My Devils Husband

My Devils Husband
25. Sesuatu yang penting



"Karena setiap kali aku melihatmu aku jatuh cinta berkali kali bagaimanapun kamu!" Max mencium bibir Stef sekilas lalu langsung berlari dari Stef yang terkejut dan langsung mengejar dirinya.


"Berhenti kau Max!" teriak Stef kesal. Berani beraninya Max mencuri ciumannya lagi!


"Tidak!" jawab Max sembari terus berlari mengitari sofa yang membuat Stef semakin kesal.


"Max berhenti!" ucap Stef tegas. Mendengar suara Stef yang terdengar tegas lantas saja Max langsung berhenti, tepat didepan Stef yang masih belum menghentikan larinya.


"Aduh!" Stef mengaduh karena kepalanya menabrak dada bidang lelaki tinggi yang tepat berdiri didepannya itu.


"Dasar pendek!" ucap Max meledek melihat Stef sedikit menunduk karena Stef hanya sebatas dadanya saja.


"Pendek pendek begini tapi kau cinta mati padaku!" ledek Stef menyombongkan diri membuat Max gemas. Tapi walau bagaimanapun ucapan Stef benar adanya.


"Ya kau benar!" Max menjawab singkat mengacak rambut Stef gemas membuat Stef langsung memberenggut kesal.


"Aish kau ini, rambutku jadi berantakan gara-gara kau" Stef berucap sembari memperbaiki tatanan rambutnya dengan bibir yang mengerunyut kesal.


"Berantakanpun kau tetap cantik di mataku!"


****


Max memasuki Mansionnya, berjalan dari ruang tamu ia melihat ke ruang makan. Max mengernyit heran, pasalnya disana ia melihat ada Papi dan Momynya disana.


"Papi... Momy!" panggil Max menghampiri kedua orang tuanya yang sedang berbincang dengan David itu membuat mereka bertiga menoleh pada pemilik manik mata gelap itu secara bersamaan.


"Kau sudah pulang Max?" tanya Lucky meledek anak lelakinya itu. Pasalnya tadi David mengatakan kalau Max menemui Stef hingga membuatnya pulang terlambat.


"Ya seperti yang papi lihat, aku ada disini sekarang!" jawab Max seadanya, lalu ikut duduk diantara Mereka. "Kenapa papi dan momy tidak bilang padaku kalau kalian akan kemari?" tanya Max menatap keduanya bergantian lalu menatap David yang hanya menggedikkan bahu.


"Apa kami harus punya alasan untuk menemui anak kami sendiri?" tanya Masseria menatap Max membuat Max tersenyum senang.


"Tentu tidak momy, aku senang kalian kemari, kalau kalian bilang aku kan bisa menjemput kalian ke bandara. Aku juga pasti akan senang sekali jika kalian tinggal disini saja," ucap Max menyender dibahu Masseria yang duduk di sebelahnya.


"Kami tidak ingin merepotkanmu, pengawal papimu saja sudah memenuhi bandara, apalagi nanti ditambah anak buah mu!" ucap Masseria mengelus rambut Max dengan sayang membuat Max memeluk wanita yang di sayangi nya itu.


"Astaga papi, kau cemburu pada anakmu sendiri!" ledek Max mencium pipi Masseria lembut membuat Lucky kesal, sedangkan David hanya tersenyum lucu melihat Lucky yang cemburu pada Max.


Jika saja anggota Black Devils melihat sikap manja Max ini, pasti mereka tidak akan percaya bahwa Max lah yang tadi pagi menghajar Jhon habis habisan hingga babak belur dan sekarat.


"Aish dasar anak nakal!" ucap Lucky jengah sedangkan Max hanya tersenyum lalu kembali duduk dengan tegap.


"Jadi ada apa sebenarnya Pi? Mi?" tanya Max menatap keduanya serius. Karena tidak mungkin orang tuanya datang ke Frankfurt kalau bukan karena urusan yang serius. Keduanya saling menatap, lalu Lucky menarik nafas panjang.


"Karena ada sesuatu yang penting," jawab Lucky.


"Sesuatu yang penting apa Pi?" tanya Max serius karena melihat keseriusan pada raut wajah papinya itu.


"Ya masalah yang sangat serius!" ucap Masseria menambahkan.


"Masalah apa momy?" tanya Max yang dibuat bingung oleh kedua orang tuanya itu. Sedangkan David hanya diam, karena ia sudah diberitahu oleh Lucky dan Masseria sebelum Max pulang tadi.


"Kami akan melamar Stef dan menentukan tanggal pernikahan kalian!"


.


.


.


.


.


TBC.


Love❤❤❤EgaSri