
Viollete mulai mengatur jaraknya lalu mulai melakukan serangan melalui tendangan dari sisi luar untuk berusaha merobohkan dan menggoyahkan keseimbangan Wilson.
Tendangannya masih berhasil ditangkis oleh Wilson dengan lengan kirinya, namun dengan cepat Viollete mulai melakukan serangan lainnya dengan sedikit menunduk untuk menghindari sweep dari Wilson. Dan Viollete mulai melayangkan tendangan dari sisi lainnya lagi.
Kali ini serangannya mengenai lengan kanan Wilson, namun serangan dari Viollete ini tak membuat Wilson bergerak sedikitpun dan tidak roboh sedikitpun.
Apa? Pria tua ini sungguh kuat sekali!! Sangat mirip dengan papa! Bahkan tendanganku yang begitu kuat dan biasanya bisa membuat pingsan orang dalam sekejap saat menerima serangan ini, tapi kali ini tak berdampak sedikitpun untuk pria ini? Sungguh pria ini kuat sekali!
Batin Viollete yang masih mengawasi Wilson dengan sangat tajam.
Gadis ini benar-benar sangat kuat! Teknik bela diri Muay Thay-nya juga begitu menakjubkan. Selain itu dia juga cukup cerdas dan cerdik. Tidak hanya mengandalkan sebuah serangan dan kekuatan otot saja. Namun gadis ini benar-benar bisa memperhitungkan semua pergerakannya dengan tepat dengan teknik yang tepat! Luar biasa!
Batin Wilson begitu takjub dengan Viollete dan masih mengawasi setiap pergerakan dari gadis itu.
Parasnya mengapa seperti sangat tidak asing untukku ya? Seakan-akan aku pernah bertemu dan melihatnya sebelumnya. Namun dimana?
Batin Wilson semakin memicingkan sepasang matanya menatap Viollete.
Viollete mulai mengakat kedua tangannya untuk kembali memasang kuda-kuda. Sementara tatapannya masih menatap Wilson dengan lekat. Namun tib-tiba saja Wilson mengatakan sesuatu yang cukup membuat Viollete begitu terkejut.
"Sudah cukup. Kamu tak perlu lagi berusaha untuk menyerangku. Malam ini ada tugas khusus untuk beberapa anggota Doragonshadou untuk pergi ke Ginza dan melakukan tugas rahasia untuk para preman yang sudah dilaporkan telah menyekap putri dari seorang pengusaha di Jepang. Tugas kalian adalah harus bisa menyelamatkan putri itu. Ini adalah ujian kedua untukmu! Jika kamu bisa melakukannya dengan baik. Maka aku akan mempertimbangkannya lagi, apakah kamu layak dan bisa bergabung bersama dengan kami ... Doragonshadou." ucap Wilson menjelaskan.
"Baiklah. Aku mengerti." sahut Viollete dengan begitu datar.
"Baik, sekarang kau boleh keluar. Dan datanglah lagi nanti malam kemari!" titah Wilson mulai melenggang kembali untuk menuju ke kursi kerjamya.
"Baiklah. Kalau begitu permisi!" Viollete mulai sedikit membungkukkan badannya lalu segera melenggang meninggalkan Wilson begitu saja.
Wilson mulai mengambil berkas diri Viollete dan kembali membaca riwayat Viollete.
Sementara itu ...
Viollete terus melenggang menyusuri lantai 13 ini. Beberapa ruangan yang begitu mewah dan sepertinya lantai ini memang digunakan untuk beberapa ruangan pribadi dari petinggi-petinggi dari Doragonshadou.
Karena Viollete juga berpapasan dengan beberapa orang yang pernah dilihatnya melalui berkas struktur kepemimpinan dari Doragonshadou dari sang papa. Bahkan saat Viollete mau memasuki elevator, gadis cantik ini berpapasan dengan seorang pemuda yang merupakan salah satu dari si kembar putra dari Kagami Jiro.
Viollete belum terlalu bisa untuk membedakan mereka berdua. Karena wajah mereka memang sama persis. Namun para reader-ku tersayang sepertinya akan bisa membedakan si kembar Kenzi dan Kenzou. Hayoo ... coba tebak siapa yang kali ini dijumpai oleh Viollete?
