewatkan panggilan dari Viollete, maka Nickhun akan segera mengjubungi Viollete kembali.


Dan rupanya bemar saja sudah ada yang terjadi dengan Nickhun saat ini. Aya tiba-tiba saja menghubungi Viollete yang baru saja sampai di rumahnya itu, dan memberikan kabar jika Nickhun sedang mengalami masalah dan sedang ditahan oleh Doragonshadou di markas utama bagian penahanan.


Yeap. Hal ini membuat Viollete yang baru saja pulang dan sampai ke rumahnya, tiba-tiba saja segera bergegas dan ingin pergi ke markas utama Doragonshadou kembali karena mendengar kabar dari Aya tersebut. Kabar jika Nickhun tiba-tiba ditangkap dan diamankan oleh Doragonshadou.


Namun penangkapan itu masih belum cukup jelas bagi Viollete, karena Aya hanya memberitahukan seperti itu saja tanpa mengetahui penyebab mengapa tiba-tiba saja Nickhun ditangkap begitu saja.


Nick, apa yang sebenarnya sudah terjadi? Mengapa mereka menangkapmu? Apa yang sudah kamu lakukan? Apakah kamu sudah mengetahui semua rencanaku dan kamu ingin membantuku? Oh, Nickhun ... mengapa kamu tak pernah mengatakan apapun kepadaku ...


Batin Viollete terlihat begitu gusar dan gelisah memikirkan sahabat kecilnya. Derap langkah kakinya semakin dia percepat untuk meninggalkan rumahnya.


Namun tiba-tiba saja Buck Karimova yang sudah berada di ruangan tengah dan terduduk di salah satu kursi sofa, mulai menahan Viollete dengan beberapa kata darinya.


"Vio! Tetap di rumah dan jangan pergi kemana-mana! Malam ini kita akan pergi untuk mengunjungi saudara jauh dan juga kakekmu! Kita akan berada selama disana selama beberapa hari." ucap Buck Karimova yang sukses menahan Viollete agar tidak pergi kemana-mana.


Ucapan dari Buck Karimova tentu saja membuat Viollete terkejut. Karena sang papa tidak pernah memberitahukannya sebelumnya, jika mereka akan mengunjungi keluarganya malam ini.


Dan juga saat ini status Viollete adalah pekerja di dalam Doragonshadou, jadi mana mungkin bisa meminta ijin sesuka hatinya secara mendadak? Terlebih Viollete adalah masih termasuk karyawan baru.


"Tapi, Papa ... bagaimana dengan pekerjaanku? Aku bahkan belum meminta ijin kepada atasanku dan seniorku untuk besok tidak masuk bekerja." sela Viollete.


"Untuk ijin tenang saja. Papa yang akan mengurus semuanya. Kakekmu sedang sakit. Dan mereka akan memberikan ijin kok. Tenang saja." ucap Buck Karimova dengan santai dan mulai membaca korannya kembali. "Persiapkan dirimu dan barang-barang yang akan kamu bawa! Nanti malam kita akan berangkat!" imbuhnya lagi yang masih fokus dengan koran di hadapannya.


"Baik, Papa." sahut Viollete dengan patuh dan segera melenggang kembali menuju kamarnya.


CEKLEKK ...


Pintu kamar itu mulai terbuka dan Viollete memasuki kamarnya begitu saja. Namun belum sempat Viollete menutup pintu itu kembali, tiba-tiba Cloud sudah datang menyusul Viollete memasuki kamarnya itu.


"Cloud. Apa yang kamu lakukan disini?" tanya Viollete yang sebenarnya sedikit terkejut akan kedatangan Cloud yang secara tiba-tiba.


"Aku hanya ingin membantu kakak bersiap. Kata papa kita akan mengunjungi kakek. Alzheimer kakek sudah semakin memburuk, dan papa berniat untuk mengajak kita berkunjung." ucap Cloud.


"Apalagi kakak baru saja pulang bekerja. Lebih baik kakak mandi saja dulu. Biar aku yang membantu merapikan barang-barang yang akan kakak bawa malam ini." imbuh Cloud lagi.


"Oh. Terima kasih, Cloud. Baiklah kalau begitu kakak akan mandi dulu. Setelah kita kembali lagi nanti, kakak akan traktir kamu deh!" sahut Viollete melempar senyumnya untuk sang adik.


"Hhm. Okay deh, Kak. Tapi aku tulus lo bantuin kakak!" sahut Cloud mulai meraih sebuah ransel berwarna hitam milik sang kakak untuk wadah dari beberapa pakaian dan barangnya.


Viollete hanya tersenyum lalu mulai melenggang meninggalkan Cloud dan segera melakukan ritual mandinya saat ini


Namun senyum Viollete mulai memudar saat kembali mengingat Nickhun yang saat ini sedang mendapatkan sebuah masalah yang tentunya cukup besar sehingga Doragonshadou menahannya.


Nick, sebenarnya apa yang sedang kau alami saat ini? Mengapa mereka menangkapmu? Aku sama sekali tidak bisa menemuimu atau menghubungimu. Bahkan dalam beberapa hari ini aku akan meninggalkan rumah. Semoga kamu baik-baik sa, Nick. Maaf aku tidak bisa mengunjungimu atau membantumu ...


Batin Viollete dibawah guyuran air shower yang hangat itu dengan sepasang matanya yang terpeja.


...⚜⚜⚜...


Malam ini sebuah mobil Rolls-Royce berwarna hitam metalik, sebuah mobil dengan bagian yang paling menonjol dari Sweptail buntut yang meruncing, yang seperti menggambarkan bak kapal pesiar ini mulai memasuki kediaman di Seijo Chome Estate di Tokyo Seijo Chome Estate.


Mobil yang terlihat begitu mewah dengan atap kaca yang memanjang dari depan ke belakang, ditambah kayu dan kulit menghiasi hampir setiap permukaan interior, dan Sweptail seperti yacht ini mulai berhenti di halaman sebuah rumah yang cukup besar dan megah setelah sang penjaga pintu gerbang membukakan gerbang untuk sang tamu ini.


Ini adalah kediaman dari keluarga besar Kin. Merupakan salah satu tempat tinggal yang cukup mewah dan luas. Bahkan halaman rumah itu juga cukup luas. Properti unik seluas 343 kaki persegi ini dimiliki oleh keluarga besar Kin sejak puluhan tahun yang lalu.


Kin Makoto, ayah dari Kin Izumi tetap menempati rumah besar ini selama 18 tahun terakhir ini, semenjak Kin Izumi dan kedua putra dan putrinya meninggalkan Jepang.


Pria tua itu masih tinggal di kediaman itu ditemani dengan beberapa asisten rumah tangganya yang sudah setia dan mengabdi puluhan tahun padanya.


Namun terdengar kabar jika akhir-akhir ini kesehatan dari Kin Makoto memburuk dan penyakit alzheimer-nya semakin memburuk.