My Love Is Sillie

My Love Is Sillie
Episode 77. Mencari Aurora



My love is sillie


Episode 77



Willy yang sibuk bertarung menghadapi cukup banyak anggota black jack, tak sadar jika Billy sedang berusaha mendekati Aurora karena sulit tentu baginya melihat hal itu.


"Duh, ini gimana ya caranya supaya mereka berhenti bertarung? Aku gak mau Willy terluka, aku khawatir banget!" gumam Aurora.


"Ehem ehem.."


Aurora sangat terkejut mendengar suara deheman dari seseorang di sampingnya, ia menoleh dan tambah syok melihat Billy sudah berada di dekatnya saat ini.


"Hah??" ucapnya spontan sembari berusaha menjauh dari Billy.


"Kamu gak perlu takut, cantik! Aku gak akan sakitin kamu kok," ucap Billy sambil tersenyum.


"Jangan macam-macam ya lu! Jangan deketin gue!" ucap Aurora merasa takut.


"Aku gak mau macam-macam kok sayang, aku cuma mau kamu ikut sama aku. Lagian ngapain sih kamu pacaran sama Willy?" ujar Billy.


"Ish, ya suka-suka gue lah! Mau gue pacaran sama Willy atau siapapun, itu bukan urusan lu!" ujar Aurora.


Billy tersenyum tipis lalu perlahan mendekat ke arah Aurora yang semakin ketakutan.


"Cantik, kamu ikut sama aku aja ya! Willy itu playboy dan dia suka gonta-ganti cewek, jadi mending kamu sama aku." ujar Billy.


Bughh...


Satu tendangan diarahkan ke bagian segitiga Billy oleh Aurora, membuat pria itu langsung meringis kesakitan memegangi bagian segitiganya itu.


"Awhh aduh!" ringis Billy yang perlahan-lahan terduduk di aspal.


"Rasain tuh! Makanya jangan macam-macam jadi cowok!" ujar Aurora.


Saat Aurora hendak pergi, tiba-tiba saja ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang dan menahan tubuhnya.


"Mmppphhh mmppphhh.."


Aurora coba meronta-ronta untuk melepaskan diri, tetapi gagal lantaran tenaganya kalah kuat.


Billy tersenyum tipis melihat Ilham muncul kesana dan berhasil menangkap Aurora.


"Lu gak bisa kemana-mana, ayo ikut gue!" ucap Ilham di telinga Aurora.


"Mmppphhh..."


Hanya itu yang bisa terdengar dari mulut Aurora, ia sudah tak dapat bersuara apapun lagi karena kain yang menyumpal di mulutnya masuk semakin dalam.


Akhirnya Ilham membawa pergi Aurora dari sana secara paksa, sedangkan Billy masih tetap disana tergeletak menahan sakit pada bagian segitiga miliknya.


***


"Mmppphhh mmppphhh.."


Willy yang sedang bertarung menghadapi anggota black jack, mendengar suara tersebut dari belakangnya.


Sontak Willy langsung menoleh, ia terkejut melihat Aurora dibawa pergi oleh seorang pria masuk ke dalam mobil.


"AURORA!" teriak Willy.


Bughh...


Bughh...


Belum sempat Willy mengejar Aurora, tubuhnya sudah langsung ditendang dan dipukul oleh para anggota black jack itu berkali-kali.


Bruuukkk...


Akhirnya Willy terjatuh ke aspal dengan posisi terlentang sembari memegangi perutnya.


"Akh! Uhuk uhuk.." Willy meringis dibarengi dengan batuk akibat pukulan dari anggota black jack tadi.


"Hahaha, lu gak akan bisa selamatin cewek lu itu! Ini balasan buat lu Wil, karena lu udah berani nyerang markas kita!" ujar Geri.


"Mamam tuh kesakitan!" cibir Dean.


"Yaudah, yuk kita cabut!" ucap Choky.


"Gas!"


Mereka pun berjalan pergi meninggalkan Willy disana dan tak lupa menolong Billy yang masih tergeletak di jalanan.


"Awhh! Aurora, Aurora!!" teriak Willy.


Willy berusaha untuk bangkit, akan tetapi usahanya sia-sia lantaran tubuhnya tidak mampu digerakkan untuk saat ini.


