The Goddess Of War

The Goddess Of War
Di Dalam Elevator Yang Salah



"Zie yang manis, kakak turun dulu ya. Kamu hati-hati ya. Bye ..." ucapan perpisahan untuk gadis bernama Zie mulai Viollete layangkan ketika busway itu sudah berhenti tepat di depan sebuah gedung besar yang menjulang dengan tinggi dan kokoh dan didomimasi dengan desain keramik anti peluru berwarna hitam mengkilap itu.


"Bye, Kak Vio. Semoga lancar ..." gadis bermana Zie itu menyauti dan membalas lambaian tangannya untuk Viollete lalu mulai bangkit dari tempat duduknya dan mulai turun dari busway itu.


Gadis itu tersenyum gemas saat melihat Viollete yang berlarian menuju ke gedung markas utama dari Doragonshadou itu. Yeap, setelah Viollete mulai turun dari busway, Viollete mulai lari dengan terburu-buru dan segera memasuki markas utama dari Doragonshadou itu.


"Ternyata kak Vio mau bekerja di tempat ini juga ya ..." gumam Zie tersenyum lebar lalu mulai memasuki gedung besar dan megah di hadapannya itu.


Sementara itu ...


Viollete mulai mendatangi front office masih dengan berlarian untuk menanyakan sesuatu.


"Selamat pagi, Nona. Ada yang bisa dibantu?" Viollete mulai mendapat sambutan ramah dari gadis yang bekerja sebagai front office itu.


"Selamat pagi. Uhm ... aku Viollete. Dan aku datang karena sebuah panggilan dari tuan Wilson. Apakah aku bisa bertemu dengan tuan Wilson?" tanya Viollete sedikit khawatir, karena Viollete sudah cukup terlambat dari waktu yang sudah ditentukan oleh Wilson.


Sekarang adalah sudah pukul 10 AM sementara Wilson memerintahkan Viollete untuk datang menghadapanya sebelum pukul 9 AM. Gadis yang bekerja sebagai font office itu mulai mengecek sesuatu dan mulai menatap Viollete kembali.


"Maaf, Nona. Namun Janji bertemu dengan nona seharusnya adalah pukuk 9 AM. Ini sudah sangat terlambat. Dan saat ini tuan Wilson sedang menemui seorang klien. Dan setelah itu tuan Wilson juga akan melakukan dinas ke luar kota." jelas gadia yang bekerja sebagai front office itu dengan ramah.


"Tolong berikan kesempatan untukku untuk bertemu dengan tuan Wilson. Aku terlambat karena ada sedikit kendala saat perjalanan ke tempat ini. Tolong ijinkan aku bertemu dengan tuan Wilson! Aku mohon, Nona ..." ucap Viollete penuh harap dan berharap Wilson masih mau meluangkan sedikit waktunya untuk bertemu dengan Viollete.


"Baiklah. Tunggu sebentar, Nona ..." ucap gadis yang bekerja sebagai front office itu lalu mulai menghubungi seseorang dengan menggunakan telpon perusahaan.


"Tuan Wilson. Ada seorang gadis bernama Viollete sedang mencari tuan dan ingin bertemu dengan tuan." ucap gadis front office itu menjelaskan.


"Viollete? Ah ... aku kira dia tidak akan datang. Suruh dia menghadapku di ruang kerjaku lima belas menit lagi!" titah Wilson dari seberang.


"Baik, Tuan." sahut gadis front office itu lalu mulai menutup panggilan itu.


"Nona. Tuan Wilson meminta noma Viollete untuk menemuinya lima belas menit lagi di ruaag kerjanya." ucap gadis front office itu dengan ramah.


"Baiklah ... terima kasih!" sahut Viollete yang terlihat begitu lega dan mulai melangkah cepat dan menuju sebuah elevator.


Ada sebuah elevator yang sudah hampir tertutup dengan rapat, namun dengan cepat, Viollete mulai menekan sebuah tombol agar pintu elevator itu mulai terbuka kembali. Dan akhirnya pintu elevator itu mulai terbuka kembali.


Namun betapa terkejutnya Viollete saat melihat ada seorang pemuda yang sangat tak asing dengan mengenakan sebuah kemeja berwarana kuning pudar dan mengenakan sebuah rompi hitam lalu membalutnya dengan sebuah jas abu-abu sudah berada di dalam evevator itu.


