The Goddess Of War

The Goddess Of War
Mencari Ryuga



BRRAKK ...


GUBRAK ...


BRUGGHH ...


Beberapa suara hantaman yang begitu keras dan beberapa suara benda berat yang terjatuh di atas antai mulai terdengar dari sebuah ruangan yang berada di depan Roy dan Viollete.


Hal itu membuat Roy dan Viollete saling berpandangan selama beberapa saat, hingga akhirnya mereka berdua mulai mengangguk pelan dan memutuskan untuk maju bersama kembali untuk mendatangi ruangan itu dan memeriksanya.


Roy dan Viollete melenggang bersama kembali dengan sangat hati-hati, mengendap-endap dan tetap waspada terhadap sekitar untuk segera mencapai ruangan itu. Roy yang berada lebih depan kini mulai bersiap untuk mendobrak pintu itu, sementara Viollete masih terlihat sedang mengawasi sekitarnya.


Mereka berdua sudah bersiap dengan membawa senjata laras pendeknya masing-masing untuk bersiap. Setelah berberapa saat akhirnya Roy mulai menendang pintu itu dengan cukup kuat.


BRAKK ...


Pintu itu kini mulai terbuka oleh tendangan Roy, namun tak ada siapapun di dalam ruangan ini. Dan ruangan ini rupanya juga terhubung dengan ruangan-ruangan lainnya, karena ruangan ini memiliki cukup banyak pintu di dalamnya.


Roy dan Viollete kembali mengawasi sekitar dan saling membelakangi karena ruangan ini berbentuk seperti lingkaran di dalamnya. Namun tiba-tiba saja mulai terdengar sura derap langkah kaki yang berjalan dengan terburu-buru dan semakin mendekati mereka berdua.


Roy dan Viollete kembali bersiap dengam senjata api masing-masing untuk menyambut orang yang sedang berjalan dengan langkah yang cukup terburu itu.


"Ada dua orang yang datang mendatangi kita! Bersiaplah, Senior Roy!" ucap Viollete dengan pelan namun tegas.


"Kau benar! Mereka datang hanya berdua saja!" sahut Roy yang rupanya juga sudah memperkirakan berapa orang yang akan datang melalui suara derap langkah itu.


BRAKK ...


Suara benda yang terjatuh itu mulai terdengar lagi dan tak lama kemudian dua orang mulai terlihat. Seorang pria dengan gaya rambut belahan tengah dan mengenakan pakaian serba hitam serta menggendong sebuah ransel terlihat sudah bersiap dengan senjatanya dan menodongkannya ke arah Roy.


Sementara di sebelahnya, terlihat seorang gadis berambut pendek yang sedang mengenakan sebuah topi berwarna abu-abu cerah kombinasi dusty pink. Gadis itu mengenakan sebuah tank top berwarna hitam press body yang memiliki panjang di atas pusar saja. Sebuah jaket baseball berwarna abu-abu kombinasi merah dan putih dengan manis juga sudah membalut tubuh rampingnya.


Sebuah senjata api laras pendek juga sudah berada di genggaman gadis itu dan menodongkannya ke arah Viollete dengan begitu tegas.


Suasana di dalam ruangan sebenarnya cukup gelap, karena hanya ada beberapa lampu penerangan di beberapa titik saja, menjadikan mereka tak terlalu melihat wajah lawan.


Namun setelah beberapa saat mereka semua mulai menyadarinya jika mereka adalah rekan satu tim. Karena pemuda dan gadis yang baru saja datang itu rupanya adalah Lay Zhang dan juga Aya.


"Kalian sudah berhasil masuk kesini? Lalu dimana Ryuga?" todong Roy masih dengan mimik wajahnya yang begitu serius.


"Pemberitahuan terakhir senior Ryuga juga sudah menemukan tempat ini, namun baru saja mau memasuki gedung ini." sahut Lay Zhang.


"Tak ada siapapun lagi disini. Dan sepertinya Kin Izumi sudah berhasil melarikan diri lagi." gumam Roy menerka-nerka.


"Senior Roy juga sudah mengetahui jika Kin Izumi berada di tempat ini?" tanya Aya yang mulai menurunkan senjata laras pendeknya lagi.


