My Devils Husband

My Devils Husband
29. Pesonanya



Setelah pembicaraan mereka selesai, Max langsung diajak pulang tanpa boleh mengganggu Stef oleh papi dan momynya yang membuat lelaki tampan itu merenggut. Padahal tadi ia sengaja untuk pisah mobil dengan orang tuanya karena ingin tinggal disana sebentar. Tapi usahanya itu sia sia.


Max memang tidak mendengarkan pembicaraan orang tuanya tadi, jika saja Max mendengar mungkin dia akan tau penyebab Stef yang datang padanya karena lelaki yang bernama Jhon itu.


Terlalu banyak rahasia disini!


"Pi, untuk apa papi mencari Jhon?" pertanyaan Max membuat Lucky maupun Masseria galegapan.


"Karena ada sesuatu yang penting!" jawab Lucky singkat menatap Masseria.


"Sebaiknya kau pergi kekantormu Max," ucap Masseria pada anak lelakinya itu mengalihkan pembicaraan, karena ini juga masih terlalu siang, jadi Masseria menyuruh Max kekantornya karena barangkali ada sesuatu yang perlu diurus oleh Max sendiri, walaupun David juga ada disana.


"Yes mom," jawab Max singkat membuat Max lupa akan pertanyaannya tadi. Karena seharian ini Max belum bertemu David ataupun bicara padanya, karena Max melarang David untuk meneleponnya karena lamaran dadakan itu. Max juga ingin tahu informasi tentang Jhon dan juga Justin dari anak buahnya.


Max turun dari mobil papi dan mominya pindah ke mobil dia yang dibawa oleh bodyguard papinya.


"Jika tahu begini kenapa aku harus ikut mobil papi dan momy tadi!" Max merenggut kesal. Ia masuk kedalam mobilnya, menancap gas lalu melaju dengan kencang membelah jalanan kota Frankfurt dibawah panasnya terik matahari.


Kota metropolitan sebagai pusat kerajaan bisnis Alexander Corp itu tampak bising dengan kendaraan yang melintas memadati setiap sudut kota walaupun tidak terlalu ramai. Karena ini sudah termasuk siang jadi tidak ada kemacetan yang berarti disana membuat Max leluasa melintas tanpa harus mendengar suara klakson yang saling bersahutan disana, yang membuat sesama pengendara menjadi kesal karena ketidak sabaran manusia.


Sesampainya diparkiran khusus pemilik perusahaan, Max mematikan mesin mobilnya, berjalan gagah keluar dari Limosin itu Max disambut senyum hangat dari pegawainya yang dibalas tatapan dingin dari pemilik manik gelap itu.


"Selamat siang bos," sapa Resepsionis cantik yang berdiri anggun menyambutnya dengan tatapan memuja pada pemilik manik gelap itu.


"Apa ada tamu kantor hari ini?" tanya Max berhenti tepat didepan meja resepsionis itu, membuat jantung wanita cantik itu serasa melompat tak karuan, baru kali ini Max berdiri tepat didepannya, karena biasanya David lah yang bertanya padanya. Wanita cantik itu membuka buku tamu melihat daftar orang yang tiba hari ini.


"Ada seorang wanita yang ingin menemui Anda bos," jawab resepsionis itu dengan sangat sopan setelah mengeceknya.


"Wanita?" tanya Max mengernyitkan keningnya tanda bertanya. Siapa wanita yang ingin menemuinya, pikir Max.


"Ya bos, seorang wanita!" jawab Resepsionis itu lagi meyakinkan kalau yang dikatakannya adalah benar.


"Sudah berapa lama?"


"Sudah hampir setengah jam bos!"


"Baiklah!" Max berjalan meninggalkan resepsionis cantik itu yang menatap kepergiannya dengan tatapan penuh kekaguman. "Kenapa dia gagah sekali," ucapnya tersenyum memegang pipinya yang memanas.


"Hei tutup mulutmu itu sebelum nyamuk masuk kedalamnya!" ucap temannya mendekat setelah Max pergi.


"Kau ini sirik sekali padaku!" ucap resepsionis yang bernama Sesilia itu menatap tajam temannya yang berdiri disampingnya.


"Kau tidak usah berkhayal terlalu tinggi, dia tidak akan menyukaimu, kalian seperti langit dan bumi!" ucap temannya yang bernama Natalie membuat gadis yang biasa disapa Sesil itu mendelik kesal.


"Heii, aku ini hanya mengaguminya, kenapa kau yang sewot, tidak mungkin tidak ada wanita yang tidak terpesona padanya dikantor ini, bahkan termasuk kau!" ucap Sesil mendelik sebal pada Nata, membuat wanita itu menggeleng kepala acuh.


"Dan kau tau?" tanya Sesil menatap Nata serius.


"Tau apa?" tanya Nata, dan ini pasti berkaitan dengan Max lagi.


"Tidak akan ada satu orang wanitapun yang akan menolak jika dia meminta kita untuk melemparkan tubuh keranjangnya."


"Termasuk kau?"


"Tentu saja!"


"Murahan!"


.


.


.


.


.


TBC.


Love❤❤❤EgaSri