The Goddess Of War

The Goddess Of War
Kin Izumi VS Kagami Jiro



TAR ...


Sebuah peluru panas meluncur dari senjata api laras pendek milik Kin Izumi dengan amunisi yang tentunya sangat berbahaya dan hanya dimiliki oleh Death Eyes.


Kini bahu belakang sebelah kiri Cloud mulai mengucur darah segar hingga merembes membasahi sweater warna cream lembut itu.


"Cloud!! Tidak!!" ucap Viollete begitu memilukan dan bergetar sambil menahan tubuh Cloud yang ambruk menimpa tubuhnya.


Viollete sangat tidak menyangka jika Cloud akan melindunginya kali ini bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Tak kuasa Viollete menahan air mata hangatnya, hingga akhirnya air mata hangat itu keluar membasahi pipinya.


Siapa yang tidak bersedih ketika melihat salah satu orang yang disayangi harus terluka dan mengorbankan dirinya untuk kita? Mungkin rasanya akan sangat menyesakkan, memilukan dan sangat menyakitkan. Seperti yang dirasakan oleh Viollete saat ini.


"Cloud!! Tidak!! Mengapa kamu melakukan semua ini? Mengapa, Cloud? Hiks ..." ucap Viollete dalam isak tangisnya dan kini sudah terduduk memangku sang adik.


Rasanya tubuhnya begitu tak bertenaga setelah melihat sang adik terluka, bahkan oleh serangan dari papanya sendiri.


"Ti-dak ap-pa - ap-pa, Kak. A-ku ... a-ku yakin ... ka-kak memiliki se-buah ala-san ... Ak-ku per-cayya pada kak-kak ..." ucap Cloud yang membuat dada Viollete menjadi begitu sesak.


"Kamu harus tetap bertahan! Kamu harus kuat, Cloud!!" ucap Viollete mengusap air matanya kembali dan dengan cepat merobek bagian ujung dari pakaiannya lalu mulai berusaha untuk mengikat dan memberikan tekanan pada luka Cloud. "Tunggu dan tetap dalam posisi duduk! Jangan berbaring!! Sebentar lagi tim penyelamat akan segera datang! Apa kamu baham?" imbuh Violletr setengah berbisik dan menatap serius wajah Cloud.


Cloud hanya mengangguk pelan menandakan dia memahami ucapan dari Viollete. Kini Viollete mulai sedikit menggeses tubuh Cloud tetap terduduk dan bersandar pada sebuah dinding besi.


"Kalian berdua sama saja!!" geram Kin Izumi behitu murka.


Wajah putihnya semakin terlihat merah padam, menandakan puncak emosinya sudah semakin tak terkendalikan.


"Kau apakan putraku hingga dia berani melawan papanya sendiri?!" ucap Kin Izumi menatap tajam Viollete dan bersiap untuk mengangkat senjata api laras pendeknya kembali ke arah Viollete.


"Aku hanya memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus untuknya! Begitu juga dengan Cloud!! Bukan seperti yang sudah kamu lakukan padaku!! Kamu hanya memperalatku dan menjadikan aku sebagai mesin untuk balas dendam saja!! Kau sungguh bukan manusia!! Kau seperti iblis, Kin Izumi!!" ucap Viollete dengan dadanya yang sudah sangat bergemuruh.


Sepasang mata Viollete sudah terlihat merah dan berkaca-kaca. Nafasnya sudah tak teratur dan naik turun. Viollete mulai melangkah pelan untuk mendekati Kin Izumi. Namun Kin Izumi juga sudah bersiap untuk menarik pelatuk dari senjata api laras pendeknya.


"Diam kau, Anak haram!! Cepatlah mati saja dan menyusul mamamu!!" geram Kin Izumi mulai menarik pelatuk senjata apinya kembali.


TAR ...


PRANG ...


BRUUGGHH


GUBRAK ...


"Kagami Jiro!! Akhirnya kita bertemu kembali setelah sekian lama ... hallo, Teman ..." Kin Izumi yang saat ini berada tepat di bawah tubuh Kagami Jiro mulai menyeringai menyeramkan.