Wajahnya terlihat begitu dingin, dan tatapannya semakin menusuk saat melihat Viollete mulai memasuki elevator itu. Kini pintu elevator sudah semakin menutup dengan rapat, hingga akhirnya elevator itu mulai naik menuju lantai yang mereka tuju.


"Ada apa? Mengapa kamu menatapku seperti itu? Apa kita saling mengenal?" tanya Viollete berpura-pura tak mengenali pemuda dingin yang tak lain adalah Kenzou itu.


Kenzou sedikit mendengus dan tersenyum mengejek menanggapi ucapan dari Viollete.


"Kamu anak baru dan belum resmi bergabung di dalam keluarga besar Doragonshadou! Namun mengapa kamu tak memiliki sopan santun?! Dimana etikamu? Apa kamu tidak tau siapa aku? Dan mengapa kamu dengan berani masuk ke dalam elevator bersama denganku?!" tandas Kenzou begitu murka dan mulai mengunci Viollete pada dinding elevator dengan mengangkat tangan kananya tak mendaratkan telapak tangannya pada dinding elevator.


"Memang siapa kamu? Dan mengapa aku tidak boleh naik elevator ini bersama denganmu? Aku sedang terburu-buru. Jadi aku hanya berusaha untuk menggunakan sebuah elevator untuk mencapai lantai tujuanku dengan cepat." ucap Viollete berusaha untuk menjelaskan dengan baik dan ramah.


"Cckk ... apa kamu bodoh dan buta huruf?" tanya Kenzou yang terlihat sudah semakin kesal saat menghadapi Viollete.


"Apa maksudmu?!" ucap Viollete sedikit tersinggung karena ucapan dari Kenzou.


Lagi-lagi Kenzou mendengus kesal, dan wajah tampannya terlihat begitu kelam dan sangat beraura negatif


"Di depan sudah diberi tulisan yang cukup besar, jika elevator ini adalah elevator VIP. Dan elevator ini hanya boleh dipergunakan oleh para eksekutif perusahaan dan tidak boleh dipakai oleh karyawan maupun orang sepertimu!" ucap Kenzou menandaskan dengan penuh penekanan dan semakin dekat menanatap wajah Violllete.


Mendengar ucapan dari Kenzou, sebenarnya cukup membuat Viollete cukup tercengang dan semakin menciut, karena itu berati Viollete sudah membuat sebuah kesalahan.


"Benarkah itu? Maafkan aku, aku begitu terburu-buru dan aku tidak memperhatikan tulisan itu dengan baik." ucap Viollete dengan tulus.


"Cih ... dan satu lagi. Aku adalah putra dari petinggi utama Doragonshadou, dan aku juga akan segera memegang kendali seluruh Doragonshadou bersama saudaraku! Jaga sikapmu dan selalu menunduklah jika bertemu dengaku!" tandas Kenzou yang sudah dilenuhi oleh amarah karena sudah merasa Violletw sebagai anak baru tak menghargai dan tak menghormatinya sama sekali.


Sabar, Vio! Kamu sedang berusaha untuk membalaskan dendam mamamu. Lakukan semua seperti yang mereka mau. Patuh dan menunduklah di hadapan mereka semua demi untuk sebuah kemenangan dan tujuan akhirmua yang begitu besar! Perlahan kamu pasti akan bisa menjalankan semuanya dengan baik!


Batin Viollete menekan egonya dan berusaha untuk tetap patuh dengan semua aturan di dalam Doragonshadou ini.


"Baiklah. Aku sungguh minta maaf. Aku tak akan mengulanginya lagi." ucap Viollete dengan nada rendah.


"Bagus ... memang seharusnya begitu." ucap Kenzou yang masih dengan posisi yang sama, wajah mereka begitu dekat dan tubuh Kenzou masih mengunci tubuh Viollete di dinding samping elevator itu.


Jika orang lain melihat mereka berdua saat ini, pasti akan salah paham dan akan mengira mereka berdua sedang bermesraan atau bahkan berciuman.


Nah, hingga akhirnya kejadian tak terduga tiba-tiba saja terjadi. Pintu elevator mulai terbuka saat di lantai 8. Dan seseorang melihat kejadian itu. Pemuda itu mulai salah tingkah sendiri saat melihat pemandangan Kenzou yang sedang bermesraan ( menurut pemuda itu)bersama Viollete di dalam elevator.


"Oh, maafkan aku. Aku akan menggunakan elevator lainnya saja. Maafkan aku, Tuan Muda Kenzou." ucap pemuda itu merasa begitu kikuk hingga akhirnya pintu elevator mulai tertutup kembali.