My Love Is Sillie

My Love Is Sillie
Episode 60. Aurora cemburu?



My love is sillie


Episode 60



Saat jam istirahat tiba, Willy masih teringat pada perkataan Kiara sebelumnya ketika mereka bertemu di toilet.


Willy sangat penasaran apa kiranya yang hendak dibicarakan Kiara kepadanya, pasalnya gadis itu mendadak tidak jadi berbicara saat melihat ada Aurora di dekatnya.


"Kira-kira Kiara mau ngomong apa ya sama gue?" batin Willy.


Aurora membalikkan tubuhnya, melihat ke arah Willy dan terheran-heran saat mengetahui pria itu tengah melamun.


Aurora pun meraih satu tangan Willy sambil tersenyum ke arah pria itu, hingga membuat Willy terkejut dan sadar dari lamunannya.


"Eh sayang?" ucap Willy.


"Wil, lu mikirin apa sih? Serius amat kayaknya sampai gak fokus begitu, biasanya kalo gue balik badan pasti lu langsung senyum dan sambut gue." ucap Aurora.


"Eee iya iya, maafin aku ya sayang! Aku tadi lagi mikirin Kiara," ucap Willy agak gugup.


"Hah? Kiara?" Aurora terkejut dan seketika langsung bete mendengar Willy menyebut nama Kiara di depannya.


"Eh eh, kamu jangan salah paham dulu! Aku mikirin Kiara karena aku penasaran sama apa yang mau dia omongin ke aku, tadi kan kamu tahu sendiri pas dia nyamperin kita di toilet." ucap Willy menjelaskan.


"Iya Wil, siapa juga yang cemburu coba? Gue kaget aja lu mikirin Kiara, padahal Kiara itu kan pacarnya sepupu gue. Lu gausah kege'eran gitu deh!" elak Aurora langsung membalikkan tubuhnya.


Willy tersenyum seringai, beranjak dari kursinya lalu melingkarkan tangannya di leher gadis itu.


"Kalau cemburu bilang aja sayang!" ucap Willy.


"Ish, lu apa-apaan sih? Gak enak tau dilihat orang-orang, masih banyak orang disini!" ucap Aurora berusaha melepaskan diri.


"Gapapa, aku suka giniin kamu sayang. Biar aku bisa hirup wangi tubuh kamu," ucap Willy.


"Wil udah ah, jangan gini! Lama-lama gue request pindah kelas juga nih sama pihak sekolah, kalo lu masih gini terus!" ancam Aurora.


"Yaudah, aku juga ikutan pindah ke kelas baru kamu nantinya." kata Willy sambil nyengir.


"Emang bener-bener lu ya!" ujar Aurora keheranan.


"Hahaha, kamu mau ke kantin bareng gak? Atau pengen disini aja terus sambil pelukan sama aku?" tanya Willy seraya mengecup pipi Aurora.


"Gue pengen ke kantin, tapi bareng Cindy sama Elsa aja. Gue bosen juga lah tiap hari sama lu, boleh ya?!" pinta Aurora.


"Lah kenapa gitu sih?" tanya Willy sedih.


"Gapapa, gue bosen aja. Please Wil, kali ini aja deh gue pengen bareng teman-teman gue! Lagian lu juga ajak anak cowok gitu kek siapa gitu buat ke kantin bareng lu, jangan sama gue terus!" ucap Aurora.


"Umm, oke deh iya aku setuju. Tapi, untuk hari ini aja ya cantik!" ucap Willy.


Aurora mengangguk dan berkata, "Iya Willy, cuma hari ini."


"Oke! Kalo gitu aku kasih izin kamu buat pergi sama Cindy dan Elsa, tapi awas loh jangan genit sama cowok lain!" ucap Willy.


"Apaan sih? Gue mana pernah kayak gitu coba?" ujar Aurora.


"Iya iya, aku tau kamu orangnya setia dan cuma sayang sama aku. Sekarang aku lepasin kamu, tapi jangan harap nanti siang kamu bisa lepas dari aku!" ucap Willy melepaskan tangannya.


"Hah? Emang lu mau ngapain?" tanya Aurora.


"Ada deh, lihat aja nanti." jawab Willy.