"Kin Izumi. Sampai sejauh ini kamu melakukan ini semua! Tidak puaskah kamu mengakhiri Amane saat itu karena dendammu yang begitu membutakan hatimu?! Bahkan aku tak pernah mengusik hidupmu!! Mengapa kamu sampai melibatkan anak-anak?! Mengapa kamu membawa kabur putriku dan malah membuatnya membalaskan dendammu?! Anak kecil yang tidak tau apa-apa malah kamu cekoki dengan hal tidak masuk akal seperti itu?!!" Kagami Jiro yang masih meraih kerah pakaian Kin Izumi dan berada di atas tubuh Kin Izumi juga merasa kesal luar biasa.


Bukan hanya kesal! Tapi marah! Benci!! Dan tentunya Kagami Jiro juga ingin sekali memberikan hukuman yang setimpal untuk Kin Izumi.


Kin Izumi tertawa lepas dan terlihat seperti seorang psikopat. Namun tiba-tiba saja Kin Izumi mulai menghentakkan kakinya dan berusaha untuk bangun kembali.


Kedua pria paruh baya itu terus saja berduel dalam waktu yang cukup lama, karena mereka berdua adalah sama-sama kuat dan juga sama-sama cerdas.


"Kin Rui! Jaga Cloud dan tetap berikan penekanan pada lukanya! Sebentar lagi akan ada tim penyamat!" teriak Kagami Jiro memberikan perintah untuk putri sulungnya.


Sebenarnya Viollete sangat ingin melakukan sendiri dalam membalas perbuatan dari Kin Izumi, namun saat ini Cloud juga sedang terluka. Sehingga Viollete hanya bisa mematuhi perintah dari Kagami Jiro.


Namun setelah beberapa saat Roy sudah berhasil menyusul mereka di dalamhelikopter ini. Roy melihat Kagami Jiro yang masih saja berduel dengan Kin Izumi tanpa menggunakan senjata apapun karena senjata mereka entah sudah terjatuh dan hilang kemana.


Sementara Viollete yang menyadari kehadiran Roy segera meminta Roy untuk menjaga Cloud.


"Senior Roy. Tolong jaga adikku dulu! Ada sesuatu yang sedang ingin aku lakukan saat ini!" ucap Viollete menatap Roy lurus-lurus.


"Tapi, Vio ..." sela Roy yang sepertinya keberatan jika harus membiarkan Viollete kembali beraksi, sementara dirinya malah berdiam diri dan hanya menjaga adik dari Viollete saja.


"Tolong, Senior Roy. Aku mohon ..." pinta Viollete memohon.


"Baiklah. Aku akan menjaga adikmu. Hati-hati dan jangan memaksakan diri." ucap Roy akhirnya.


"Terima kasih, Senior Roy." ucap Viollete dengan tulus. "Cloud, kakak pergi sebentar dulu." imbuh Viollete beralih menatap Cloud yang saat ini sudah terlihat semakin pucat saja.


Viollete mulai meninggalkan Cloud dan Roy dan mulai berniat untuk mendekati Kagami Jiro dan Kinzumi yang masih saja berduel.


BRUGHH ...


Tubuh Kin Izumi terhempas dan menabrak dinding besi. Pria paruh baya itu terlihat sudah cukup lelah dan memiliki beberapa luka lebam pada wajahnya, namun hal itu tak membuat Viollete untuk mengurungkan niatnya kembali.


Viollete kembali memantapkan hatinya dan mengarahkan kembali Glock meyer 27 miliknya ke arah pria paruh baya yang sudah terlihat cukup lelah itu. Namun tiba-tiba saja Kagami Jiro menghalangi niat Viollete dengan meletakkan jemarinya pada ujung Glock Meyer 27 yang sudah sepenuhnya menjadi milik Viollete.


Viollete mendongak dan menatap Kagami Jiro penuh dengan rasa bingung dan tidak mengerti. Sedangkan Kagami Jiro masih saja menatap nanar Viollete dan menggeleng pelan.


"Jangan kotori tanganmu dengan hal seperti ini. Dendam itu sangat tidak baik dan sangat melelahkan, Putriku. Aku tidak mau kamu hidup dalam bayang-bayang seperti kehidupan Kin Izumi. Aku sendiri yang akan menghukum dan menangkapnya. Dan dia harus bertanggung jawab atas semua perbuatan yang telah dia perbuat selama ini." ucap Kagami Jiro tiba-tiba.