My Love Is Sillie

My Love Is Sillie
Episode 20. Kembali brutal



My love is sillie


Episode 20



Willy, Randi & Thoriq dikeluarkan dari sekolah karena terbukti terlibat dalam sebuah tawuran antar geng motor, selain itu pihak sekolah juga telah mengetahui kalau Willy dan Randi masuk penjara.


Willy, Randi & Thoriq merasa sedih bercampur kesal pada Ilham. Ia adalah pemicu tawuran tersebut namun ia justru tidak dikeluarkan dari sekolah.


Randi berusaha untuk membalas perbuatan Ilham pada mereka, ia tidak terima jika hanya mereka yang dikeluarkan. Sedangkan Ilham masih dapat sekolah dengan tenang.


"Wil, kita harus kasih pelajaran ke si Ilham..!! Gua gak terima kalo dia gak dikeluarin juga dari sekolah..!!" kata Randi.


"Iya Wil, gua juga gak terima soal itu..!! Harusnya sekolah adil dong, kan Ilham juga terlibat. Apalagi dia adalah orang yang memicu tawuran itu..!!" kata Thoriq.


"Kalian bener, gua juga merasa pihak sekolah gak adil. Padahal mereka juga udah tau kalo Ilham terlibat, tapi mereka beralasan kalau Ilham itu korban." kata Willy.


"Udah Wil, kita serang aja langsung tuh sekolahan..!!" kata Thoriq.


"Ya gak bisa gitu juga Riq, lu emosi boleh tapi jangan bodoh juga..!! Kalo kita nyerang ke sekolah, yang ada nama kita makin buruk di mata mereka. Terus parahnya lagi kita bisa ditangkap lagi sama polisi." kata Willy.


"Abisnya gua kesel banget sama si Ilham..!!" kata Thoriq.


"Wil, gimana kalo kita kumpulin anggota the darks terus kita balik kayak dulu lagi..?? Setuju gak?" tanya Randi.


"Nah iya tuh, kita balik aja kayak dulu Wil! Biar mereka tau kalo kita itu gak lemah..!!" kata Thoriq.


"Ok, nanti sore kita kumpul di rumah kosong deket lapangan itu. Lu berdua kabarin yang lain buat dateng..!!" jawab Willy.


"Siap Wil!" kata Randi dan Thoriq.


******


Sasha mengetahui jika Willy dikeluarkan dari sekolah, ia begitu sedih karena tidak dapat membantu Willy agar tetap bersekolah disini.


Lalu, Ilham datang dengan sebuah coklat di tangannya. Ia pun memberikan coklat itu pada Sasha dan merangkul Sasha.


Ilham berusaha menenangkan Sasha agar tidak lagi bersedih, namun Sasha justru melepas rangkulan Ilham dan membuang coklat yang diberikan nya ke lantai.


"Dengar ya Ham, gua tau lu dibalik semua ini. Jadi gua gak bakal pernah mau lagi kenal sama lu, gua gak nyangka ternyata lu tuh jahat banget..!!" kata Sasha.


Ilham hanya terbengong mendengar Sasha berbicara seperti itu, setelah bicara Sasha pun langsung pergi dengan cepat meninggalkan Ilham.


"Sasha sampe semarah itu sama gua? Berarti dia cinta banget dong sama Willy." batin Ilham.


******


Willy tidak berani pulang ke rumah karena takut membuat orang tuanya sedih dan kecewa jika mereka mengetahui bahwa Willy sudah dikeluarkan dari sekolah.


Ia pun memutuskan untuk pergi ke danau dan termenung di pinggirnya. Willy bingung apa yang harus ia perbuat sekarang.


"Padahal gua udah berusaha buat jadi orang baik, gua udah lakuin itu semua. Tapi, kenapa hidup gua malah jadi begini? Gua selalu dapat masalah, gak seperti dulu saat gua masih jadi raja jalanan. Sepertinya, kehidupan gua emang harus jadi orang jahat. Ya, gua bakal balik lagi kayak dulu..!!" batin Willy.


Willy pun berdiri dan berteriak sangat kencang sambil melempar batu ke danau tersebut. Tiba-tiba saja terlintas wajah Kiara di dalam pikiran Willy.


Willy pun jadi teringat lagi dengan Kiara, orang yang sudah membuatnya berubah. Ia membayangkan senyuman Kiara dan juga kelembutannya.