"Sial! Gue bodoh banget! Kenapa gue bisa kecolongan kayak gini?!" geram Willy.


Para anggota black jack pun pergi dengan motor mereka, Aurora juga sudah dibawa oleh Ilham menggunakan mobil miliknya.


Sementara Willy hanya bisa menyesali apa yang terjadi barusan, ia benar-benar tak menyangka akan kehilangan Aurora.


"Waktu itu gue pernah kehilangan Kiara karena kecerobohan gue, kali ini gue gak mau hal itu keulang lagi. Gue harus cari Aurora dan bebasin dia!" batin Willy.


Willy pun mengambil ponselnya, memotret mobil yang ditumpangi Ilham dan mengirim itu ke grup the darks agar mereka dapat membantunya.


***


Tliingg...


Ponsel milik Randi berbunyi, begitupun dengan yang lainnya.


Mereka semua kompak melihat hp, terdapat pesan dari Willy di grup mereka.


"Eh eh, ini si Willy kirim pesan ke grup. Isinya foto mobil sama motor-motor, kayaknya sih geng black jack deh. Walau buram, tapi kelihatan jelas kalo ini jaket mereka." ujar Tedy.


"Iya benar, tapi kira-kira maksud Willy ngirim ini apa ya? Gak mungkin dia cuma iseng, pasti ada sesuatu yang terjadi!" ucap Syakur.


"Kalau menurut gue, mungkin aja Willy abis diserang sama mereka. Bisa jadi black jack mau balas dendam ke kita, karena kita udah serang markas mereka kemarin." ucap Randi.


"Iya tuh, gue sependapat sama Randi!" ujar Arif.


"Tapi, terus ini mobil siapa?" tanya Syakur heran.


"Entahlah, kita tunggu aja sampai Willy selesai ngetik!" jawab Randi.


"Oke!"


Tliingg..


Tak lama kemudian, ponsel mereka kembali berbunyi dan itu adalah pesan yang dikirim oleh Willy.


"Nah, ini dia si Willy dah selesai ngetik." ujar Tedy.


...The darks...


Willy


Guys, foto mobil itu adalah pelaku yang udah culik Aurora. Dia dibawa sama orang itu, kelihatannya sih komplotan anak black jack. Tolong gue buat cari siapa pelakunya dan bebasin Aurora!


Mereka semua terkejut membaca itu, tak ada yang mengira bahwa Aurora telah diculik.


"Waduh! Ternyata Aurora diculik guys, gimana dong ini?" ujar Tedy panik.


"Ya mau gimana lagi? Udah jelas kita harus bantu si Willy! Dia itu teman kita, begitu juga dengan Aurora. Gak mungkin kita biarin Aurora diculik sama anak black jack!" ucap Arif.


"Bener tuh, Aurora pacar Willy dan artinya dia juga udah masuk anggota the darks. Jadi, kita harus bantu dia dan bebasin dia!" sahut Syakur.


"Yaudah, sekarang kita mending langsung cabut aja dan cari mobil ini sesuai perintah Willy!" ujar Zafran.


"Bentar guys! Kita harus cari tau dulu Willy dimana, gue sih yakin dia pasti terluka! Soalnya gak mungkin Aurora bisa diculik, kalau Willy dalam keadaan baik-baik aja." ucap Randi.


"Oh iya, tapi gimana cara kita nyari si Willy? Dia aja gak kasih tahu ke kita dia ada dimana," tanya Tedy.


"Biar gue yang telpon dia," ucap Randi.


"Oke Ran!" ucap Tedy mengangguk kecil.


Randi pun menghubungi nomor Willy, sedangkan yang lainnya tetap pada posisi mereka masing-masing.


******


Gadis itu dibawa masuk ke dalam kamar yang sudah tersedia, lalu dihempaskan begitu saja oleh Ilham saat tiba disana.


"Awhh!" Aurora memekik keras.


"Lu diem disini! Jangan kemana-mana, atau lu bakal kita habisin!" ancam Ilham.


"Apa mau lu sebenarnya? Kenapa lu culik gue?" tanya Aurora.


"Lu gak perlu tau, nurut aja!" bentak Ilham.