Aurora menggeleng pelan sembari menatap wajah Willy dengan tampang heran, sedangkan pria itu justru terkekeh kecil dan pergi dari sana.


Tiba-tiba saja Cindy serta Elsa mendekat ke arahnya, mereka bingung mengapa Willy pergi seorang diri tanpa mengajak Aurora.


"Eh Rora, itu kok si Willy jalan sendirian sih? Lu gak ikut sama cowok lu itu?" tanya Elsa penasaran.


"Enggak, udah yuk kita ke kantin!" jawab Aurora langsung berdiri dan mengajak kedua sahabatnya itu pergi ke kantin.


******


Willy memilih mencari keberadaan Kiara di sekolah tersebut, ia terus celingak-celinguk sembari mengelilingi sekolah agar dapat menemukan Kiara dan berbincang dengan gadis itu.


Willy masih penasaran dengan apa yang hendak dibicarakan oleh Kiara sebelumnya, itu sebabnya ia terus mencari Kiara walau sebenarnya ia cemas Aurora mengetahui hal itu.


"Duh, ini Kiara kemana sih? Dicariin gak ketemu-ketemu juga, bikin bingung aja!" ujarnya.


Setelah berkeliling kesana-kemari, akhirnya Willy berhasil menemukan Kiara yang tengah bersama tiga orang wanita di dekatnya dan berjalan ke arahnya dari depan.


Sontak saja Willy bergegas menghampiri gadis itu sambil tersenyum lebar, ia tak perduli dengan tiga wanita di dekat Kiara karena yang ia butuhkan saat ini hanya Kiara seorang.


"Kiara!" Willy menyapa gadis itu seraya melambaikan tangannya dan berhenti tepat di hadapan gadis itu.


"Willy? Ada apa?" tanya Kiara amat terkejut.


"Harusnya aku yang tanya begitu ke kamu, ada apa tadi pagi kamu temuin aku dan tiba-tiba langsung pergi gitu aja pas lihat Aurora di samping aku." ucap Willy sambil tersenyum.


"Oh soal itu, gak ada apa-apa kok. Kamu gausah bahas itu lagi ya Wil, lupain aja semuanya!" ucap Kiara.


"Lah kenapa? Emangnya apa yang mau kamu omongin sama aku, Kiara?" tanya Willy penasaran.


"Gak kok, bukan apa-apa. Kamu samperin Aurora aja sana pacar kamu, jangan dekat-dekat sama aku!" jawab Kiara.


"Gapapa Kiara, Aurora lagi sama teman-temannya kok. Udah, kamu bilang aja sama aku apa yang mau kamu omongin!" pinta Willy.


"Okay, aku mau ngomong. Tapi, gak disini. Ayo kita ke taman aja supaya lebih enak!" ucap Kiara.


"Aku setuju!" Willy mengangguk pelan menyetujui perkataan Kiara tadi.


"Yaudah, ayo pergi!" ucap Willy seraya menggenggam tangan Kiara.


"Sebentar! Guys, aku ngobrol sama Willy dulu ya? Kalian langsung ke kelas aja atau mau kemana terserah kalian!" ucap Kiara.


"Oke Kiara!" ucap dua temannya.


Willy langsung menarik lengan Kiara dan membawa gadis itu pergi dari sana.


Namun, Kiara merasa tidak nyaman dengan sikap Willy dan coba melepaskan diri.


"Wil, gausah gandengan ya!" pinta Kiara.


"Kenapa sih? Gapapa lah, cuma gandengan mah bukan masalah kok. Lagian taman juga dekat, jadi kita gak bakal lama gandengannya." ucap Willy.


"Ya tetap aja gak boleh, Wil! Aku gak enak lah sama Aurora, dia kan pacar kamu." kata Kiara.


"Kamu gak enak sama Aurora, atau takut ketahuan sama Martin?" tanya Willy.


"Ya dua-duanya sih, kita kan sama-sama udah punya kekasih. Tolong ya Willy, kamu harus bisa jaga perasaan cewek kamu!" jawab Kiara.


"Aku jaga dia kok, tapi selalu aja ada orang yang ingin melihat aku terpuruk. Itu pacar kamu, si Martin tua bangka." kata Willy.


