My Love Is Sillie

My Love Is Sillie
Episode 22. Dipantau



My love is sillie


Episode 22



Willy pun keluar dari cafe setelah selesai berbincang dengan Aurora.


Namun, nampaknya gadis itu belum puas dengan pembicaraan mereka karena sekarang Aurora mengikuti Willy ke parkiran dan menahan Willy untuk tetap disana.


"Wil, tunggu Wil!" ucap Aurora.


"Lu kenapa sih? Mau apa lagi lu cegat gue? Gue pengen pergi, masih ada urusan yang harus gue urus!" kata Willy ketus.


"Sebentar dulu dong Wil! Boleh ya gue mau ikut sama lu sekarang?" pinta Aurora.


"Hah? Mau ngapain coba? Heh dengar ya, gue tuh selain ketua geng, gue juga mantan narapidana. Emang lu gak takut apa dekat-dekat terus sama gue? Gue bisa aja loh sakitin lu atau bikin lu celaka, gak takut?" ucap Willy.


"Buat apa gue takut? Gue justru suka sama lu. Eh maksud gue sama sikap lu yang berandalan itu, kan gue udah bilang tadi kalo gue pengen bisa kayak lu." kata Aurora sambil tersenyum.


"Kalo gitu lu jangan senyum begitu! Cewek galak tuh gak boleh senyum!" ujar Willy.


"Oke, gue nurut sama lu!"


Aurora pun mengikuti perkataan Willy, ia merubah mimik wajahnya dari yang suka tersenyum menjadi sedikit judes.


"Gimana? Udah sesuai belum buat jadi cewek jalanan?" tanya Aurora pada Willy.


"Umm... ya boleh lah. Yaudah, sekarang lu mending pulang dulu sana! Nanti sore kita ketemuan lagi di lapangan Bintaro, gue tungguin lu disana bareng sama teman-teman gue." kata Willy.


"Gue gak mau pulang, Wil. Gue ikut sama lu aja ya!" pinta Aurora.


"Gak bisa, gue ada urusan lain yang lu gak boleh tau! Udah mending lu pulang sana, daripada dicariin nyokap bokap lu!" tegas Willy.


"Mereka gak mungkin nyariin gue, orang mereka sibuk sama kerjaan kok. Makanya gue males pulang, paling di rumah gak ada siapa-siapa kecuali pembantu gue." kata Aurora.


Willy geleng-geleng kepala memegangi keningnya, ia bingung harus bagaimana untuk bisa menjauh dari gadis itu dan pergi bebas.


"Lu itu susah banget dibilangin sih! Gue tuh bukan siapa-siapa lu, jadi lu jangan deketin gue terus kayak gitu! Asal lu tau, hidup gue sekarang lagi hancur dan gue gak mau diganggu oleh siapapun termasuk lu! Jadi, mending lu pergi sekarang atau gue hajar lu!" Willy membentak Aurora dengan penuh emosi.


Aurora seketika ciut setelah dibentak oleh Willy, ia menunduk dan matanya mulai berkaca-kaca.


Namun, Willy tak perduli dengan itu. Ia justru naik ke motornya, memakai helm dan bersiap pergi.


Drrttt...


Drrttt...


Akan tetapi, ponsel miliknya berdering sehingga Willy mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana dan memilih mengangkat telpon lebih dulu.


📞


Willy : Halo Riq! Ada apa?


Thoriq : Wil, lu dimana sekarang? Barusan Sasha telpon gue nanyain lu, dia bilang katanya nyokap sama bokap lu itu nyariin lu. Mending lu pulang gih sekarang, biar mereka gak cemas!


Willy : Iya Riq, ini gue otw mau pulang kok. Thanks ya infonya!


Thoriq : Oke Wil, sama-sama. Eh ya, nanti sore jadi kan kita bangkitkan the darks lagi?


Willy : Pasti.


Tuuutttt...


Willy menutup telponnya, memasukkan kembali ponselnya ke saku celana lalu bersiap pergi.


Aurora tak bisa berbuat apa-apa lagi untuk menahan Willy, ia membiarkan saja Willy pergi dari sana walau di dalam hatinya ia masih ingin berdekatan dengan lelaki tersebut.


******


Martin keluar dari kantornya, menemui Kiara yang masih menunggu di depan sana. Ia tersenyum menatap Kiara, lalu menghampirinya.