Ilham pun menutup pintu dan menguncinya, membiarkan Aurora di dalam sana seorang diri.


Aurora tak dapat berbuat apa-apa, ponselnya juga sudah disita oleh Ilham sehingga ia tak bisa menelpon Willy atau papanya.


"Duh, gue takut banget! Kenapa mereka harus culik gue sih? Gimana caranya gue bisa kabur dari sini? Gue gak mau ada disini!" gumam Aurora.


Aurora pun menatap sekelilingnya, kamar itu lumayan bagus dengan berbagai hiasan yang ada.


Bahkan, di ranjangnya juga terdapat beberapa boneka besar seperti sudah disediakan untuknya.


Aurora akhirnya duduk di pinggir ranjang, namun tentu saja ia masih merasa ketakutan.


"Dimana kamu Willy? Aku butuh kamu! Aku takut kalau harus disini lama-lama, cepat kamu datang kesini Willy!" ucap Aurora dengan air mata yang sudah mulai mengalir di pipinya.


Ceklek...


Tiba-tiba saja ia mendengar suara pintu terbuka, ia pun spontan berdiri menatap ke arah pintu dan penasaran siapa yang datang.


"Halo Aurora!"


Aurora sangat terkejut melihat Max ada disana dan tengah tersenyum ke arahnya, matanya melotot disertai mulut menganga seakan tak percaya apa yang dia lihat saat ini.


Sementara Max tetap tersenyum, ia menutup pintu dari dalam lalu menghampiri Aurora yang masih terdiam disana.


"Hey! Kamu kenapa diam aja?" ujar Max.


"Max, apa yang lu lakuin disini? Kenapa lu bisa ada disini?" tanya Aurora heran.


"Ohh, kamu pasti bingung ya? Wajar sih, gak banyak yang tahu emang kalau aku leader black jack yang baru. Semua orang mengira kalau Ilham itu masih pemimpin disini, padahal udah enggak." ucap Max sambil tersenyum.


"Apa? Jadi, lu itu pemimpin geng black jack? Berarti lu juga yang udah perintahin mereka buat bawa gue kesini, iya?" tanya Aurora mulai kesal.


"Kalau emang iya, kenapa? Kamu gak terima?" ucap Max dengan nada mengejek.


"Jelas lah gue gak terima! Gue pengen bebas, gue gak mau ada disini! Sekarang lu lepasin gue, atau gue laporin lu ke polisi!" ucap Aurora.


"Kamu mau lapor pake apa sayang? Hp kamu aja kan udah sama aku, jadi kamu gak bisa ngapa-ngapain lagi disini." ucap Max terkekeh.


"Sial! Balikin hp gue cepet!" bentak Aurora.


"Gak akan aku balikin, udah kamu mending diem aja disini dan nurut sama aku! Sekali aja kamu ngebantah, aku gak akan segan-segan buat sakitin kamu!" ucap Max mengancam Aurora.


"Lu benar-benar keterlaluan Max! Apa sih mau lu sebenarnya? Kenapa lu culik gue?" ucap Aurora.


"Aku cuma pengen kamu ada di dekat aku, karena aku ini sayang sama kamu." jawab Max.


"Lu gila ya Max? Lu kan tahu sendiri, gue udah jadian sama Willy. Lu gak bisa maksa gue buat terima cinta lu, karena yang namanya cinta itu gak bisa dipaksakan!" ucap Aurora.


"Aku gak akan maksa kamu kok, tapi selama kamu belum bisa terima cinta aku maka aku gak akan lepasin kamu dari sini." ucap Max.


"Gue mau keluar dari sini Max!" pinta Aurora.


"Sabar sayang! Kamu harus bisa jatuh cinta dulu sama aku, baru deh aku bakal lepasin kamu dari sini." ucap Max sambil tersenyum.


"Sampai kapanpun, itu gak akan mungkin terjadi. Gue gak mungkin bisa jatuh cinta sama lu, gue ini cuma cinta sama Willy!" tegas Aurora.


"Ya terserah kamu aja sih, tapi kamu juga gak akan keluar dari sini sampai kapanpun." ucap Max.


Aurora menatap tajam ke arah Max, tangannya terkepal kuat menandakan betapa emosinya ia saat ini.


