The Goddess Of War

The Goddess Of War
Pertemuan Yang Mendebarkan



Viollete masih terlihat mengamati wajah pemuda berdarah Thailand itu dengan begitu detail dengan sepasang mata kecoklatan yang bening dan indah itu sedikit menyipit.


"Ya, Nick. Menurutku kamu kurang menakutkan. Wajahmu masih terlalu imut untuk menjadi seorang soldier. Ahaha ... yang ada mereka malah akan terpesona dan tidak akan takut kepadamu. Ahaha ..." Viollete mulai tertawa renyah dan membuat Nickhun menjdi sedikit murung, namun sebenarnya Nickhun merasa cukup senang dan bahagia saat Viollete mengatakan dirinya imut.


"Biarkan saja mereka menganggap aku seperti apa, Vio. Aku hanya bekerja dan akan melakukan semua sesuai pekerjaanku saja, Vio." sahut Nickhun seadanya.


"Hhm. Ya. Kamu benar sekali, Nick! Aku setuju denganmu. Banyak orang yang juga meremehkanku hanya karena aku seorang gadis. Tapi lihatlah, suatu saat aku akan berdiri dan berada di puncak tertinggi dan menggenggam dunia ini!" gumam Viollete penuh dengan keyakinan dan mulai membayangkan sosok Kagami Jiro yang sangat dibencinya.


Suatu saat kalian semua akan berakhir! Dan semuanya akan hancur!!


Batin Viollete tersenyum miring.


"Ya! Kamu pasti bisa melakukannya dengan baik, Vio! Aku percaya padamu!" sahut Nickhun yang tentunya akan selalu mendukung setiap langkah yang akan diambil oleh Viollete.


Setelah beberapa saat akhirnya busway itu mulai menepi, Viollete dan Nickhun mulai turun bersama dari busway itu. Nickhun juga masih berniat untuk mengajak Viollete pergi ke kontrakannya lebih dulu untuk mengobati beberapa luka lebam di wajah dan tubuh Viollete. Namun Viollete malah menolaknya karena sudah begitu larut malam. Dan pasti Viollete juga sudah ditunggu oleh sang papa di rumah.


Lagipula luka seperti itu bukan sebuah masalah yang besar untuk Viollete. Dan gadis pemilik nama asli Kin Rui ini juga sudah terbiasa menjaga dan mengurus dirinya sendiri selama ini. Bahkan seekor buaya di sungai Thailand saja sudah pernah dijinakkannya saat Viollete masih berada di desa Wang Nam Khiao.


Karena Viollete adalah gadis yang begitu kuat, genius, dan memiliki seribu cara untuk tetap bertahan hidup dari dunia yang menurutnya sangat kejam ini!


Dunia yang kejam telah menjadikannya seorang gadis yang mandiri. Tangan-tangan tak bermoral itu juga membuatnya kehilangan orang-orang yang sangat dia kasihi, dan tentunya hal itu malah menjadikannya semakin kuat dan lebih kuat lagi!


...⚜⚜⚜...


Viollete masih terlihat berkutat di depan sebuah oled trasnsparent berukuran kurang lebih 14 inchi di hadapannya itu. Sementara Lay Zhang dan Aya juga terlihat di meja kerjanya masing-masing. Ryuga sepertinya juga sedang ada pertemuan dengan beberapa klan luar bersama pemimpin klan Yokohama.


Roy terlihat mulai memasuki ruangan kecil namun begitu futuristic itu. Beberapa berkas juga masih berada pada genggamannya saat ini. Roy segera menghampiri Viollete yang masih saja berkutat di depan monitor berwarna kebiruan itu.


"Vio. Tuan Wilson memanggilmu. Dia menunggumu di ruangannya sekarang juga." sahut Roy yang kini mulai duduk di tempat kerjanya, tepatnya di sebelah kanan Viollete.


"Oh, baiklah. Tapi ada apa? Apa aku sudah membuat kesalahan?" sahut Viollete mengerutkan keningnya.


"Sepertinya bukan. Ada hal lain yang ingin dia bicarakan denganmu. Pergilah ..." ucap Roy dengan ramah dan mulai mengoperasikan oled transparent pribadinya setelah menyimpan berkas-berkas yang baru saja dia bawa di dalam laci mejanya.


