My Love Is Sillie

My Love Is Sillie
Episode 29. Willy dimana?



My love is sillie


Episode 29



"Tapi Wil, biaya rumah sakit ini gimana? Emang lu udah bisa bayarnya?" celetuk Thoriq.


Willy langsung melirik tajam ke arah Thoriq, sedangkan Aurora merasa terkejut mendengar itu dan turut menatap wajah Thoriq karena tak menyangka jika Willy belum bisa membayar biaya rumah sakit itu.


"Wil, lu serius belum bayar biaya rumah sakit? Kalo gitu gimana dong caranya lu bisa keluar dari sini?" tanya Aurora bingung.


"Itu yang kita bingungin, Rora. Dari kemarin kita udah usaha cari cara buat bantu Willy bayar nih biaya rumah sakit, tapi susah banget karena biayanya yang gak murah." jawab Thoriq.


"Ohh... emang berapa biayanya?" tanya Aurora.


"Gak terlalu banyak sih, cuma enam jutaan aja. Tapi, masalahnya kita disini gak ada yang punya uang sama sekali, jadinya bagi kita uang segitu tuh mahal banget." jawab Thoriq.


"Riq, lu bisa diem gak sih! Nyerocos terus daritadi!" tegur Willy kesal.


"Loh kenapa Wil? Gue kan cuma jawab pertanyaan Aurora, abisnya lu diem aja sih. Kan kasihan kalo cewek secantik Aurora dikacangin," ucap Thoriq.


"Heh Riq, udah diem!" ujar Randi.


"Willy, lu gak perlu malu gitu! Gue bisa kok bantu lu buat bayar biaya rumah sakit ini, supaya lu juga bisa keluar dari sini dan bantu gue buat jadi wanita jalanan." kata Aurora sambil tersenyum.


"Hah? Enggak Rora, lu jangan begitu! Gue sama lu kan baru kenal, gue gak enak lah kalo udah ngerepotin lu." kata Willy menolak tawaran Aurora.


"Gapapa Wil, kalau segitu gue ada kok. Itung-itung biaya pembelajaran gue, kan gue pengen jadi ratu jalanan dan diajarin sama lu. Udah ya Wil, lu gak perlu ngerasa gak enak gitu!" ucap Aurora.


"Tapi, gue nanti bakal susah balikinnya. Kan gue pengangguran," ujar Willy.


"Yaelah Wil, masih aja dibahas. Kan udah dibilang, itu anggap aja biaya gue buat belajar jadi ratu jalanan. Jadi, lu gak perlu lah ganti biaya itu. Paham gak?" ucap Aurora.


"Tetap aja gue gak enak, Rora. Yakali gue pungut biaya buat ajarin lu jadi anak badung, tambah-tambah dong dosa gue!" ujar Willy.


"Hah? Sekelas ketua geng motor yang kejam dan ganas masih mikirin dosa, gue kira lu udah gak perduli sama begituan, ya karena kan lu suka ugal-ugalan dan cari ribut gitu." kata Aurora.


"Jangan salah Rora! Gini-gini Willy itu rajin ibadah, dia anak baik loh!" ucap Thoriq.


"Riq, sekali lagi lu nyeka ucapan gue sama Aurora, gue hajar lu!" geram Willy.


"Tau lu Riq, udah yuk mending kita keluar aja dan biarin Willy sama Aurora bicara berdua disini!" ucap Randi mengajak Thoriq keluar.


"Nah iya tuh, kalian keluar dulu deh sana! Biar gak pada ganggu gue sama Aurora lagi ngobrol," ucap Willy setuju.


"Cie cie mau berduaan nih ye..." ledek Thoriq.


"Hus! Jangan gangguin mereka terus, ayo Riq kita tunggu di depan!" ujar Randi.


"Siap bang Randi!" ucap Thoriq nyengir.


Setelahnya, Thoriq dan Randi pun melangkah keluar dari ruangan itu meninggalkan Willy bersama Aurora berdua disana.


"Wil, jadi gimana? Lu mau kan gue bantu buat bayar biaya rumah sakit?" tanya Aurora.