"Iya, aku minta maaf ya atas nama tuan Martin! Sekarang tolong lepasin tangan aku!" ucap Kiara.


"Haish!" Kiara tampak kesal dengan Willy.


Willy tak memperdulikan permintaan Kiara, ia terus melangkah sembari menarik tangan Kiara dari depan.


Hingga tanpa sadar, kejadian itu justru dilihat secara langsung oleh Aurora yang hendak lewat bersama dua sahabatnya.


"Eh eh Rora, itu kan cowok lu. Dia tarik tangan siapa itu ya?" ujar Cindy.


"Iya ih, tega banget si Willy! Masa dia masih deketin cewek lain? Padahal dia kan udah punya lu Rora, gue heran deh." sahut Elsa.


Aurora hanya terdiam sambil terus menatap ke depan dimana Willy tengah bersama Kiara.


"Itu kan Kiara, pacarnya kak Martin sekaligus mantannya Willy. Mereka mau kemana ya? Kok rasanya aku gak suka ya lihat mereka berduaan gitu?" gumam Aurora dalam hati.


******


Willy dan Kiara tiba di taman sekolah, mereka segera duduk pada tempat yang tersedia tanpa melepas genggaman tangannya.


Kiara masih terus berusaha melepaskan genggaman tangan Willy, tapi usahanya sia-sia karena tenaganya kalah dari Willy.


"Kamu ngapain sih?" ejek Willy.


"Ish, kamu yang ngapain! Cepetan deh kamu lepas tangan aku sekarang, jangan kayak gini!" ujar Kiara.


"Kenapa sih? Biarin aja mereka menyatu, mungkin mereka rindu. Kamu ingat kan? Dulu itu mereka sering kayak gini, sebelum harus terpisah secara paksa." ucap Willy.


Kiara terdiam dan kembali mengingat momen kebersamaan dirinya bersama Willy dahulu.


"Itu kan dulu, jangan diungkit-ungkit lagi! Sekarang aku udah punya tuan Martin, kamu juga udah punya Aurora. Jadi, tolong lepasin tangan aku!" ucap Kiara tegas.


"Okay, aku lepasin. Tapi asal kamu tahu Kiara, sampai saat ini aku masih mencintai kamu dan aku belum bisa lupain semua kenangan kita dulu. Memang bagi kamu itu cuma masa lalu yang gak penting, tapi bagi aku kebersamaan kita dulu adalah sesuatu yang paling berarti di hidup aku." ucap Willy.


"Udah lah Wil, gausah banyak drama! Kamu ajak aku kesini buat dengerin omongan aku kan? Kalo gitu stop bahas masa lalu!" ucap Kiara kesal.


"Iya, aku gak akan bahas itu lagi. Sekarang kamu bisa lanjut bicara, aku juga penasaran apa sih yang mau kamu omongin ke aku. Maaf banget ya, tadi aku kebawa suasana!" ucap Willy.


"Ya gapapa," ucap Kiara singkat.


Willy pun melepas tangannya dari Kiara dan mengambil nafas panjang untuk bersiap mendengarkan ucapan Kiara kali ini.


"Aku sebenarnya cuma mau tanya satu hal sama kamu, Willy." kata Kiara.


"Apa itu?" ucap Willy penasaran.


"Kenapa kamu bilang mau ambil aku lagi dari tuan Martin tadi? Apa kamu serius dengan kata-kata kamu itu, atau cuma gertakan aja supaya tuan Martin takut?" tanya Kiara.


"Oh soal itu, kamu pasti udah tau jawabannya kan? Ya, aku cuma gertak tuan Martin kok. Mana mungkin aku beneran lakuin itu?" jawab Willy.


"Berarti kamu gak benar-benar pengen ambil aku dari tuan Martin?" tanya Kiara memastikan.


"Iya, buat apa juga kan? Toh kamu sendiri udah gak mau sama aku, malahan kamu kelihatan bahagia bareng si Martin itu. Kalau dulu, mungkin aku bakal bebasin kamu dari Martin." jawab Willy.


Kiara terdiam, seketika hatinya hancur saat tahu bahwa Willy tidak benar-benar ingin memilikinya kembali.


