
Viollete masih menatap lekat Kazuma dengan tatapan yang sulit untuk diartikan. Antara sedih karena tak tega, namun juga keharusan untuk membalaskan dendam itu! Terlebih saat itu Kazuma sudah mengetahui rencana dari Viollete.
"Kazuma ..." ucap Viollete begitu lirih dan entah mengapa terasa begitu menyesakkan untuknya dan membuat sepasang mata kecoklatan itu sedikit berair.
Sepasang mata kecoklatan itu masih saja menatap nanar Kazuma selama beberapa saat. Viollete juga mulai melenggang ke depan beberapa langkah dan mulai mendekati Kazuma, namun disaat itulah Kazuma mulai mundur beberapa langkah dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Kazuma ..." ucap Viollete kembali dengan lirih.
"Jangan mendekat!!" ucap Kazuma memperingatkan Viollete agar tak berusaha untuk mendekatinya. "Aku sungguh tidak menyangka kak Vio seperti ini. Padahal ... ppadahal aku sangat tulus menganggap kakak seperti kakakku sendiri. Tapi rupanya ... kakak malah ingin menghancurkan ayah ... aku tidak menyangka sekali ..." imbuh Kazuma dengan suara yang begitu bergetar.
Hatinya masih saja menyangkal semua kebenaran ini, namun kenyataan yang baru saja dia dengarkan sendiri dari mulut Viollete tak bisa dipungkiri lagi, jika Viollete adalah salah satu musuh yang berada di dalam satu selimut.
Kazuma merasa begitu terpukul dan kecewa setelah mengetahui sebuah kenyataan hari ini, bahwa Viollete rupanya tak sebaik yang dia bayangkan. Bahkan Viollete mendekati mereka hanyalah untuk melakukan sebuah misi balas dendam kepada Kagami Jiro.
Kazuma sudah mengetahui semua ini. Jika dia sampai memberitahukan semua ini kepada Kagami Jiro ataupun kepada orang lain, maka aku sudah tak akan memiliki harapan apapun. Jadi sebaiknya aku harus segera mengurus Kazuma dengan baik.
Batin Viollete mulai mengenakan topi hitamnya dan menatap tajam Kazuma. Viollete juga mulai melangkah mendekati Kazuma kembali, namun Kazuma juga mulai mundur kembali hingga akhirnya Kazuma mulai berlari untuk meninggalkan tempat ini.
Viollete juga mulai berlari dan mengejar Kazuma. Mereka berdua berlarian di dalam tempat perbelanjaan ini dan menuruni lantai demi lantai melalui tangga eskalator hingga akhirnya mencapai lantai dasar dan mulai keluar dari Queen's Square Mall itu.
Kazuma masih saja berlari mengerahkan seluruh kekuatannya menyusuri sebuah jalanan. Sementara Viollete juga masih saja mengejarnya dan sudah semakin mendekati Kazuma.
Meskipun Kazuma cukup cepat dalam hal berlari, namun tentu saja Viollete akan jauh lebih unggul dari Kazuma. 18 tahun Viollete sudah menjalani pelatihan yang cukup keras. Dan pelatihan-pelatihan itu tentu saja semakin menjadikan Viollete menjadi wanita yang tangguh, kuat dan tak terkalahkan.
Kali ini jarak di antara mereka berdua sudah semakin menjadi dekat. Dan Kazuma nekat dan memberanikan diri untuk menyeberangi jalanan yang saat ini bahkan masih ramai dengan lalu lalang mobil.
Hingga akhirnya sebuah cahaya yang begitu menyilaukan tiba-tiba saja membuat tubuh Kazuma terpaku di tempat. Dan Kazuma mulai menutupinya dengan lengan kirinya, hingga akhirnya sebuah mulai mobil tiba-tiba mulai melakukan pengereman secara mendadak dan ...
CKIITT ...
BRAKK ...
Mobil itu melakukan pengereman mendadak, namun masih saja menghantam tubuh Kazuma dengan cukup keras. Tubuh Kazuma terhempas cukup jauh dan menghantam aspal di hadapannya.
Darah segar mulai mengucur pada beberapa bagian dari tubuh Kazuma. Dan seketika kesadaran Kazuma juga hilang ketika hantaman keras itu terjadi.