"Hhm. Baiklah ..." Viollete segera bangkit dari tempat duduknya dan mulai meninggalkan ruangan kerjanya.


TRINGG ...


Setelah beberapa saat akhirnya pintu elevator mulai terbuka. Viollete mulai melenggang keluar dari pintu itu, namun tak sengaja seorang anak laki-laki yang berusia kira-kira 15 tahun menabrak Viollete dari arah yang berlawanan dan membuatnya terjatuh di atas lantai.


BRRUUKK ...


"Ahh, siapa ini yang sudah berani menghalangi jalanku?!" ucap anak laki-laki itu terlihat kesal tanpa menatap Viollete dan masih terduduk di atas lantai.


"Apa kamu baik-baik saja?" kini Viollete mengelurkan tangan kanannya untuk membantu anak laki-laki yang tak lain adalah Kazuma itu.


Kazuma mulai mendongak dan menatap Viollete. Wajah kesalnya kini mulai berubah menjadi begitu ceria dan dihiasi dengan senyuman yang begitu sumringah.


"Kakak cantik yang waktu itu di taman bermain?" sahut Kazuma begitu sumringah dan segera menerima uluran tangan dari Viollete untuk segera berdiri kembali. "Jadi kakak cantik bekerja di perusahaan ayah?" imbuh Kazuma sangat bersemangat.


"Hhm. Iya." sahut Viollete dengan senyuman ramahnya.


"Oya, namaku adalah Kagami Kazuma. Dan umurku saat ini adalah 15 tahun." ucap Kazuma memperkenalkan dirinya lalu mulai membaca ID Viollete yang masih tergantung dengan rapi pada leher Viollete. "Nama kakak cantik seperti orangnya Viollete."


Mendengar ucapan dari Kazuma, entah mengapa membuat Viollete sedikit terhibur hingga gadis cantik yang selalu dingin terhadap orang yang baru saja dikenalnya itu kini tersenyum manis.


"Terima kasih, Kazuma." ucap Viollete dengan tulus. "Oh iya, kakak harus segera menemui tuan Wilson. Kita berbincang lagi nanti ya ... bye ..." Viollete memberikan salam perpisahan untuk Kazuma dan segera melenggang kembali untuk segera menemui Wilson.


Seperti biasa, koridor di lantai 13 ini sangat sunyi. Karena lantai ini hanya berisi dengan beberapa ruangan para bos besar yang memiliki kepemimpinan tinggi di dalam Doragonshadou saja dan ruangan server data yang sungguh menakjubkan!


Viollete mulai berhenti tepat di depan sebuah ruangan yang cukup besar dan mulai mengetuk pintu ruangan itu beberapa kali. Hingga akhirnya sang pemilik ruangan mulai mempersilakannya untuk masuk ke dalam ruangan itu, baru Viollete mulai memasukinya.


Rupanya di dalam ruangan ini bukan hanya ada Wilson saja, namun juga ada seorang pria paruh baya dengan setelan jasnya yang begitu rapi dan necis sedang duduk di seberang Wilson. Pria paruh baya itu terlihat begitu berwibawa dan berkharisma. Wajahnya sangat tegas, dan perawakannya masih cukup kekar.


Pria paruh baya itu adalah Kagami Jiro, dan inilah pertemuan pertama antara Kagami Jiro dan Viollete. Dan pertemuan ini tanpa sadar membuat Viollete berguncang dan berdebar. Sepasang mata kecoklatannya terlihat sedikit berair ketika menatap Kagami Jiro.


Entah saking bencinya, atau hati dan perasaannya yang mulai merasakan ada sesuatu. Karena perlu diketahui, darah itu lebih kental dari air! Ikatan antara ayah dan anak pastinya akan sangat kuat! Namun akankah mereka berdua segera menyadari semua itu?


Namun jawabannya adalah tidak untuk Viollete! Karena kebenciannya sudah dipupuk sejak dini oleh Buck Karimova. Dan kini kebencian terhadap Kagami Jiro tentunya sudah semakin besar dan menggunung.