The Goddess Of War

The Goddess Of War
Kenzi Or Kenzou?



Setelah Aya memutar-mutar tubuh Viollete kini Aya mulai melepaskannya. Viollete mulai berjalan dengan pelan dan berhati-hati hingga akhirnya Viollete mulai menyentuh sebuah meja bundar di hadapannya.


Namun sepertinya itu bukan meja makan rekan kerjanya, karena Aya mulai berkata dengan setengah berteriak kepada Viollete dari arah yang berlawanan, atau lebih tepatnya dari arah belakang Viollete.


"Vio!! Itu bukan meja kita! Berbaliklah dengan berputar 180 derajat. Kami disini ..." teriak Aya yang membuat Viollete menghentikan pergerakannya lalu mulai berbalik.


Setelah berjalan beberapa langkah akhirnya Viollete mulai mendapati sebuah meja bundar. Tak ada yang berkata-kata sama sekali, agar Viollete tidak mengetahui posisi duduk mereka saat ini.


Tanpa banyak pergerakan yang dilakukan oleh Viollete, kini Viollete mulai memilih seseorang yang sedang berada di sisi kanannya. Kedua tangannya mulai meraba-raba untuk meraih wajah orang yang saat ini sedang duduk di sebelah kanannya.


Karena Viollete malah tak sengaja meraba rambut dari orang itu yang ternyata adalah seorang pria. Pria itu segera meraih tangan Viollete dan menempatkannya pada wajahnya.


Tangannya begitu dingin.


Batin Viollete yang mulai meraba beberapa titik pada wajah pria itu. Seperti pipi, kening, alis, mata hidung, bibir, hingga berakhir pada dagu.


Wajahnya begitu lembut dan mulus. Keningnya sedikit tertutup oleh poni dari rambutnya yang lurus dan juga lembut. Sepasang alisnya memiliki bentuk yang tegas. Bulu matanya sedikit panjang. Tulang hidungnya memiliki bentuk yang tinggi dan mancung, bibirnya lembut dan tipis ... dan pria ini memiliki bentuk rahang yang begitu tirus dan memiliki dagu lancip.


Batin Viollete saat menyentuh setiap detail dari wajah pria itu. Pria itu terdiam saja dan membiarkan Viollete mengeksplor wajahnya.


Hanya ada 2 orang pria yang memiliki bentuk wajah seperti ini di meja bundar ini. Mereka adalah Kenzi dan Kenzou. Hanya saja ... aku harus bisa menebaknya dengan benar kali ini. Siapa diantara mereka berdua yang sedang aku sentuh saat ini? Bentuk wajah mereka sama persis, namun tentu saja mereka memiliki perbedaan.


Batin Viollete mulai meraba-raba kembali wajah pria itu sambil berusaha mengingat-ingat kembali perbedaan antara Kenzi dan Kenzou.


Kening yang tertutupi oleh sedikit poni ini adalah gaya rambut dari si dingin Kenzou. Dan ... parfum ini, aku juga mengingatnya. Parfum ini adalah parfum yang dipakai oleh Kenzou. Karena saat berada di dalam elevator, kita berdua berada dalam jarak yang cukup dekat, hingga aku mencium aroma khas dari parfum ini. Jadi tebakanku harusnya kali ini adalah 99,99% pasti benar!!


Batin Viollete menyimpulkan dengan penuh keyakinan, hingga akhirnya Viollete mulai meraih slayer yang menutupi sepasang matanya sambil memberikan jawaban untuk mereka semua.


"Seseorang yang sedang berada di hadapanku saat ini adalah tuan muda Kenzou, putra kembar dari tuan Kagami Jiro." ucap Viollete, dan setelah mengatakan itu semua slayer itu sudah terlepas dengan sempurna.


Semua orang yang saat ini sedang berada di meja bundar begitu takjub karena Viollete bisa menebaknya dengan benar. Bahkan Viollete bisa membedakan Kenzi dan Kenzou dengan tanpa melihatnya.


"Keren sekali, Viollete!" puji Roy takjub.


"Bahkan dengan mata terbuka saja, terkadang kami masih sulit untuk membedakan antara tuan Kenzi dan tuan Kenzou." celutuk Aya yang tak kalah takjub.