Tubuh Viollete bergetar hebat menyaksikan semua ini. Sepasang mata kecoklatannya tiba-tiba saja sudah berkaca-kaca begitu saja. Ada rasa sesal di dalam hatinya ketika melihat keadaan Kazuma yang sudah tak berdaya.
Namun perasaannya itu mulai ditepisnya kembali. Karena jika Kazuma sampai mengalami cedera berat atau bahkan jika mengakibatkan kematian, maka tentu saja hal itu akan sangat berguna untuk Viollete.
Dan Viollete tak akan repot-repot lagi untuk membungkam mulut Kazuma atau Viollete tak akan bersusah payah lagi untuk mengurus Kazuma agar rahasianya tidak terbongkar.
Karena saat ini masih ada beberapa hal yang harus diurusnya. Misalnya dengan meretas beberapa rekaman CCTV di beberapa titik di Queen's Square Mall dan sekitarnya yang menangkap gambar dirinya dan Kazuma.
Setelah mendapatkan semua itu, Viollete segera menghapusnya agar tak satupun dari mereka bisa menemukan jejak Viollete, meskipun sebenarnya bukan Viollete yang mencelakai Kazuma saat itu.
...⚜⚜⚜...
"Putra bungsu tuan Kagami Jiro mengalami kecelakaan siang kemarin. Dan sekarang tuan muda Kazuma masih di rawat di rumah sakit. Keadaannya masih tak sadarkan diri hingga saat ini. Bahkan dokter mengatakan jika tuan muda Kazuma mengalami koma. Kasihan sekali ..."
Seorang karyawan wanita berkata kepada karyawan yang lainnya, dan tak sengaja Nickhun yang kebetulan berada tak jauh dari mereka mendengarnya begitu saja.
"Memang bagaimana kronologinya? Mengapa tuan muda Kazuma bisa sampai mengalami kecelakaan separah itu? Dan tumben sekali tuan muda Kazuma pergi ke suatu tempat seorang diri tanpa pengawalan." sahut salah satu gadis karyawan itu.
"Ya. Dia pergi ke Queen's Square Mall kemarin seorang diri dan tanpa ditemani satupun pengawal. Namun dia tertabrak sebuah mobil ketika sedang menyebrang jalan." sahut salah seru dari mereka.
Kazuma pergi seorang diri dan kecelakaan karena tertabrak sebuah mobil? Bukankah kemarin dia pergi bersama dengan Viollete? Lalu dimana Viollete saat Kazuma mengalami kecelakaan itu?
Batin Nickhun tak mengerti dan merasa masih ada yang sedikit janggal.
"Tuan muda Kazuma kecelakaan dan mengalami koma?" kini seorang karyawan pria yang baru saja melewati mereka mulai bertanya secara langsung kepada kedua karyawan itu.
"Benar sekali. Kasihan sekali. Padahal tuan muda Kazuma masih sangat muda." sahut salah satu gadis itu.
Nickhun mulai meninggalkan tempat itu dan segera menuju tempat kerjanya kembali karena sudah mendapatkan sebuah panggilan melalui ponsel dari bosnya.
...⚜⚜⚜...
Flash back on ...
Malam itu Viollete melakukan sedikit penyamaran dan berusaha untuk mencari tau bagaimana kondisi Kazuma saat itu melalui seorang perawat.
"Pasien atas nama Kagami Kazuma mengalami koma karena benturan yang cukup keras pada bagian kepalanya, Nona. Kami belum bisa memastikan kembali kapan pasien akan segera sadar kembali." jelas salah satu perawat itu kepada Viollete tanpa mencurigai Viollete sama sekali.
Koma? Baguslah ... itu artinya rahasiaku akan tetap aman selama beberapa waktu ini. Dan aku tak perlu repot-repot membungkam mulut Kazuma atau melenyapkannya dengan tanganku sendiri!
Batin Viollete yang merasa cukup lega setelah mengetahui kondisi Kazuma saat ini. Namun sebenarnya ada rasa sesak dan sakit jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Dan andai saja Viollete mengetahui kebenaran, pasti Viollete akan benar-benar menyesal dan akan segera meraih dan memeluk tubuh Kazuma yang sedang terbaring tidak berdaya di atas brankar itu.
...⚜⚜⚜...