"Gue kan udah bilang tadi, Rora. Gue gak mau terima bantuan lu! Gue masih bisa kok usaha sendiri cari uang buat bayar biaya rumah sakit," jawab Willy tegas.


"Tapi Wil, gimana caranya lu bisa bayar biaya rumah sakit? Sedangkan lu aja masih terbaring lemah disini, gak mungkin dong lu bisa cari uang dengan kondisi begini. Udah lah Wil, terima aja ya bantuan gue!" ucap Aurora.


******


Sementara itu, Kiara masih kebingungan mencari dimana Willy saat ini.


Gadis itu tak memiliki petunjuk apapun untuk dapat menemukan Willy, mengingat tadi pak Gunawan sendiri juga tidak tahu dimana putranya berada.


Kiara pun hanya bisa berputar-putar mengelilingi kota dengan mobil pemberian kekasihnya itu, ia seakan tak memiliki arah karena hanya mengikuti kemana jalan aspal itu mengarah.


"Huft, kamu itu dimana sih Willy? Kenapa disaat aku sudah kembali, kamu justru menghilang entah kemana." gumam Kiara kebingungan.


Sampai tiba-tiba tanpa sengaja, Kiara melihat Sasha yang tengah bertanya pada pedagang disana mengenai Willy.


Kiara masih ingat betul dengan sosok Sasha, karena waktu itu dia pernah bertemu dengan Sasha sewaktu masih tinggal di rumah Willy.


"Loh loh, itu kan teman perempuannya Willy yang waktu itu datang ke rumah. Aku berhenti aja kali ya? Siapa tahu dia bisa bantu aku buat temuin Willy," ujarnya.


Akhirnya Kiara melipir sejenak, memarkir mobilnya di bahu jalan lalu turun mendekati Sasha.


***


"Pak, bapak pernah lihat orang di foto ini gak? Dia sekitar sore kemarin tuh abis dikeroyok sama geng motor gitu, bapak tahu gak?" Sasha masih serius bertanya pada salah seorang warga yang ia temui disana sembari menunjukkan foto Willy.


"Waduh, saya gak tahu neng. Tapi, kalau berita tentang pengeroyokan itu saya dengar kemarin neng." jawab bapak itu.


"Oh ya? Terus, bapak tahu gak korbannya dibawa ke rumah sakit mana?" tanya Sasha penuh harap.


"Maaf neng! Emang neng ini siapanya korban, ya?" ucap bapak itu.


"Eee saya temannya, pak. Saya mau jenguk dia, karena dia udah beberapa hari ini gak ada kabar. Kalau bapak tahu tentang dia, boleh kan bapak kasih tahu saya!" ucap Sasha.


"Saya kurang tahu, neng. Mungkin neng bisa cek ke rumah sakit di dekat sini, siapa tahu teman neng itu dibawa kesana." jawab bapak itu.


"Boleh pak, dimana ya rumah sakitnya?" tanya Sasha.


"Itu neng, neng agak ke depan sedikit terus ambil kanan pas di perempatan. Nah, dari situ gak jauh neng. Nama rumah sakitnya itu Martin hospital," jawab si bapak memberikan petunjuk arah.


"Oh gitu, makasih ya pak! Kalo gitu saya pamit dulu mau kesana, permisi!" ucap Sasha.


"Iya neng, sama-sama. Semoga temannya bisa segera ditemukan ya neng!" ucap bapak itu.


"Aamiin pak!" ucap Sasha.


Sasha bergegas pergi dari sana untuk kembali ke motornya dan menyusul Willy.


Namun, ia tidak sengaja berpapasan dengan seorang wanita yang tak lain ialah Kiara.


"Hai! Boleh kita bicara sebentar?" ucap Kiara.


Sasha masih terdiam, ia menatap seluruh tubuh Kiara mulai dari atas sampai bawah, berusaha mengenali siapa sosok gadis tersebut.


Akhirnya Sasha teringat siapa gadis yang ada di hadapannya saat ini, tentu saja Sasha langsung merasa geram karena tahu bahwa Kiara adalah penyebab Willy menjadi sakit hati.


"Mau ngapain lagi lu kesini? Gak puas udah nyakitin Willy, ha?" geram Sasha.


Bersambung....