My Devils Husband

My Devils Husband
30. Kelly



Max berjalan keluar dari dalam lift khusus Presdir. Menghampiri sekretarisnya yang sudah berdiri terlebih dahulu saat melihat Max tiba.


"Apa ada seseorang wanita yang datang kemari?" tanya Max langsung.


"Ya bos, dia didalam dan juga ada David menemaninya!" jawab sekretarisnya cepat.


"Baiklah," Max berjalan membuka pintu membuat kedua orang manusia yang ada didalam ruangan itu menoleh.


"Max." wanita yang berpakain kurang bahan itu berlari memeluk lengan Max membuat Max langsung menepis kasar tangan wanita yang bermake-up tebal itu.


"Sudah kuduga," ucap Max singkat lalu duduk didekat David yang juga diikuti oleh wanita itu.


"Aku merindukanmu Max." ucap manja wanita itu membuat Max jijik.


"Untuk apa kau kemari? Siapa yang mengizinkan kau datang kekantorku?" tanya Max membuat wanita itu cemberut.


"Kan sudah aku bilang, kalau aku merindukanmu Max!" jawab wanita itu menatap Max genit.


"Tutup mulutmu itu, kata katamu membuatku jijik!" ucap Max menahan kekesalannya. "Kenapa kau tak membawanya keluar dari sini David?" Max menatap David yang hanya mengedikkan bahu membuat Max bertambah kesal.


"Kenapa kau jarang datang ke club Max?" wanita bernama Kelly itu bertanya manja pada Max. "Aku kan masih mau merasakan keperkasaanmu diranjang," Max sungguh jijik mendengar setiap kata yang terlontar dari mulut Kelly.


"Dasar bi*ch!" ucap Max melengos. "Kau seret dia keluar David!" perintah Max yang sudah muak melihat Kelly yang menatap penuh minat padanya.


"Silahkan nona Kelly!" ucap David berdiri mempersilakan sopan.


"Tidak mau!" jawab Kelly singkat memilih tetap duduk disamping Max membuat David kesal.


"Jangan membuat pekerjaanku menjadi sulit nona!" ucap David memperingatkan tegas membuat Kelly mendengus kesal, lalu ia kembali menatap Max.


"Max... Aku masih mau menemanimu disini," Kelly beranjak duduk untuk semakin mendekati Max membuat Max memberikan tatapan tajamnya.


"Jangan sampai saya menyeret anda keluar dari sini dengan kasar nona Kelly!" David juga sudah mulai kesal dengan wanita ini. Kelly adalah wanita ONS yang menemani Max. Dia juga sangat tergila gila pada Max membuat Max risih. Lebih tepat nya pada uang Max, karena Kelly tau Max tidak akan menyukainya.


"Berapa yang kau inginkan?" tanya Max akhirnya yang tidak dapat menyembunyikan kegeramannya pada wanita berbibir tebal itu.


"Berapapun!" jawab Kelly singkat tersenyum kemenangan.


Max mengambil cek dari dalam laci mejanya, menuliskan sederet angka yang bisa membuat Kelly hidup enak selama satu tahun tanpa harus bekarja.


"Apa segini cukup?" tanya Max melemparkan kertas itu didepan wajah Kelly yang langsung ditangkap sigap oleh wanita itu.


"Lebih dari cukup!" ucap Kelly tersenyum puas.


"Jangan pernah muncul di depanku lagi, pergi sejauh jauhnya, atau kau akan menyesal nanti!" Max berbicara dengan nada dingin membuat Kelly merinding.


"Baiklah."


"Kenapa kau biarkan dia kemari David?" Max menatap tajam pada David yang duduk didekatnya.


"Menurutmu apa aku akan bisa menangani wanita bi*ch itu?" David balik bertanya membuat Max menghela nafas. Memang hanya Kelly lah satu satunya wanita yang berani datang kekantornya selama ini.


"Dimana Thomas?" tanya Max pada David.


"Ada di markas," jawab David singkat karena Max juga sudah tau pasti apa yang dilakukan Thomas disana. Max berjalan ke meja kerjanya lalu duduk dikursi kebesarannya.


"Apa ada pemesanan barang lagi?" tanya Max membuka laptop. Barang yang dimaksud Max adalah Narkoba dan juga senjata tentunya.


"Ya!" jawab David singkat.


"Berapa?"


"Cukup banyak!"


"Aku akan mengecek langsung!"


"Baiklah."


.


.


.


.


Setelah membaca kasih Tap jempol dan Vote nya ya kakak😁 biar saya sebagai Author juga semangat jika mendapatkan dukungan dari kalian😌 jangan lupa juga untuk menekan Love nya agar kalian mendapatkan notifikasi jika Cerita ini sudah Up.


Masih banyak rahasia yang belum terkuak disini ya, tentang siapa Stefani sebenarnya.


Mohon dukungannya jika kalian memang menyukai cerita ini, karena Berimajinasi itu tidak semudah yang kalian bayangkan.


Salam sayang dari saya EgaSri😘😘


.


.


.


Love❤️❤️❤️EgaSri