Pemuda yang kali ini berpapasan dengan Viollete saat di pintu elevator terlihat begitu dingin dan memiliki rambut yang apa adanya, tanpa melakukan gaya rambut yang berlebihan. Pemuda ini mengenakan setelan yang begitu rapi, yaitu dengan kemeja berwarna biru navy lengan panjang dan membalutnya dengan coat berwarna hitam dan memadankannya dengan celana jeans warna yang sedikit lebih cerah.
Namun Pemuda itu dan Viollete hanya bertatapan dingin dan tidak saling menyapa. Bahkan Viollete pura-pura tak mengenalinya dan langsung memasuki elevator begitu saja setelah pemuda itu keluar dari dalam elecator.
Batin pemuda itu menggeleng-gelengkan kepalanya pelan karena membayangkan adik bungsunya yang begitu mengagumi sosok Viollete setelah pertemuan di Tokyo Disney Land.
...⚜⚜⚜...
Di dalam kamar di salah satu kediaman di kawasan Shinjuku, terlihat seorang gadis yang sedang duduk di atas karpet dengan sebuah laptop yang sudah menyala di hadapannya.
Jemarinya menari dengan lincah di atas keyboard yang menyala itu, sementara manik-manik bening nan indah dan selalu tajam itu menatap lurus-lurus sebuah monitor berukuran 14 inchi di hadapannya.
Sepasang alis cantiknya mengkerut saling berdekatan, dan jemari kirinya mulai mengusap pelan dagu tirusnya yang begitu indah.
"Mengapa tidak ada berita buruk apapun tentang kejahatan yang telah dilakukan oleh Kagami Jiro di masa lalu hingga sekarang? Aku tidak menemukan apapun yang berhubungan dengan tindak kriminalnya! Apa kasus 18 tahun yang lalu ditutup begitu saja karena Kagami Jiro yang begitu berkuasa dan memegang kendali seluruh Jepang?" gumam gadis cantik yang selalu memiliki ekspresi yang begitu dingin dan datar itu.
Dia hanya akan tersenyum hanya saat bersama Cloud dan juga Nickhun. Karena mereka berdualah yang selama ini membuat Viollete merasa nyaman dan menjadi dirinya sendiri.
Karena pada dasarnya, sebenarnya Viollete adalah seorang gadis yang sangat baik dan lembut. Dia menjadi begitu keras dan dingin karena sang papa, Buck Karimova yang selalu saja mencekokinya dengan kebencian dan dendam.
"Aku akan membongkar semua kejahatan di masa lalumu, Kagami Jiro!! Kau akan menyesal dan membayar semuanya!!" Viollete menyeringai manis menatap sebuah foto keluarga yang baru saja dia temukan melalui pencariannya. "Kau akan merasakan apa yang aku rasakan selama ini!! Kehilangan orang yang sangat kamu sayangi ... rasa begitu terpuruk seolah dunia yang berlalu dan meninggalkanmu begitu saja!!"
KLAAPP ...
Viollete menutup laptopnya dengan cepat karena mengetahui kedatangan Cloud yang secara tiba-tiba.
"Ada apa, Cloud? Mengapa tidak mengetuk pintu dulu?" tanta Viollete menatap sang adik yang langsung duduk di sebelahnya dengan wajah yang begitu cemberut.
"Kak Vio ... aku bosan! Aku rindu Wang Nam Khiao. Meskipun Tokyo begitu indah dan menakjubkan, namun aku juga rindu alam." ucap Cloud menggerutu.
Viollete tersenyum tipis dan memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih. Senyumannya sungguh menawan dan begitu manis. Bahkan sang adik juga sangat menyukai ketika melihat Viollete tersenyum seperti itu.
"Hhm. Begini saja ... saat kakak punya waktu dan berlibur nanti, bagaimana kalau kita melihat-lihat alam di dekat gunung Fuji? Pemandangan dan alam disana juga cukup indah!"
"Darimana kakak tau?"
Viollete hanya tersenyum menatap Cloud dan tidak bisa mengatakannya kepadanya, karena sebenarnya Viollete pernah diajak sang mama saat pergi ke daerah gunung Fuji. Mungkin saat itu saat Viollete masih berusia 5 tahun.
Pernah menempati Jepang sebelum pindah ke Wang Nam Khiao adalah hanya menjadi rahasia Buck Karimova dan juga Viollete. Karena saat mereka pindah, Cloud masih berusia 3 tahun, dan pastimya Cloud tidak akan mengingatnya dengan baik.
...⚜⚜⚜...