"Yaudah ya, aku pergi dulu?" ucap Willy.


"Mau kemana?" tanya Kiara pelan.


"Ke kantin. Obrolan kita kan udah selesai, aku juga gak penasaran lagi sama apa yang mau kamu omongin ke aku. Jadi, aku harus pergi sekarang! Sorry ya udah ganggu kamu tadi!" jawab Willy.


"Iya, gapapa. Yaudah, kamu boleh pergi kok. Aku juga mau balik ke kelas," ucap Kiara.


"Oke!" ucap Willy singkat.


Willy langsung bangkit dari duduknya dan pergi dengan cepat meninggalkan Kiara disana sendirian.


Kiara menatap punggung Willy yang semakin menjauh darinya, ia hanya bisa mendengus pasrah walau dirinya masih ingin bersama Willy.


"Aku kenapa jadi sedih gini sih? Ingat dong Kiara, kamu udah punya tuan Martin!" batin Kiara.


Akhirnya Kiara menghilangkan pikiran buruknya tentang Willy, ia langsung bangkit dan pergi dari taman tersebut dengan perasaan jengkel.


******


Willy yang baru keluar dari taman, justru tak sengaja melihat Aurora serta dua temannya tengah berbincang-bincang di dekat sana.


Willy pun tampak panik, ia cemas jika Aurora melihat dirinya tadi saat bersama Kiara di taman itu dan mengobrol berdua disana.


Dengan segera Willy menghampiri gadisnya itu, tampak Aurora belum sadar bahwa Willy sudah berada di belakangnya saat ini.


"Aurora!" ucap Willy menyapa gadis itu.


Sontak Aurora terkejut, ia reflek berbalik dan membuka mulutnya lebar-lebar saat melihat Willy di hadapannya.


"Eh Willy? Ngapain?" ucap Aurora gugup.


"Kamu sendiri ngapain disini? Kirain lagi pada di kantin, baru aja aku mau nyusul." ucap Willy.


"Eee kita..." Aurora tampak bingung menjawabnya.


"Kita tadi mergokin lu pas lagi sama Kiara, terus kita ngikutin lu sampe kesini. Lu kok tega banget sih Wil, kasihan tau Aurora jadi cemburu!" ucap Cindy meneruskan.


"Cindy! Lu ngapain sih pake ngomong begitu ke Willy?!" tegur Aurora.


"Gapapa Aurora, biar si Willy sadar diri. Dia kan udah punya pacar, masa masih deketin cewek lain?" ucap Cindy.


"Iya Rora, tenang aja karena kita bakal belain lu kok!" sahut Elsa.


"Kalian bicara apa sih? Gue sama Kiara tuh tadi cuma ngobrol biasa, buat apa juga Aurora harus cemburu? Lagian gue gak mungkin lah ada main di belakang Aurora, gue kan cinta banget sama gadis cantik manis ini!" ucap Willy menggoda Aurora seraya mencolek dagu gadis itu.


"Ish, gausah sentuh-sentuh gue deh! Udah yuk guys, kita cabut aja dari sini! Kebetulan gue udah lapar nih pengen makan, gak guna juga disini terus." ucap Aurora.


"Eh eh tunggu dulu dong sayang!" ucap Willy menahan Aurora dengan mencekal lengan gadis itu dari belakang.


"Kenapa Willy?" tanya Aurora kesal.


"Kita ke kantinnya barengan aja ya, aku mau makan juga nih." jawab Willy.


"Enggak ah, gue bosen!" tolak Aurora.


Aurora meronta agar bisa lepas dari genggaman Willy, namun pria itu justru mengeratkan cengkeramannya hingga Aurora tak dapat bergerak.


"Wil, lepasin!" pinta Aurora.


"Gak akan pernah sayang, kamu harus ikut sama aku!" tegas Willy.


"Eh Wil, lu gak bisa maksa Aurora kayak gitu dong! Dia kan udah bilang gak mau, harusnya lu lepasin dia!" ucap Cindy.


"Lu tolong jangan ikut campur ya, ini urusan gue sama Aurora! Sebaiknya kalian berdua diam aja!" ucap Willy.


Bersambung....