Kiara pun bangkit dari duduknya begitu melihat Martin muncul, ia tersenyum menaruh dua tangannya di depan bersiap menyambut Martin.


Martin mendaratkan kecupan di kening Kiara, lalu mengusapnya lembut. Ia merengkuh pinggang gadis yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu di hadapan para security yang berjaga disana.


"Terimakasih ya pak, karena sudah menjaga istri saya!" ucap Martin sambil tersenyum.


"Sama-sama, pak."


Martin pun kembali mengarahkan pandangan pada Kiara, membelai rambut gadis itu dan mengecup wajahnya sekali lagi.


"Kamu pasti lapar kan? Kita cari tempat makan dekat sini yuk!" ucap Martin penuh kelembutan.


"Boleh aja. Tapi, urusan tuan disini emang udah selesai?" tanya Kiara penasaran.


"Udah kok. Barusan kan saya ke dalam untuk selesaikan urusan saya, syukurlah semuanya bisa diselesaikan dengan cepat! Jadi, saya sekarang bisa makan bareng kamu." jawab Martin.


"Ahaha, bagus deh tuan." kata Kiara sambil tertawa.


"Yasudah, yuk kita kembali ke mobil!" pinta Martin.


Kiara mengangguk setuju, lalu jalan bersamaan dengan Martin yang masih merengkuh pinggangnya.


*


Saat di dalam mobil, sepasang kekasih itu bahkan masih saling menatap dan berpelukan, membuat sang supir harus terus menelan saliva nya.


"Sayang, kamu mau makan apa hari ini?" tanya Martin sembari mengelus wajah Kiara.


"Eumm... kayaknya aku lagi kepengen makan yang pedas-pedas deh, seblak enak tuh tuan." Kiara menjawab dengan tingkah menggemaskannya serta senyuman manisnya.


"Ohh kamu mau makan seblak? Yaudah, kita cari tempat seblak dekat sini ya?" ucap Martin.


Kiara mengangguk setuju.


"Pak Teddy, kita cari warung seblak dekat-dekat sini ya!" pinta Martin pada supirnya.


"Siap tuan muda!" ucap sang supir.


Martin tersenyum singkat, lalu kembali fokus pada gadisnya. Kiara pun membenamkan wajahnya di bahu Martin dan menikmati elusan lembut pria itu.


******


Ilham dan teman-temannya sedang merayakan kesuksesan mereka setelah berhasil menyingkirkan Willy beserta anggota the darks.


Mereka yang kini bermarkas di tempat the darks sebelumnya, mengadakan pesta kecil-kecilan dengan cara meminum alkohol dan berjoget ria.


"Ham, ini hasil uang yang gue tarik dari para pedagang di sekitar sini. Lumayan banyak hasilnya Ham, kalau begini terus kita pasti bisa jadi geng sultan yang kaya raya!" ucap Billy menyerahkan sejumlah uang hasil dari rampokannya.


"Waw keren juga! Pantas aja si Willy sama yang lainnya demen banget disini, ternyata penghasilan di tempat ini tuh banyak banget. Bagus deh, kalo gitu lu kasih ke Choky buat dimasukin ke kas geng kita!" ucap Ilham tersenyum puas.


"Siap Ham!" Billy menurut dan menyerahkan uang di tangannya itu kepada Choky.


Disaat mereka sedang asyik berpesta, tiba-tiba saja muncul seorang pemotor yang berhenti agak jauh dari tempat mereka berada sekarang. Pemotor itu tampak memperhatikan mereka dari sana.


"Eh Ham, ada yang datang tuh!" kata Billy sembari menunjuk ke arah si pemotor.


"Wah iya, mau ngapain tuh orang ya?" ujar Ilham.


"Ham, itu kayaknya si Willy deh. Gue hafal banget sama motor tuh orang," celetuk Choky.


"Iya benar Ham, itu si Willy!" sahut Geri.


"Kurang ajar tuh anak! Mah ngapain lagi sih dia kesini? Cari mati kali. Ayo guys, kita kejar dan tangkap dia!" ucap Ilham.


"Oke Ham!" ucap mereka serempak.


Pemotor yang sedari tadi memantau mereka pun pergi setelah sadar bahwa Ilham dan teman-temannya telah mengetahui keberadaannya disana.


Sontak saja Ilham bersama anggota gengnya langsung mengejar pemotor itu.


Bersambung....