Nampaknya Kenzou terlihat sedikit tidak suka karena wajahnya sudah diraba-raba oleh Viollete secara berlebihan dan lama ( itu menurut Kenzou, padahal sebenarnya hanya dalam waktu kurang lebih satu menit saja Viollete meraba-rabanya sebelum menebaknya).


"Aku akan ke kamar kecil untuk cuci muka! Wajahku pasti sudah dipenuhi dengan bakteri! Kalian lanjutkan saja permainan itu tanpa aku!" ucap Kenzou dengan nada bicara yang begitu tak mengenakkan hati dan pria dingin itu juga segera bangkit dari tempat duduknya lalu meninggalkan meja makan itu begitu saja.


"Sudah jangan terlalu diambil hati. Kenzou memang seperti itu orangnya. Terlihat begitu dingin, dan kata-katanya selalu pedas. Tapi sebenarnya dia sangat baik." ucap Kenzi yang melihat Viollete seakan menjadi begitu bersalah. "Duduklah kembali dan mari lanjutkan pemainan."


"Hmm. Iya." sahut Violete singkat dan begitu pelan sekali.


Cihh ... padahal aku yang ingin mempermalukan gadis desa ini. Tapi kini malah aku yang akan mendapatkan pertanyaan atau tantangan dari dia! Lihat saja, setelah ini aku akan memutar dan membuat botol ini berhenti dan mengarah padamu!


Batin Ryuga mulai tersenyum miring menatap Viollete. Dan dengan cepat Ryuga segera mengatakan pilihannya saat ini sebelum Viollete menanyakan kepadanya.


"Aku memilih kejujuran!" ucap Ryuga dengan pelan namun terdengar begitu dingin. "Sekarang cepat berikan pertanyaan untukku!" imbuhnya tak sabaran.


Dan sebenarnya Ryuga bukan tak sabar untuk mendengarkan pertanyaan dari Viollete, melainkan Ryuga sudah tak sabar untuk segera memutar botol itu dan berniat untuk mempermalukan Viollete di hadapan semua orang.


"Siapa orang yang paling senior suka dan siapa orang yang paling senior benci disini?" pertanyaan yang cukup simple itu mulai dilayangkan oleh Viollete tanpa ada maksud tertentu.



Profil biodata Nickhun :


Name : Nickhun Vihokratana


Birth : 26 Februari


Zodiak : Pisces


Hight : 185 cm


Weight : 64 kg


Age : 25 years old


Yang paling dibenci : Tidak mudah membenci sesuatu


Yang paling disukai : Violllete / Kin Rui


Makanan faforite : Semua makanan suka dan termasuk tidak suka pilih-pilih makanan


Hobi : Berburu, berlatih Muay Thay dan segala jenis bela diri, bermain dengan senjata api


Nickhun merupakan sahabat kecil Viollete yang mempunyai karakter lembut, hangat dan penuh perhatian. Nickhun memiliki hati yang sensitif dengan rasa empati tinggi. Nickhun paling tidak bisa melihat dan membiarkan orang lain menderita.


Nickhun tidak akan bisa membiarkan orang-orang di sekitarnya bersedih atau terluka begitu saja. Kalau sudah sayang, Nickhun akan menjadi sosok paling protektif yang bakal selalu menjaga orang tersebut


Sebisa mungkin Nickhun akan berusaha menolong seseorang yang memang layak untuk ditolong. Bahkan seperti kejadian saat di pasar terapung saat di Thailand beberapa waktu silam, yang akhirnya malah menewaskan ibunya sendiri hanya karena sang preman yang melakukan balas dendam karena saat itu Nickhun pernah menolong seorang pria tua dan anaknya dari preman pasar terapung.


Nickhun juga termasuk sosok pria yang romantis dan hangat. Nickhun juga sangat terbuka dengan emosi dan perasaannya, serta tidak pernah ragu untuk menunjukkannya. Bahkan semua rasa sayang dan pedulinya semua ditunjukkan secara langsung dengan perbuatan kepada Viollete, meskipun bukan secara verbal.