
My love is sillie
Episode 16
•
Farrel kaget karena ternyata Randi sudah mengetahui bahwa dirinya lah yang telah melaporkan mereka ke polisi.
"Maksud lu apa sih Ran? Mana mungkin gua begitu ke teman gua sendiri?" tanya Farrel.
"Eh, lu gak usah pura-pura deh..!! Kita semua udah tau lu ngelaporin kita..!!" jawab Randi dengan nada tinggi.
"Tenang Ran, ok ok gua ngaku. Emang gua yang laporin kalian, tapi gua gak berniat bikin kalian ditahan. Gua cuma pengen kalian itu gak ribut." kata Farrel.
"Alah banyak alasan lu! Lu ngelaporin kita ke polisi, ya otomatis kita bakal ditahan lah..!!" kata Randi.
"Sorry Ran, tapi gua gak mau sahabat gua terluka gara-gara pertempuran itu..!!" kata Farrel.
"Heh, dengan lu laporin kita. Lu udah buat kita terluka,,!! Tau ga?" kata Randi.
"..." Farrel terdiam.
"Gak tau kan? Lu enak sekarang bisa bebas pergi kemana aja, sedangkan kita cuma bisa berdiri di belakang sel kayak gini." sambung Randi.
"Iya Ran, gua bakal berusaha kok biar kalian lepas dari sini." kata Farrel.
"Ya harus! Lu harus ngelakuin itu! Karena ini semua tuh ulah lu..!!" kata Randi.
"Ran, udah lah! Lu jangan teriak-teriak begitu,,!! Ini tuh di kantor polisi." kata Willy.
"Ya abisnya gua kesel banget sama dia Wil..!!" kata Randi.
"Kalo gitu, gua pergi dulu. Sekali lagi gua minta maaf sama kalian." kata Farrel.
Farrel pun pergi dari sel tahanan, ia berusaha meminta kepada polisi untuk membebaskan Willy dan Randi.
"Maaf pak, kira-kira temen-temen saya bisa dibebaskan gak?" tanya Farrel.
"Teman-teman kamu bisa bebas, asal orang tua mereka mau datang kesini sebagai jaminan." jawab polisi.
"Jadi orang tua mereka harus datang kesini dulu pak?" tanya Farrel.
"Iya." jawab polisi.
"Baik pak, terimakasih." kata Farrel.
"Sama-sama." jawab polisi.
Farrel pun pergi dari kantor polisi, ia mencoba menemui orang tua Willy dan Randi untuk meminta mereka datang ke kantor polisi.
********
"Wil, kira-kira Farrel bisa gak ya bujuk polisi buat bebasin kita?" tanya Randi.
"Gak tau dah, kita berdoa aja supaya dia bisa. Tapi, gua sih gak berharap banyak." jawab Willy.
"Iya sih gua juga, apalagi orang tua gua sampe sekarang belum datang-datang buat jemput gua." kata Randi.
"Sabar ya Ran, gua juga percuma bebas dari sini. Orang tua gua aja minta gua buat ditahan disini." kata Willy.
"Kenapa ya nasib kita begini amat?" tanya Randi.
"Ini karena perbuatan kita sendiri Ran, kalo aja kita milih buat menghindar dari Ilham. Pasti gak bakal begini ceritanya." jawab Willy.
"Iya Wil, semua salah gua. Gua udah minta lu buat pertahanin markas kita. Padahal tempat itu gak seberapa dibanding nyawa kita." kata Randi.
"Bukan salah lu doang Ran, tapi gua juga. Gua gak bisa bujuk Ilham buat damai sama kita. Dan, Ilham jadi seperti ini sekarang itu gara-gara gua! Gua udah keterlaluan sama dia dulu..!!" kata Willy.
"Yaudah Wil, kita sama-sama salah." kata Randi.
********
Sasha menghampiri Bu Ani dan Pak Gunawan yang sedang menangis di sofa, Bu Ani tidak rela jika Willy ditahan di kantor polisi. Sedangkan pak Gunawan bersikeras untuk memberi pelajaran pada Willy.
Sasha pun berusaha menenangkan Bu Ani dan memberitahu nya kalau Willy pasti bebas karena itu semua bukan hanya salahnya.
"Tan, Tante tenang ya! Aku yakin ini semua bukan salah Willy,,!! Pasti dia cuma dijebak aja." kata Sasha.
"Iya sih om, tapi pasti bukan Willy duluan yang mulai tawuran itu..!! Dia cuma mau bela diri aja..!!" kata Sasha.
"Tetep aja apapun itu dia harusnya bisa menghindari tawuran itu..!!" kata pak Gunawan.
