
My love is sillie
Episode 119
•
"Pak Ridho, ayo antar saya!" pinta Aurora.
"Siap non!" sang supir bernama Ridho itu langsung membukakan pintu mobil untuk Aurora.
Sontak Aurora pun masuk ke dalam mobilnya, ia terduduk santai dan mengambil ponselnya lalu mengabari Willy bahwa ia sudah berangkat.
Pak Ridho menyusul masuk ke dalam mobil tepatnya kursi kemudi, ia melirik sekilas ke arah Aurora sambil memakai sabuk pengamannya.
"Kita mau langsung berangkat sekarang, non?" tanya Ridho pada wanita itu.
"Iya pak, jalan aja!" jawab Aurora tanpa menatap wajah supirnya, ya wanita itu sangat sibuk memandang layar ponselnya.
"Baik non!" ucap Ridho patuh.
Sang supir menurut, kemudian melajukan mobilnya secara perlahan meninggalkan pekarangan rumah besar itu.
"Eee maaf non! Apa saya boleh tanya sesuatu sama non Aurora?" tanya Ridho.
"Hah? Tanya apa pak?" Aurora terlihat bingung sekaligus penasaran, ia sampai mengalihkan pandangan ke arah sang supir.
"Kok non Aurora tumben banget minta antar sama saya, biasanya juga dijemput den Willy. Emang den Willy gak sekolah non?" ujar Ridho.
"Ohh, Willy sekolah kok. Tapi, aku sengaja aja gak mau dijemput sama dia, soalnya aku mau ke sekolah pake mobil," ucap Aurora.
"Oalah kirain ada apa, tapi non sama den Willy gak ada masalah kan?" tanya Ridho memastikan.
"Ya enggak lah pak, buat apa kita punya masalah? Bapak ngada-ngada aja nih nanyanya," jawab Aurora sedikit terkekeh.
"Syukur deh non! Jujur aja, saya ikut baper tiap lihat non Aurora sama den Willy berduaan, jadi saya gak bisa bayangin kalau non sama den Willy berantem," ujar Ridho.
"Hahaha, bisa aja deh bapak." Aurora tertawa kecil mendengar perkataan supirnya barusan.
Ciiitttt...
Tiba-tiba saja, Ridho menginjak rem secara mendadak dan membuat Aurora terkejut.
"Ada apa pak?!" ucap Aurora panik.
"Eee itu non, di depan ada yang cegat mobil kita. Kayaknya dia emang sengaja deh non," jawab Ridho sembari menunjuk ke depan.
"Hah? Mana??" Aurora coba melihat ke depan untuk memastikan siapa orang yang dimaksud supirnya. Dan begitu terkejutnya ia saat melihat Max berdiri disana menatap ke arahnya.
"Ih itu kan si Max, ngapain lagi sih dia kesini? Cari masalah aja deh!" ujar Aurora.
"Jadi gimana non? Apa saya turun aja terus usir orang itu?" tanya Ridho.
"Jangan pak! Percuma juga dia diusir, gak akan mau pergi. Biar saya aja yang turun temui dia, bapak tunggu disini ya!" jawab Aurora.
"Baik non!" ucap Ridho menurut.
Akhirnya Aurora turun dari mobilnya, dia berjalan menghampiri Max dengan wajah datar. Sedangkan Max disana tampak tersenyum lebar ke arahnya.
"Halo sayang, selamat pagi! How are you?" ucap Max menyapa dengan ramah.
"Gausah basa-basi, langsung ke intinya aja! Lo mau apa cegat mobil gue disini?" ketus Aurora.
"Santai dong sayang! Kamu mah bawaannya emosi mulu tiap kali ketemu aku," ujar Max.
"Lo bisa gak sih sehari aja jangan ganggu gue?! Gue kan udah bilang, gue itu punya pacar dan lu sendiri tau itu! Kenapa lu masih gak bisa terima kenyataan sih?" Aurora bertambah kesal dengan ulah Max saat ini.
"Gak bisa sayang, gak tahu deh kenapa aku selalu aja kepikiran kamu. Ayolah, kamu mau ya jadi pacar aku dan putusin aja si Willy!" ucap Max.
"Dasar gila! Sampai kapanpun, gue gak akan pernah mau jadi cewek lu!" tegas Aurora.