Plaaakk...


Aurora menampar wajah Max dengan kasar hingga memerah.


Max cukup terkejut dengan itu, namun ia hanya tersenyum sembari memegangi wajahnya.


"Udah puas?" tanya Max sedikit mengejek.


******


Randi dan para anggota the darks lainnya berhasil menemukan keberadaan Willy.


Mereka langsung turun dari motor, menghampiri Willy yang masih tergeletak disana.


"Wil, Willy!" teriak Randi cukup keras.


"Randi? Lu pada ngapain kesini? Gue kan udah bilang, tolong cari pemilik mobil di foto itu dan bebasin Aurora!" ujar Willy.


"Kita gak mungkin biarin lu sendirian disini Wil, lu terluka dan lu juga butuh bantuan. Biar kita nanti cari Aurora bareng-bareng, tapi sekarang lu harus sehat dulu!" ucap Randi.


"Iya Wil, lagipula kita juga udah bagi dua pasukan kok. Zafran dan yang lain sekarang lagi pergi ke markas black jack buat cari Aurora, siapa tahu aja mereka bawa Aurora kesana." ucap Tedy.


"Syukurlah! Kalo gitu sekarang kalian bawa gue pergi dari sini, gue harus cari Aurora sampe ketemu sebelum malam!" ucap Willy.


"Iya Wil, lu tenang aja!" ucap Randi.


Mereka pun membantu Willy berdiri, Randi meminta Tedy membonceng Willy dan Arif akan mengendarai motor milik Willy.


Sesampainya di klinik, Willy sudah tampak pulih setelah diperiksa oleh dokter dan diberi obat, walau tentu saja kondisinya masih sedikit lemah.


"Wil, lu baik-baik aja kan? Gak ada luka dalam atau apalah itu kan?" tanya Randi cemas.


"Gue baik kok, sekarang ayo kita cari Aurora! Gue gak mau dia kenapa-napa, gue harus temuin dia!" ucap Willy.


"Sabar Wil! Lu masih harus tetap disini dulu sementara waktu!" ucap Randi.


"Aaarrgghh!! Terus, gimana kabar dari Zafran? Dia berhasil temuin Aurora gak di markas black jack?" tanya Willy.


"Eee gue belum tahu Wil, tapi gue coba buat hubungin dia dulu deh." jawab Randi.


"Yaudah, telpon aja sekarang!" perintah Willy.


"Oke Wil!" ucap Randi setuju.


Randi pun mengeluarkan ponselnya, menelpon nomor Zafran sesuai perintah Willy.


📞"Halo Zaf!" ucap Randi.


📞"Ya halo, kenapa Ran?" tanya Zafran.


📞"Gimana kondisi disana, Zaf? Ada Aurora gak di markas black jack?" ucap Randi.


📞"Gue barusan udah samperin markas mereka, tapi disini kosong Ran gak ada siapa-siapa. Kayaknya sih mereka gak bawa Aurora kesini deh," ucap Zafran.


📞"Hah? Sial! Terus, kira-kira mereka bawa Aurora kemana ya?" ucap Randi.


📞"Kalo itu gue belum tahu, ini sekarang gue lagi mau temuin teman gue yang jago ngelacak. Mungkin lewat plat mobil yang difoto Willy itu, dia bisa cari tahu keberadaan Aurora." ucap Zafran.


📞"Oh oke, kabarin gue terus ya Zaf!" ucap Randi.


📞"Siap Ran! Oh ya, kondisi Willy gimana?" tanya Zafran penasaran.


📞"Dia baik-baik aja kok, ini gue lagi temenin Willy di klinik. Lu lanjutin aja prosesnya sampai Aurora ketemu, jangan menyerah!" jawab Randi.


📞"Oke Ran! Terus, anak-anak yang lain gimana? Mereka ada disana juga?" tanya Zafran.


📞"Enggak kok, kebetulan mereka tadi udah pada pergi juga buat cari Aurora ke tempat lain." jawab Randi.


📞"Oh gitu, yaudah deh kalo gitu gue cabut dulu ya?" ucap Zafran.


📞"Oke!"


Tuuutttt tuuutttt...


"Gimana Ran?" tanya Willy cemas.


Bersambung....