SSRRKK ...


KRESEK ...


"Blacky!! Dimana kamu saat ini!" mulai terdengar suara seorang pria dari seberang.


Roy menatap ketiga juniornya secara bergantian dan segera mendekatkan handy talky pada mulutnya sambil menekan sebuah tombol. Tak lupa Roy juga mulai menyamarkan suaranya kembali.


"Blacky!! Jawab aku!!" belum sempat Roy menjawabnya, pria itu sudah berkata lagi dengan tidak sabaran.


"Aku masih berada di markas karena kakiku terluka. Aargghh ..." ucap Roy mulai menirukan suara pria bernama Blacky itu.


"Bergegaslah ke tempat rahasia!! Karena dalam 5 menit lagi kami akan menghancurkan gedung tua itu!!" ucap pria itu lalu mengakhiri sambungan itu begitu saja.


Mendengar ucapan itu seketika membuat Viollete, Roy, Lay Zhang dan Aya membulatkan mata mereka begitu saja. Itu artinya mereka semua hanya memiliki waktu selama 5 menit untuk segera keluar meninggalkan tempat itu, atau, jika tidak nyawa mereka akan ada dalam bahaya.


"Lima menit?" gumam Lay Zhang masih saja tak percaya dan begitu terpaku.


"Tidak ada waktu untuk mencari alat peledak itu. Sebaiknya kita segera meninggalkan tempat ini!" ucap Roy mulai memutuskan. "Aya, segera hubungi Ryuga agar segera meninggalkan tempat ini!"


"Baik, Senior!" sahut Aya mulai mengambil handy talky miliknya dan mulai berusaha untuk menghubungi Ryuga.


Berulang kali Aya berusaha untuk menghubungi Ryuga, namun tidak terhubung sama sekali. Dan ini sungguh membuat semua orang semakin panik, karena waktu yang terus berjalan semakin mendekati penghancuran tempat ini.


"Tidak terhubung sama sekali ..." ucap Aya yang tak jera dan masih saja berusaha untuk menghubungi Ryuga.


"Kalian pergi dan carilah jalan keluar dulu! Aku akan segera menyusul!" titah Roy yang sebenarnya cukup berat untuk dilakukan oleh ketiga juniornya.


"Tapi, Senior Roy. Sebaiknya kita keluar bersama-sama ..." ucap Aya menentang peruntah dari seniornya.


"Itu benar sekali. Dalam 5 menit lagi tempat ini akan segera hancur. Kami tak mungkin keluar sendiri dan meninggalkan senior Roy disini." imbuh Lay Zhang yang terlihat begitu keberatan.


"Aku akan segera menyusul bersama dengan Ryuga! Kalian cepat lakukan sesuai dengan perintahku!!" titah Roy kembali, dan kali ini terdengar sedikit lebih tegas sembari menatap satu persatu juniornya.


Tak ada pilihan lain, akhirnya Viollete, Lay Zhang dan Aya mulai melenggang bersama dan bergegas untuk meninggalkan gedung tua ini..


Kini Roy mulai mengeluarkan ponselnya dan mulai memasuki sebuah aplikasi khusus. Cara yang sama saat melacak keberadaan Viollete beberapa saat yang lalu, kini Roy lakukan kembali untuk menemukan keberadaan Ryuga.


Sebuah kode sepatu yang sedang dikenakan oleh Ryuga kini mulai dimasukkannya di dalam ponsel tersebut. Hingga akhirnya setelah beberapa detik sebuah pesan mulai diterima oleh Roy.


Dan pesan itu adalah pesan balasan otomatis dari program yang sudah dipasang pada sepatu pelacak yang sedang dikenakan oleh Ryuga. Dan pesan itu adalah berisikan titik koordinat keberadaan Ryuga saat ini.


Setelah mendapatkan titik koordinat itu, yang rupanya masih berada di dalam gedung ini, akhirnya Roy segera bergegas untuk mendatangi tempat itu sesegera mungkin. Karena waktu yang tersisa saat ini hanya tersisa beberapa menit saja.