The Goddess Of War

The Goddess Of War
Sebuah Misi Khusus?



Jantung Viollete berdebar lebih cepat dan tubuhnya bergetar hebat saat pandangannya bertemu secara langsung dengan Kagami Jiro. Orang yang selama ini sangat dibencinya! Yeap, hidup 18 tahun dalam bayang-bayang dan kebencian yang selalu dipupuk oleh Buck Karimova.


Sepasang mata kecoklatan Viollete terlihat sudah semakin berair dan menatap tajam orang yang saat ini menjadi bos besarnya di tempatnya bekerja. Bahkan kedua tangannya tanla sadar sudah mengepal begitu saja.


Namun angannya tiba-tiba saja buyar karena Wilson yang mulai menyapa Viollete.


"Viollete. Tuan Kagami Jiro ingin bertemu denganmu." ucap Wilson yang sebenarnya cukup mengejutkan untuk Viollete dan membuat Viollete sedikit tergagap.


"Oh. I-iya, aku Viollete." ucap Viollete memperkenalkan dirinya dan membungkukkan badannya untuk memberikan salam penghormatan kepada Kagami Jiro yang masih duduk di seberang Wilson.


Raut wajah Viollete saat membungkuk benar-benar terlihat begitu dingin dan kelam. Auranya benar-benar sangat menakutkan. Setelah beberapa saat saat Viollete mulai berdiri dengan tegap dan berusaha untuk mengubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit lebih ramah. Namun hal itu tidak berhasil, wajah ayu itu masih terlihat dingin.


Gadis ini ... rasanya cukup tidak asing. Apa aku pernah bertemu dengan dia sebelumnya? Mengapa aku merasa jika gadis ini sangat mirip dengan seseorang?


Batin Kagami Jiro yang masih saja mengamati Viollete karena merasa seakan pernah bertemu dengan Viollete sebelumnya.


"Apa apa, Tuan Kagami Jiro? Apa aku telah membuat sebuah kesalahan?" tanya Viollete dengan nada bicara yang tegas dan pasti.


"Hhm? Tidak. Aku sudah cukup banyak mendengar tentang dirimu!" ucap Kagami Jiro mulai sedikit memutar kursi empuk berwarna hitam itu sedikit menghadap samping. "Aku akan memberikan sebuah misi khusus untukmu. Jika kamu berhasil kali ini, aku akan memberikan sebuah hadiah untukmu. Aku tau kamu sedang mencari seseorang yang sudah melenyapkan mamamu. Aku bisa membantumu untuk menemukan orang itu, jika kamu mau. Karena kekuasaan Doragonshadou sangat tinggi dan tak terbatas." imbuh Kagami Jiro dengan suara khasnya yang begitu besar, tegas dan berwibawa.


"Jika memang itu adalah sebuah penawaran, itu akan sangat berguna untukku. Aku menerimanya!" jawab Viollete penuh dengan keyakinan.


Kagami Jiro tersenyum begitu puas dan takjub melihat keberanian dari Viollete. Padahal Kagami Jiro belum mengatakan seperti apa misi itu sebelumnya.


Gadis ini sangat pemberani. Sangat mirip dengan kedua putra kembarku. Bahkan sangat mirip denganku saat aku masih muda. Jiwa muda yang begitu pemberani dan tak takut pada apapun. Orang-orang seperti inilah yang sangat dibutuhkan oleh Doragonshadou.


Batin Kagami Jiro merasa sedikit terpukau melihat keberanian dari Viollete. Bahkan saat berbicara kepada Kagami Jiro saja, gadis itu tak terlihat takut sedikitpun. Ucapan demi ucapannya terlihat begitu penuh dengan keyakinan dan sangat tegas.


"Baiklah. Untuk misi khusus ini aku hanya akan mengirimmu bersama dengan Roy saja untuk antisipasi. Karena tempat yang akan kalian datangi adalah jauh dari perkotaan. Sebuah pedesaan di bawah kaki gunung Fuji. Desa Aiko Iyashi No Sato. Untuk misi tersebut, Wilson akan memberitahukan kepadamu esok dengan lebih detail." jelas Kagami Jiro masih dengan senyum tipisnya yang hampir saja tak terlihat di wajah sangarnya itu.


"Baiklah. Aku mengerti." jawab Viollete dengan tegas.


