My Devils Husband

My Devils Husband
Season 2. Basa-basi MP



Dengan perasaan takut-takut, Mattea melirik pada pintu kamar mandi. Dia berharap, Thomas sudah tidur, tapi itu tidak akan mungkin, karena laki-laki itu belum membersihkan tubuhnya sehabis seharian pesta ini.


Untung saja, di dalam kamar mandi itu, sudah tersedia kimono untuk Mattea menutupi tubuhnya, kalau tidak, mungkin sekarang dia akan minta tolong pada Thomas dan laki-laki itu pasti akan menggodanya lagi.


Ceklek..


Mattea mengintip sedikit keluar, berharap Thomas benar-benar tidur, tapi ternyata laki-laki itu kini tampak sedang fokus pada ponselnya. Entah apa yang dia lihat, Mattea tidak peduli. Yang dia pikirkan saat ini hanyalah, bagaimana caranya dia keluar dari sini dan memakai pakaiannya cepat.


Mattea menghirup udara dengan pelan, menenangkan dirinya agar tidak tampak grogi. Tenang. Dia harus tetap tenang, apapun yang terjadi, tapi saat mengingat apa yang akan terjadi nanti tetap saja membuat gadis itu gugup.


“Ayo Mattea, ini akan jadi malam yang panjang!” Mattea membuka pintu kamar mandi dengan lebar, setelah itu dia keluar dan berjalan menuju ke arah walk in closed dengan langkah yang cepat, tanpa menghiraukan Thomas yang menatap dirinya dengan lapar.


Thomas bangkit dari duduknya yang semula sedang bersandar di ranjang, lalu dia berjalan ke kamar mandi dengan langkah yang cukup terburu-buru, karena jika berlama-lama menatap Mattea yang sudah menghilang dari balik pintu walk in closed, membuat Thomas tidak yakin kalau dia akan bisa bertahan sampai nanti dan tentunya Mattea menghela nafas lega saat sudah berada dalam bilik walk in closed itu.


Mata gadis cantik yang sudah bersuami itu membesar saat melihat gaun tidur yang ada di lemari yang ada disana. Dia menelan ludah kasar dan membuka pintu lemari lainnya, berharap ada pakaian yang tertutup tersedia disana. Tapi hasilnya nihil, hanya ada lingerie berbagai warna disana.


Entah siapa yang perlu Mattea salahkan, tapi dia benar-benar kesal karena ini. Apa mungkin dia berpakaian seperti ini di depan Thomas? Yang benar saja! Bahkan Mattea merasa jika dia memakai lingerie itu, sama saja seperti dia tidak memakai baju.


Mattea kembali keluar dari walk in closed dengan langkah hati-hati, entah apa yang dia takutkan, dia duduk didepan meja rias untuk mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.


Wajah yang tadi penuh dengan make up itu akhirnya bersih. Tapi Mattea benar-benar tidak bisa tidur dengan kimono yang kini dipakainya itu.


“Ahhh,. bagaimana ini?!” desah Mattea kesal. Dia menatap pada pintu kamar mandi yang masih tertutup, lalu pada pintu walk in closed yang juga tertutup, lalu menggigit bibir bawahnya dengan gelisah.


Sebenarnya untuk apa juga dia gelisah? Bukankah dia sudah menikah? Dan seharusnya memang ini yang dilakukan oleh pengantin baru di malam pertamanya 'kan?


Lagi-lagi saat membayangkan apa yang akan dia dan Thomas lakukan nanti, membuat pipi Mattea memerah. Membayangkan apa yang akan dia lakukan saat Thomas melakukan 'itu' padanya, membuat pipi gadis itu semakin memerah.


“Dasar mesum!” desis Mattea pada dirinya sendiri. Dia merutuki pikirannya yang memikirkan hal semacam itu.


“Siapa yang mesum sayang?” Mattea membalikkan badannya menatap ke arah pintu kamar mandi. Wajah gadis itu seketika langsung semakin memerah menatap Thomas yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian privasi tubuhnya.


