My Devils Husband

My Devils Husband
21. Bertemu Justin



Mobil yang dinaiki Max berhenti didepan loby kantor Alexander Corp. Satpam yang berjaga disana bergegas membukakan pintu mobil Max. Max keluar dari Limosin itu berjalan dengan gagahnya, para staf karyawan yang berada dilantai bawah menunduk hormat padanya, sembari menyapa pemilik Alexander Corp itu yang dibalas senyum tipis oleh Max.


Max berjalan menuju lift untuk bisa tiba dilantai Empat puluh. Lift khusus Presdir itu berhenti lalu terbuka, tampaklah sekretarisnya yang sedang berkutat dengan komputer disana. Melihat Max datang Sekretarisnya yang bernama Kiara itu langsung berdiri memberi hormat.


"Selamat siang Bos," sapa Kiara ramah menunduk hormat.


"Siang Ki, apa sudah ada David didalam?" tanya Max melirik ruangannya.


"Sudah Bos, tuan David sudah menunggu Anda didalam bersama Thomas!" ucap Kiara memberi tahu.


"Baiklah, lanjutkan pekerjaanmu!" titah Max, setelah itu ia berlalu masuk kedalam ruangannya.


Max membuka pintu lalu tampaklah David dan Thomas sedang duduk disofa sembari berbincang.


"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya Max saat duduk didekat keduanya.


"Ada sesuatu yang ingin kami beritahu bos!" jawab Thomas.


"Apa itu?" tanya Max penasaran menatap keduanya bergantian.


"Anak buah kita yang di Napoli menemukan Jhon," jawab David.


"Di Napoli?" tanya Max.


"Iya!"


"Bukankah waktu itu kalian bilang dia ada di Milan?" tanya Max.


"Ya Max, dia berpindah pindah. Mungkin karena dia mengetahui kita sedang memburunya ditambah juga paman Lucky juga sedang mencarinya!" David memberi tahu Max membuat pemilik manik gelap itu mengernyit.


"Papi?" tanya Max menatap David.


"Iya,"


"Untuk apa papi mencarinya?" tanya David.


"Entahlah, sebaiknya kau tanyakan langsung pada paman Lucky nanti!" ucap David.


"Baiklah, kalian urus dia, bawa dia kesini secepatnya!" perintah Max menatap David dan Thomas.


"Baik,"


"Apa ada informasi tentang Justin Hill?" tanya Max melihat David dan Thomas seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


"Ya bos!" jawab Thomas akhirnya


"Apa itu?" tanya Max penasaran.


"Hari ini dia juga berangkat ke Frankfurt!" ucap David memberi tahu setelah cukup berfikir.


"Apa?" tanya Max terkejut. "Apa dia tahu Stef berangkat bersamaku?" tanya Max lagi.


"Tentu saja Max, kau ini bagaimana? bukankah kau sendiri yang bilang kalau Stef itu calon istrimu padanya?" tanya David mengerling malas menatap Max yang seperti gagal fokus.


"Ya,,, ya.. Aku menunggu dia untuk datang padaku!" ucap Max tersenyum yakin.


"Apa kau tidak takut dia merebut Stef darimu Max?" tanya David.


"Lalu kenapa kau seperti menganggap remeh lawanmu ini bos?" tanya Thomas melirik Max lalu ia juga melirik David yang menganggukkan kepalanya.


"Ah ya sudahlah! Jangan pikirkan, biar cinta yang memilih pada siapa dia berlabuh!"


****


Stef pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan dapur, ia mendorong troli belanjaannya sembari memilih satu persatu bahan yang ia butuhkan.


Selesai berbelanja saat pulang ke apartemennya tak sengaja ia menabrak seseorang hingga belanjaannya jatuh berserakan.


"Maaf maaf saya tidak sengaja," ucap orang itu membantu Stef memungut belanjaannya.


"Ya tidak apa-apa!" ucap Stef tanpa melihat orang yang ditabraknya.


Setelah selesai keduanya sama sama bangkit lalu menatap satu sama lain.


"Justin!" ucap Stef kaget saat dia melihat orang yang menabraknya adalah Justin lelaki yang bertemu dengannya ditaman kota Milan saat itu.


"Stefani" ucap Justin tersenyum.


"Kenapa kau ada disini?" tanya Stef heran.


"Aku tinggal digedung ini juga sekarang," beritahu Justin membuat Stef terkejut.


"Benarkah?" tanya Stef tidak percaya.


"Ya tentu," jawab Justin tersenyum manis.


"Dilantai berapa?" tanya Stef.


"Dilantai Dua puluh dua," jawab Justin.


"Wah baiklah, semoga kau betah disini, apartemenku ada dilantai dua puluh, jika ada waktu kau silahkan berkunjung," ucap Stef menawarkan pada Justin membuat Justin tersenyum kemenangan.


"Baiklah, tentu saja nanti aku akan kesana!" ucap Justin.


"Kalau begitu aku permisi dulu, ibuku pasti sudah menunggu" pamit Stef.


"Baiklah!" jawab Justin ramah. Lalu Stef berjalan meninggalkan Justin yang menatap kepergiannya dengan senyum yang tidak dapat diartikan.


"Aku pasti akan mendapatkanmu Stefani!"


.


.


.


.


.


.


Love❤❤❤EgaSri