"Udah lah mas,,!! Kamu kenapa sih selalu menyalahkan Willy? Dia itu anak kandung kamu mas..!! Seharusnya kamu bela dia..!!" kata Bu Ani.
"Bu, kalau dia salah masa mau dibela? Biarpun dia anak kandung kita, tapi hukum tetap hukum..!!" kata pak Gunawan.
Lalu, ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar. Pak Gunawan pun keluar untuk membukakan pintu, ternyata Farrel yang datang.
"Assalamualaikum Om.." ucap Farrel.
"Waalaikumsallam, kamu ini yang waktu itu nganterin Willy ke rumah kan pas dia luka?" tanya pak Gunawan.
"Iya bener om saya Farrel, temen nya Willy." jawab Farrel.
"Mau apa kamu kesini? Willy gak ada di rumah..!!" kata pak Gunawan.
"Iya om saya tahu, saya juga tahu kalo Willy ada di penjara." kata Farrel.
"Darimana kamu tau?" tanya pak Gunawan.
"Kan saya yang laporin dia om, maaf ya om saya udah buat anak om ditangkap polisi." jawab Farrel.
"Oh, iya gapapa. Justru saya terimakasih sama kamu, kalo kamu gak lapor polisi pasti anak saya sudah celaka." kata pak Gunawan.
"Tapi Om, saya kasihan ngeliat Willy di penjara. Saya pengen bebasin dia om, tapi kata polisi yang bisa ngelakuin itu cuma orang tua nya." kata Farrel.
"Jadi maksud kamu datang kesini tuh untuk bujuk saya supaya mau bebasin Willy gitu?" tanya pak Gunawan.
"Iya om bener banget! Secara om kan bapak nya Willy nih, jadi om pasti juga kasihan kan sama Willy." kata Farrel.
"Enggak, ngapain saya kasihan sama dia? Dia itu pantes dihukum kan dia udah ikut tawuran..!!" kata pak Gunawan.
"Tapi Om, yang duluan nyerang tuh Ilham om. Willy sama yang lain cuma bela diri aja, kan gak mungkin mereka pasrah dipukulin." kata Farrel.
"Iya, tapi kan bisa dia kabur daripada maksa nyerang mereka." kata pak Gunawan.
"Ya mungkin Willy mikirnya kalo dia kabur, nanti dia dikira pengecut om. Lagian juga percuma aja kabur, pasti bakal dikejar sama Ilham dan temen-temennya." kata Farrel.
"Kamu ngomong gitu karena kamu temennya Willy kan? Nih denger ya, saya gak mau bebasin Willy! Biar aja dia di penjara,,!! Biar dia bisa berubah gak jadi anak badung lagi..!!" kata pak Gunawan.
"Tapi Om.." omongan Farrel terpotong oleh ucapan Bu Ani.
"Ada apa sih mas?" tanya Bu Ani.
"Ini loh Bu ada temen Willy yang waktu itu, dia maksa-maksa aku buat bebasin Willy..!!" jawab pak Gunawan.
"Assalamualaikum Tante." kata Farrel.
"Waalaikumsallam. Kamu Farrel kan?" kata Bu Ani.
"Iya bener tan, saya Farrel." kata Farrel.
"Kamu kenapa mau minta suami saya bebasin Willy?" tanya Bu Ani.
"Karena saya ngerasa bersalah Tante udah laporin Willy ke polisi waktu mereka tawuran. Jujur, saya gak mau Willy atau yang lain terluka gara-gara itu. Makanya saya langsung mikir buat lapor polisi, saya gak nyangka kalo mereka sampe ditahan begini." jawab Farrel.
"Terus, memangnya anak saya bisa bebas?" tanya Bu Ani.
"Bisa kok Bu, asalkan om atau Tante datang ke kantor polisi sekarang." jawab Farrel.
"Kalo gitu Tante mau kesana sekarang..!!" kata Bu Ani.
"Eh eh,,!! Apa-apaan kamu? Kan aku udah bilang jangan bebasin Willy..!! Dia itu harus dikasih pelajaran..!!" kata pak Gunawan.
"Cukup mas! Kamu itu kenapa sih? Liat dong, temannya Willy aja kasihan ngeliat Willy di penjara. Kenapa kamu malah tega ngebiarin dia dikurung?" kata Bu Ani.
"Iya om, saya rasa juga Willy udah banyak berubah sekarang. Dia gak seperti dulu yang suka buat onar, mukulin orang terus malakin pedagang. Sekarang dia udah rajin shalat, terus ngajak kita buat bersedekah. Itu semua terjadi karena om udah pulang." kata Farrel.
Pak Gunawan terkejut mendengar perkataan Farrel.
Bersambung...