“Isshh, Uncle, kenapa gak pake baju?” walaupun Mattea langsung memalingkan wajahnya ke depan, tapi kaca yang ada didepannya itu malah makin memperjelas apa yang kini berusaha untuk tidak dia lihat.


“Jangan panggil Uncle sayang,” Thomas berjalan mendekat, sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil.


“Iya-iya, maaf!” cicit Mattea dengan suara terkecil.


Mattea rasanya tidak bisa mengalihkan pandangan matanya pada pantulan cermin yang menampakkan tubuh liat berotot yang ada didepan matanya itu. Bagaimana otot-otot itu terbentuk dengan sangat sempurna. Dada bidang dan punggung lebar itu membuat Mattea rasanya ingin sekali untuk cepat-cepat menerjangnya. Daaannn...._


“Oh Sh*it, apa yang aku pikirkan?!” walaupun pikirannya menolak untuk menatap Thomas yang sedang tersenyum geli padanya, tapi nyatanya tubuh gadis itu bereaksi lain membuat Mattea mendesah pasrah.


“Apa sayang?” tanya Thomas dengan menahan tawanya. Wajah merona didepannya ini benar-benar menggemaskan.


“Apa kau tidak mau berganti pakaian sayang?” melihat kimono yang digunakan oleh Mattea membuat Thomas bertanya. Apakah dengan kimono seksi ini istri kecilnya ini tidur? Tapi bagi Thomas sendiri sih tidak masalah!


“No. Aku tidak bisa memakai pakaian kurang bahan itu!” Mattea mengerucutkan bibirnya membuat Thomas mencuri ciuman sekilas dari bibir gadis cantik itu.


“Heiiii...!” mata melotot itu tidak membuat Thomas takut sedikitpun. Laki-laki itu malah menikmati ekspresi Mattea yang menurutnya benar-benar menggemaskan.


“Kenapa tidak mencobanya? Bukankah itu memang pakaian untuk pengantin baru seperti kita?” Thomas menggantungkan handuk kecil yang dia gunakan untuk mengeringkan rambut tadi di sembarang tempat. Dia berjalan menuju walk ini closed, dan mengambil celana boxer disana.


“Ayo sayang, kau pasti sangat seksi jika memakai ini?!” Thomas berteriak dari dalam walk in closed. Setelah itu dia membawa sehelai lingerie keluar dan hendak memberikannya pada Mattea.


“No. Aku tidak mau memakai itu. Biar aku pakai kimono ini saja!” Mattea menjauhkan tubuhnya dari Thomas. Gadis itu benar-benar enggan untuk memakai pakaian yang benar-benar minim bahan itu. Dia berjalan terus hingga berhenti karena tertumpu pada sisi ranjang.


“Benarkah? Tapi ini sangat indah, apalagi jika kau yang memakainya!” Thomas masih mencoba untuk merayu istrinya itu, tapi Mattea tetap menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju.


Melihat Mattea yang tidak dapat bergerak lagi, membuat Thomas mengeluarkan senyum jahil. Membuat Mattea was-was.


“Apa? Kenapa menatapku seperti itu?” Thomas yang terus berjalan mendekat, membuat Mattea terduduk di ranjang.


“Ah ... Seharusnya aku tau kode mu sayang!” mendengar perkataan Thomas membuat Mattea mengernyit.


“Pasti karena kau tidak mau ribet, makanya tidak mau memakai lingerie ini kan? Dan kau memakai kimono ini agar aku bisa langsung saja melepaskannya?” Thomas semakin gencar menggoda istri kecilnya itu. Sesuatu yang mendesak untuk segera dilepaskan membuat Thomas rasanya ingin sekali menarik Mattea dan langsung bergulat dengan Mattea.


“Tidak!” ketus Mattea cepat, tapi dia dapat melihat tatapan Thomas yang tidak percaya padanya.


Astaga, darimana laki-laki ini mendapatkan pemikiran seperti ini, membuat Mattea menelan ludahnya kasar. Dia tidak pernah berpikir seperti ini, membayangkan saja tidak.


“Benarkan apa yang aku katakan sayang?” tanpa mendengar penolakan Mattea, Thomas semakin gencar menggoda gadis itu.


