
Viollete menghembuskan nafas kasarnya ke udara lalu mulai mengatakan pilihannya kepada semua orang di dalam meja bundar itu.
"Kali ini aku akan memilih tantangan." jawab Viollete yang membuat Ryuga tersenyum miring penuh kepuasan.
BINGO!! Akhirnya kamu memilih tantangan lagi. Rasakan ini, Gadis desa!
Batin Ryuga yang sudah menyiapakan rencana liciknya untuk Viollete.
"Okay! Aku memiliki sebuah tantangan untukmu!" ucap Ryuga dengan senyum miring menatap Viollete.
Gadis desa ini pasti hanya terbiasa melakukan bela diri dan semacamnya. Mari kita saksikan sebuah pertunjukan menakjubkan dari Viollete.
Batin Ryuga mulai bersiap untuk mengatakan sebuah tantangan untuk Viollete.
"Lakukan catwalk di depan kita semua dan para pengunjung kafe ini!!" sebuah tantangan mulai diberikan untuk Viollete dari Ryuga.
Di kafe ini kebetulan memiliki sebuah platform sempit, yang biasanya juga sering dipergunakan jika ada sebuah acara di dalam kafe ini. Platform itu memiliki bentuk ysng datar yang menuju auditorium kecil dan platform itu berada di antara bagian-bagian area tempat duduk di luar ruangan.
Dan biasanya platform itu digunakan oleh para model untuk menunjukkan pakaian serta aksesoris yang mereka kenakan selama peragaan busana berlangsung. Yeap, karena di dalam kafe ini memang sering kali diadakan event seperti itu sekaligus untuk hiburan.
"Catwalk?" tanya Viollete yang sedikit kebingungan karena belum pernah melakukannya sebelumnya.
"Yeap!! Cepat lakukan!" tandas Ryuga lagi.
"Baiklah! Dimana aku bisa melakukannya?" tanya Viollete yang mulai menatap Ryuga dengan tatapan yang menusuk.
Ryuga dengan senyuman tipis mulai menunjukkan ke arah samping dan menuding sebuah platform itu. Dan Viollete juga mengikuti arah pandangan dan juga telunjuk Ryuga.
"Aku hanya berjalan di atasnya saja kan?" tanya Viollete dengan santai.
Dan Viollete juga sama sekali tidak mengetahui jika melakukan catwalk itu adalah harus berjalan meliuk-liuk dan melenggak-lenggok dengan gemulai di atas sebuah platform itu layaknya super model pada umumnya.
"Yeap! Tapi bukan hanya berjalan biasa!" jawab Ryuga kembali menatap Viollete dengan senyuman misterius.
"Vio! Dengarkan aku!" kali ini Lay Zhang mulai meraih kedua bahu Viollete dan menghadapkan padanya. "Melakukan catwalk itu bukan hanya berjalan biasa seperti yang sering kau lakukan sehari-hari."
"Lalu?" potong Viollete mengerutkan keningnya menatap Lay Zhang tidak mengerti.
Lay Zhang meringis dan menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Dan pemuda pemilik rambut ikal berwarna hitam dan sedikit gondrong itu kini terlihat begitu kebingungan untuk menjelaskannya untuk Viollete.
"Jadi, kamu harus bisa melenggang layaknya model di atas sana, Vio." jawab Lay Zhang.
"Aku tidak tau. Bisakah kamu membantuku, Lay Zhang?" pinta Viollete berharap teman barunya bisa membantunya kali ini.
Belum sempat Lay Zhang menjawab pertanyaan dari Viollete, Kenzi segera memotong percakapan antara mereka berdua.
"Oh, baiklah. Ayo, Vio!" ajak Lay Zhang mulai bangkit dari tempat duduknya.
"Hhm. Iya ..." sahut Viollete lalu mulai bangkit dari tempat duduknya.
Kini Lay Zhang dan Viollete mulai melenggang bersama menuju platform itu setelah meminta ijin dari pihak kafe. Dan betapa menyebalkannya Ryuga, kali ini pria dingin dan menyebalkan itu mulai meminjam sebuah michrophone dan mulai berkicau ria sehingga kini Viollete menjadi pusat perhatian para pengunjung kafe.
"Semuanya!! Akan ada sebuah pertunjukan catwalk yang sangat menakjubkan dari gadis ini!! Mari kita sambut dengan tepuk tangan" ucap Ryuga melalui michrophone itu dengan bersemangat.