Max tersenyum tipis, melangkah perlahan untuk mendekati Aurora.
Disaat pria itu hendak memegang tangan Aurora, tiba-tiba saja sebuah mobil berhenti di dekat mereka.
******
"Oh ya, terus kabar nak Sasha sekarang gimana? Dia jadi jarang datang kesini semenjak kamu pindah sekolah, kamu masih kontakan sama dia atau enggak?" tanya Bu Ani.
"Masih kok, tapi kadang-kadang aja. Paling cuma sebatas sapa menyapa, sama nanyain kabar. Emang kenapa ya Bu?" jawab Willy.
"Gapapa, ibu cuma nanya aja," ucap bu Ani.
"Ah masa? Ibu pasti kangen ya sama Sasha? Ngaku aja deh Bu!" ujar Willy.
"Sebenarnya sih iya, tapi dia aja gak pernah main kesini lagi," ucap Bu Ani.
"Gampang Bu, nanti aku minta Sasha buat datang kesini supaya ibu gak sedih lagi," ucap Willy.
"Eh eh, gausah Willy! Nanti kalau nak Aurora tau, dia bisa salah sangka loh," ujar Bu Ani.
"Tenang aja Bu! Aku bisa jelasin ke Aurora, lagian dia juga udah kenal sama Sasha kok," ucap Willy.
"Oh ya? Masa sih?" tanya Bu Ani.
"Iya Bu, udah ibu tenang aja ya! Nanti pulang sekolah, aku sekalian ajak Sasha buat main kesini," ucap Willy.
"Iya deh Willy, ibu ngikut aja," ucap Bu Ani.
TOK TOK TOK...
Mereka dikejutkan dengan suara ketukan pintu dari luar sana, pak Gunawan pun bangkit dan hendak membuka pintu.
"Eh pak, mau kemana?" tanya Willy.
"Pake nanya lagi, buka pintu lah!" jawab pak Gunawan.
"Biar aku aja pak," pinta Willy.
"Yaudah sana!" ketus pak Gunawan.
Willy langsung beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah pintu untuk melihat siapa yang datang.
Ceklek...
"Hai Willy, morning!" Willy terkejut hebat mendengar dan melihat seorang wanita berdiri di depannya sambil tersenyum manis.
"Sasha? Ngapain lu dateng ke rumah gue? Perasaan gue gak ngundang lu deh," tanya Willy.
"Emang enggak, tapi gue mau ketemu sama lu sekalian kasih ini buat lu," jawab Sasha sembari menyodorkan tas tenteng ke arah Willy.
"Eh apa ini?" tanya Willy penasaran.
"Ini gue sengaja buatin kue, semoga lu suka ya! Soalnya ini percobaan pertama gue," jelas Sasha.
"Hah? Wah enak nih, thanks banget ya!" ucap Willy langsung mengambil tentengan itu.
"Sama-sama, dimakan ya!" ucap Sasha.
"Pasti. Masa iya gue gak makan pemberian lu? Kan jarang-jarang lu bikinin gue kue kayak gini," ucap Willy sambil tersenyum tipis.
"Hehe, iya nih Wil, gak tahu kenapa gue tiba-tiba pengen belajar bikin kue. Ya semoga aja lu suka sama rasanya ya!" ucap Sasha.
Willy mengangguk lalu berkata, "Yaudah, masuk yuk! Ibu gue kebetulan juga pengen ketemu sama lu katanya."
"Oh ya? Gue juga kangen sih sama nyokap lu, udah lama kan kita gak ketemu," ucap Sasha.
"Nah pas tuh, ayo masuk!" Willy mengajak Sasha masuk ke rumahnya, ia menyingkir memberi jalan bagi gadis itu untuk bisa melangkah.
"Oke!" Sasha menurut saja, dia memang ingin kembali dekat dengan keluarga Willy, meskipun tak bisa memiliki lelaki itu.
"Eh, nak Sasha??" Bu Ani amat kaget melihat kehadiran Sasha disana, ia dan pak Gunawan sampai langsung berdiri menyambut gadis tersebut.
"Assalamualaikum, pagi om, tante!" sapa Sasha dengan ramah, ia mencium tangan kedua orang tua Willy itu sambil mengembangkan senyumnya.
Bersambung....