Mattea yang terduduk di ranjang, membuatnya makin tersudut ketika Thomas yang semakin mendekat padanya.


“Tidak! Aku tidak pernah berpikiran seperti itu!” Mattea mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Wangi mawar yang menguar dari tubuh Mattea membuat Thomas memejamkan matanya. Hasrat yang selama ini tertahan membuatnya serasa ini menuntaskan semuanya saat ini juga.


Apalagi kini orang yang ada didepannya adalah gadis yang sudah sah menjadi istrinya. Jadi pasti dia tidak akan berdosa jika melakukan ini, karena memang ini yang dilakukan oleh orang yang sudah menikah 'kan?


Thomas memang tidak pernah berhubungan dengan wanita, bahkan saat bersama dengan Patricia pun, dia tidak pernah mau menyentuh wanita itu. Karena Thomas adalah orang yang teguh pada prinsipnya, yaitu tidak akan menyentuh wanita terlebih dahulu kecuali sudah sah baginya.


Makanya dia hanya akan menyentuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya. Idaman kan? Iya dong! Kalau tidak, mana mungkin Max mau menikahkan anak gadisnya dengan bujang lapuk seperti Thomas ini. Upss...


Mata yang sudah berkabut dengan gairah itu membuat Mattea menatapnya dalam. Gadis itu membalas tatapan sendu Thomas yang menginginkan dirinya dengan senyuman menggoda.


“Mau sekarang sayang?” Mattea yang sudah berhasil untuk mengendalikan dirinya kini menantang Thomas. Tatapan yang di layangkan membuat Thomas tersenyum kecil.


“Kau benar-benar sudah siap sayang?” suara serak penuh damba itu membuat Mattea menggigit bibir bawahnya. Lalu dia menatap pada Thomas dan menganggukkan kepalanya.


“Aku rasa basa-basinya sudah cukup sayang. Jadi sekarang mari langsung kita eksekusi saja!” kata-kata yang penuh dengan keberanian itu membuat Thomas menyunggingkan senyumannya.


“Hohoho, liatlah, gadisku ini sangat bersemangat sekali!”


“Apa basa-basi ini akan dilanjutkan sayang?” Mattea menyentuh dada bidang Thomas yang liat dengan jemari kecilnya yang lembut. Gerakan sensual itu mendapat erangan tertahan dari Thomas.


“Ah, gadisku benar-benar sudah siap ternyata. Baiklah sayang, ayo kita mulai!”


Mattea yang kini terduduk, membuat Thomas langsung memberikan ciuman bibir pada gadis itu. Lembut, sangat lembut membuat Mattea rileks dan membalas ciuman Thomas.


Ciuman yang awalnya lembut itu, kini berubah jadi luma*tttan yang sedikit menuntut. Mattea yang sudah bisa mengimbangi ciuman Thomas, membuat kedua semakin panas.


Gairah yang awalnya memang sudah bangun, kini kian membara. Tubuh mereka panas, pertukaran Saliva itu semakin cepat, hingga tanpa sadar, kini Mattea sudah berbaring di bawah Thomas.


Kungkungan kaki laki-laki gagah itu membuat Mattea semakin menginginkan lebih. Ciuman yang kian menuntut itu, kini berpindah ke area leher. Thomas yang benar-benar sudah siap itu, memberikan banyak tanda kepemilikan disana. Ciuman dan tanda kepemilikan itu membuat Mattea mendesah.


“Aahh...”


Suara desahan lembut itu, membuat Thomas semakin menggila. Dia yang sudah berpuasa sangat lama itu, benar-benar membuatnya menjadi laki-laki yang benar-benar panas.


Semua yang terpendam selama ini membuat Thomas benar-benar ingin melampiaskannya sekarang.


Bersama dengan kekasih halalnya, bersama dengan gadis yang sangat dia cintai. Gadis yang menjadi nafasnya, gadis yang menjadi penentu nadinya agar tetap terus berdenyut.


.


.


____


Uwuwuwu, hareudang gak ni😂


Ini baru pembukaan yah sayangku,😈Belum inti🤣