"Viollete, apakah ini adalah pertama kalinya kamu datang ke Jepang?" tanya Kagami Jiro tiba-tiba karena ingin memastikan sesuatu, apakah Kagami Jiro memang pernah bertemu dengan Viollete sebelumnya.


"Benar, Tuan Kagami Jiro. Aku baru saja pindah dari Thailand." jawab Viollete dengan jujur.


"Oh, baiklah. Kamu boleh pergi sekarang ..." jawab Kagami Jiro seadanya.


"Baik. Kalau begitu permisi." Viollete kembali membungkukkan badannya lalu mulai berbalik dan meninggalkan ruangan itu.


Kagami Jiro masih saja menatap kepergian Viollete hingga gadis itu menghilang dari hadapannya.


Meskioun Wilson cukup tau bagaimana ketrampilan Viollete dalam bela diri, namun misi kali ini menurutnya akan sangat berbahaya. Karena ini akan sangat berhubungan dengan rumor yang beredar jika masih ada sisa-sisa dari Death Eyes yang sedang bersembunyi di desa Aiko Iyashi No Sato.


"Tidak, Wilson. Kirimkan juga rekan satu timnya untuk pergi bersama. Biar bagaimanapun Death Eyes itu sangat berbahaya. Biarkan team Ryuga ikut turun tangan bersama." sahut Kagami Jiro yang merubah keputusannya untuk mengirim Viollete dan Roy saja. "Baiklah. Aku akan mencari putra bungsunku dulu." imbuh Kagami Jiro lalu bangkit dari tempat duduknya lalu mulai melenggang meninggalkan ruangan Wilson.


...⚜⚜⚜...


Kazuma yang ternyata sudah menunggu Viollete di ruangan kerjanya, rupanya juga menunggu Viollete dengan sabar menyelesaikan pekerjaannya. Hingga waktu makan siang tiba, dengan sangat bersemangat Kazuma segera menarik Viollete untuk mengajaknya makan bersama di kantin di dalam gedung ini juga.


"Kak Vio suka makan apa?" tanya Kazuma mulai melihat buku menu.


"Kakak suka ... uhm ... ramen saja." sahut Viollete seadanya.


"Baiklah. Dua ramen uddon. Dan minumnya ..." ucap Kazuma belum sempat menyelesaikan ucapannya karena masih melihat daftar menu minuman.


"Smoothie ..." / "Smoothie!" ucap Viollete dan Kazuma bersamaan.


Dan hal ini terdengar sedikit lucu dan membuat Kazuma sedikit tertawa kecil.


"Kak Viollete suka smoothie juga?" tanya Kazuma penuh minat.


"Hhm. Kakak suka. Selain manis, juga menyegarkan. Karena kakak menyukai makan manis." jawab Viollete dengan jujur.


"Wah. Sama kita, Kak!! Baiklah, kakak smoothie apa?" tanya Kazuma lagi.


"Anggur saja deh."


"Okay! Kalau begitu aku juga deh. Bibi ..." kali ini Kazuma mulai memanggil seorang petugas kantin yang sedang berada tak jauh dari mereka.


"Kami memesan 2 ramen udon dan 2 grape smoothie ya." ucap Kazuma kepada penjaga kantin itu.


Sebenarnya tempat ini lebih seperti menyerupai sebuah restoran elite. Namun restoran ini masih berada di dalam gedung utama Doragonshadou dan hanya dikunjungi oleh karyawan yang bekerja disini mauoun para tamu yang kebetulan sedang berkunjung.


Kantin ini cukup mewah dan berada di lantai 7. Sambil menikmati sarapan pagi, makan siang atau makan malam tempat ini juga akan memberikan panorama yang begitu indah dan menakjubkan. Menjadikan mood seketika menjadi lebih baik saat menikmati makanan disini.


Dan satu lagi!! Semua makanan disini adalah makanan mewah dan disajikan oleh chef yang sudah cukup terkenal. Dan lagi semua makanan yang ada disini adalah gratis untuk semua karyawan yang bekerja di dalam Doragonshadou! Namun mereka hanya diperbolehkan untuk memesan 1 menu makanan dan 1 menu minuman di saat makan siang.


Jam di luar makan siang, semua makanan itu akan dikenakan tarif normal seperti saat sedang menikmati layaknya makan di restoran. Maka tak heran jika jam makan siang kantin ini akan selalu ramai.