Namun, Willy juga teringat saat Kiara mengatakan bahwa ia ingin bersama Martin dan malah mengusir dirinya. Senyuman Willy pun berubah menjadi amarah, ia semakin yakin untuk kembali menjadi raja jalanan.


Willy pun pergi dari danau dan datang ke sebuah tempat makan, ia memesan sebuah makanan dan juga minuman.


"Bang, pesen nasi rames satu sama es jeruk satu ya. Gak pake lama, gua laper nih..!!" kata Willy.


"Iya mas, sebentar ya saya buatin pesanan bapak itu dulu." kata penjualnya.


"I-iya iya mas, saya buatin kok." kata penjual itu ketakutan.


"Nah gitu dong." kata Willy.


Willy duduk di kursi dengan kaki diangkat ke atas kursi, seorang bapak-bapak yang menunggu pesanan nya datang itu menghampiri Willy.


"Kamu anak sekolahan?" tanya bapak itu.


"Emang kenapa?" tanya balik Willy.


"Gapapa, cuma kalo bener kamu anak sekolahan harusnya kamu itu tau etika..!! Jangan bersikap kayak gitu apalagi sama orang yang lebih tua..!!" jawab bapak itu.


Willy pun berdiri dan menarik kerah baju bapak itu.


"Urusan nya sama lu apa? Hidup-hidup gua suka-suka gua dong..!! Kalo lu gak suka gua kayak gini, ya gausah diliat..!!" kata Willy.


Willy melepas kerah baju bapak itu, bapak itu pun ketakutan dan kembali ke tempat duduknya. Lalu, pesanan Willy sudah datang dan Willy langsung melahapnya.


Setelah selesai makan, Willy langsung pergi dari warung itu. Karena belum bayar, pemilik warung itu pun mengejar Willy.


"Mas tunggu mas..!!" teriak pemilik warung.


"Ada apa..??" tanya Willy.


"Mas kan belum bayar makanan sama minuman nya. Jadi bayar dulu dong jangan langsung pergi gitu aja..!! Emangnya ini rumah nenek kamu apa..!!" jawab pemilik warung.


"Heh, maksud lu apa bawa-bawa nenek gua segala? Ni denger ya, selama ini gua makan di warung kayak gini itu gua gak pernah bayar. Dan gak ada penjual yang berani nagih bayaran ke gua, karena mereka gak mau nasibnya bakal kayak gini." kata Willy lalu menonjok perut pemilik warung itu.


Pemilik warung tersebut kesakitan sambil memegangi perutnya dan perlahan terjatuh ke aspal. Willy pun naik ke motornya dan pergi dari tempat itu.


*******


Sasha mendatangi rumah Willy, ia berharap dapat menenangkan Willy yang habis dikeluarkan dari sekolah. Namun, ia justru tidak bertemu dengan Willy karena Willy belum pulang ke rumah.


Sasha pun mengobrol dengan ibu dan bapak Willy di teras, mereka menanyakan kenapa Sasha datang ke rumah mereka dengan masih mengenakan seragam.


Sasha menjelaskan semua yang terjadi ke ibu dan bapak Willy. Bu Ani pun syok dan seketika menangis histeris.


Pak Gunawan mencoba menenangkan istrinya itu, Bu Ani pun berhasil tenang dan menanyakan dimana keberadaan Willy sekarang pada Sasha.


"Nak Sasha, sekarang dimana Willy?" tanya Bu Ani.


"Emm.. Maaf Tante, tapi aku juga gak tau Willy ada dimana sekarang. Kan aku datang kesini juga mau ketemu sama dia." jawab Sasha.


"Kenapa dia gak pulang ya pak? Apa mungkin dia gak mau kita sedih pas tau kalau dia dikeluarkan dari sekolah..??" tanya Bu Ani pada pak Gunawan.


"Bapak juga gak tau Bu, mungkin begitu. Kan ibu tau sendiri gimana anak kita itu. Dia kan paling pantang ngeliat kita sedih Bu." jawab pak Gunawan.


Pak Gunawan pun memeluk Bu Ani sambil mengatakan bahwa Willy pasti akan pulang.


******


Willy dicegat oleh seorang pengendara motor.


"Woi, mau mati lu..??!!" teriak Willy.


Orang itu membuka helmnya dan ternyata ia adalah seorang perempuan. Ia pun menghampiri Willy.


"Hehe, sorry yaa.. Gua cuma mau ngobrol aja sama lu." kata perempuan itu.


Willy terdiam memandangi wajah perempuan itu tanpa berkedip dan mulutnya sedikit terbuka.


Bersambung...