My Devils Husband

My Devils Husband
28. Penuh rahasia



"Karena aku mencintaimu dengan caraku sendiri, dan kau tetaplah mencintaiku seperti caramu sendiri." Max tersenyum mendengar jawaban Stef. Wanita pemilik pipi kemerahan itu mengucapkan dengan sangat serius.


"Aku mencintaimu dulu, kini dan nanti," Max tersenyum lalu memeluk Stef yang dibalas pelukan hangat oleh wanita cantik itu.


"Apa yang mereka bicarakan ya?" tanya Stef setelah pelukan mereka terlepas.


"Sebaiknya kita tunggu disini saja, biarkan mereka melepas rindu!" Stef hanya mengangguk sebagai bentuk persetujuan dari ucapan Max.


"Apa kau ingin makan sesuatu?" tanya Stef menatap Max, membuat Max tersenyum jahil.


"Ya." jawab Max singkat.


"Kau mau makan apa?" tanya Stef serius.


"Makan dirimu!"


*****


Di kamar Lie.


"Ada apa Masseria, hingga kau terbang dari Milan kemari?" tanya Lie pada Masseria yang duduk disampingnya. Masseria menatap Lucky yang dibalas anggukan oleh suaminya itu.


"Aku ingin melamar Stef untuk menikah dengan Max," jawab Masseria. Sebenarnya Masseria sedikit takut saat menyampaikan itu karena Stef sangatlah muda untuk Max, dan Masseria takut kalau nantinya Lie akan menolak untuk Max menikahi Stef.


"Tentu! Kapan?" jawaban Lie sungguh membuat Masseria terkejut.


"Kau setuju?" tanya Masseria tidak percaya. Mendengar Masseria yang tampak terkejut membuat Lie terkekeh pelan.


"Tentu saja, bukankah memang dari dulu Max mencintai Stef?" tanya Lie membuat Masseria mengangguk cepat. Masih ingat betul di ingatannya oleh Masseria saat Max dulu menangis ketika Stef dibawa pergi oleh Lie ke Frankfurt.


Saat Lie meminta Masseria berjanji untuk tidak mencarinya membuat Lucky frustasi dengan Max yang terus merengek untuk bertemu dengan Stef hingga Max tumbuh dewasa tanpa mencintai wanita selain Stefani Axelsen putri dari Antonio Axelsen dan Charlie Axelsen.


"Apa menurutmu Stef tidak terlalu muda untuk menikah dengan Max?" tanya Masseria menatap Lie, menunggu jawaban dari wanita yang tampak sedikit pucat itu. Tampak Lie menghela nafas sebelum menjawab pertanyaan Masseria.


"Aku ingin Stef menikah dengan Max secepatnya, bukan persoal dia masih terlalu muda atau tidak, tapi aku ingin dia dijaga dengan baik, karena aku yakin saat ini ada orang yang mengincarnya!" Lie menjawab yakin membuat Masseria menghela nafas. Karena Masseria juga mengetahui bahwa kini Stef sedang diincar seseorang dari Lucky yang memberitahunya.


"Ya kau benar, ada seseorang yang mengincar putrimu, aku rasa dia masih memiliki dendam padamu!" Lucky mengiyakan ucapan Lie, karena memang begitu adanya.


"Ya kau benar," jawab Masseria mengangguk.


"Lalu kapan kita akan menikahkan mereka?" tanya Lucky membuat kedua wanita itu saling pandang.


"Dua minggu lagi!" jawab Lie.


"Apa kita perlu membuat pesta?" tanya Masseria.


"Tentu saja," jawab Lucky cepat. "Max adalah pewarisku satu satunya, dan dia akan menikah dengan putri dari keluarga Antonio Axelsen, apa mungkin untuk tidak membuat pesta?" ucap Lucky membuat wanita itu mengangguk.


"Lie, apa kau belum memberitahu Stef tentang seorang Antonio dan nama Axelsen pada Stef?" tanya Masseria menatap Lie dengan penasaran.


"Belum Seria, aku sudah berjanji pada Antonio untuk mengatakan pada Stef saat dia berusia dua puluh tahun," jelas Lie membuat Masseria mengangguk.


"Apa semuanya baik baik saja?" tanya Lucky.


"Ya sangat baik, dia menjaga semuanya dengan sangat baik!"


"Tapi kini dia ada ditangan Max!" jawab Lucky membuat Lie mengangguk cepat.


"Ya aku tau itu, dia tidak akan bicara, karena dia sudah berjanji padaku."


.


.


.


.


.


TBC.


Love❤❤❤EgaSri