Viollete yang sudah berdiri di atas platform itu kini mulai menatap kesal Ryuga yang berada di bawah dan saat ini sedang berkicau ria dan berusaha untuk mempermalukannya.
Cihh ... pria itu sepertinya sengaja untuk melakukan semua ini. Dan sepertinya dia memang sudah mengincarku dari awal. Sangat terbukti dari perubahan sifatnya yang berubah dengan cepat seperti ini.
Batin Viollete yang mulai menyadari jika Ryuga memang sudah mengincarnya dari awal.
"Vio, jadi kamu belum pernah melakukan hal ini sebelumnya?" tanya Lay Zhang yang berdiri tak jauh dari Viollete yang masih menatap tajam ke arah Ryuga.
"Belum. Dan aku sama sekali tidak tau bagaimana cara melakukannya." jawab Viollete dengan jujur.
"Baiklah sekarang dengarkan aku baik-baik dan ikuti instruksi dariku ya, Vio! Aku sudah sedikit mendengarmu dari senior Roy. Kamu sangat cerdas. Jadi kamu pasti akan bisa melakukan semua yang aku instruksikan padamu. Aku sedikit tau dunia seperti ini. Karena club malam tempat aku bekerja dulu sering diadakan acara seperti untuk para gadis dan pria sexy." ucap Lay Zhang berusaha untuk membantu Viollete.
"Oh, iya. Sebelumnya terima kasih karena sudah bersedia untuk membantuku." ucap Viollete dengan tulus dan menatap pemuda itu.
"Hhm. Sama-sama. Sekarang kamu harus berdiri dengan benar dan pandangan lurus ke depan." ucap Lay Zhang mulai memberikan instruksi kepada Viollete.
Viollete mulai melakukannya sesuai dengan instruksi dari Lay Zhang.
"Putarlah kaki kiri dengan sudut 45 derajat ke arah belakang. Lalu arahkan kaki kanan ke depan dengan lurus. Bengkokkan lutut kanan sedikit di atas garis dari lutut sebelah kiri. Bengkokkan juga lutut kiri sedikit." imbuh Lay Zhang dan diikuti oleh Viollete dengan baik. "Letakkan kedua tangan di kedua pinggang juga."
Viollete melakukannya lagi sesuai dengan petunjuk dari Lay Zhang.
"Dengan teknik berdiri seperti itu maka keseimbangan tubuh akan terjaga dan terlihat lebih ramping. Lekuk tubuh yang ditampilkan akan membuat busana yang dikenakan pun jatuhnya lebih indah." ucap Lay Zhang lagi. "Selanjutnya, arahkan pandangan lurus ke depan namun posisi kepala jangan kaku, dan kamu bisa menoleh ke kiri atau ke kanan bila diperlukan, Vio. Jangan tegang dan rileks saja."
"Hhm. Baiklah. Lalu apa lagi?" potong Viollete tak sabaran.
"Posisi bahumu ditarik sedikit ke belakang." ucap Lay Zhang sambil membenarkan posisi kedua bahu Viollete dengan menariknya sedikit ke belakang. "Dada agak dibusungkan ke depan dan tahan otot perut. Posisi punggung tegak, pinggul jatuh ke kiri. Sikap tangan panjang lentik dan rileks."
Jujur saja posisi seperti itu sedikit tidak membuat Viollete merasa nyaman. Karena dianggap terlalu menonjolkan dada, tapi Viollete merasa sedikit lega karena saat ini Viollete sedang mengenakan pakaian yang tak terlalu ketat. Setidaknya Viollete akan lebih merasa nyaman.
"Posisi tetap seperti ini ya, Vio! Selanjutnya teknik berjalan. Posisi satu kaki di depan kaki yang lain, namun bukan menyilang. Alur jalan membentuk garis lurus. Dan ayunkan kaki sejauh mungkin dengan tetap menjaga keseimbangan. Sesuaikan langkah kaki dengan irama musik. Dan hindari langkah dengan hak jatuh lebih dahulu, posisi tumit menapak ke lantai bersamaan bagian depan sepatu. Apa kamu paham dan bisa mengingat semua itu, Vio?"
Viollete mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan, "Baiklah. Aku paham. Setelah ini hanya tinggal mempraktekannya saja! Terima kasih, Lay Zhang! Aku tak akan melupakan kebaikanmu!" ucap Viollete lalu mulai bersiap untuk melenggang di atas platform itu karena musik spesial sudah mulai dimainkan atas perintah dari Ryuga.