
Pagi sekali David menelepon Max bahwa dia sudah membawa Jhon ke markas mereka, hal itu tentu disambut baik oleh Max yang segera bergegas pergi kesana. Mengendarai sendiri Ferrari keluaran terbarunya Max melesat kesana dengan kecepat tinggi.
Memarkirkan mobilnya Max turun berjalan dengan gagah masuk kedalam markas anggota Black Devils, sebuah rumah yang terlihat sederhana dari luar tapi jika masuk kedalam maka akan terlihat seperti rumah yang berfasilitas mewah yang sudah diberi pagar penghalang tinggi dengan kawat berduri diatasnya. Penjagaan disana sangat ketat dipenuhi oleh orang orang berbakat dan juga terlatih bela diri.
Suara derapan langkah kaki Max menggema keseluruh ruangan, membuat ruangan yang tadinya gaduh itu tiba tiba menjadi hening menatap kepada seseorang yang baru memasuki ruangan itu.
"Selamat pagi bos." sapa mereka semua serempak menunduk hormat pada Max yang dibalas deheman saja oleh pemilik manik gelap itu.
"Dimana dia?" tanya Max saat David datang menghampirinya.
"Di dalam sel!" jawab David memberitahu. Memang markas anggota Black Devils itu terdapat sel disana untuk mengurung penghianat maupun para musuh yang tertangkap.
Max berjalan kesana diikuti oleh David dibelakang. Disana Max dapat melihat Jhon yang sedang terduduk dengan tangan dan kaki terikat. Juga ada Thomas yang sedang memegang senjata api di dekatnya.
"Bagaimana kabarmu Jhon?" tanya Max tersenyum mengejek melihat Jhon yang terduduk tak berdaya disana karena ditangani oleh David dan Thomas saat ingin melepaskan diri.
"Cih, cepat lepaskan aku!" seru Jhon yang sayangnya tak dihiraukan oleh Max.
"Katakan apa motifmu selama ini? Kau mata mata dari kelompok mana?" tanya David mendekat kearah Jhon yang sayangnya tak membuat lelaki itu takut sedikitpun.
Melihat Jhon yang hanya diam membuat Max geram.
"Cepat katakan!" ucap Max mendekat lalu duduk di salah satu kursi yang ada disana.
"Tidak akan!" jawab Jhon buka suara yang membuat David dan Thomas yang ada disana geram.
"Cepat katakan atau kau mati sekarang!" ucap Max mengeluarkan sejata api yang terselip dibalik jas mahal miliknya.
"Katakan!" seru Max lagi dengan nada tinggi dibakar emosi.
"Tidak!" jawab Jhon kekeh yang membuat wajahnya kembali mendapat bogeman mentah dari Max. David dan Thomas yang melihat itu hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun. Inilah yang ditakutkan David, kekejaman pria dua puluh sembilan tahun itu yang membuat siapa saja akan melarikan diri ketakutan jika sudah terlepas darinya tanpa mau berurusan lagi dengannya nanti.
"Katakan atau kau mati disini!" seru Max lagi.
"Tidak akan!" jawaban Jhon membuat emosi Max jadi tak terkendali, ia mengahajar Jhon habis habisan membuat pria itu terkapar tak berdaya. Max juga menembak lengan Jhon yang membuat pria itu terlihat sangat kesakitan dan juga sangat menyedihkan. Setelah itu Max melirik kearah David dan Thomas.
"Obati dia, jangan sampai dia mati dengan mudah karena sudah berani menghianatiku!" perintah Max pada kedua orang itu.
"Baik bos," jawab Thomas, sedangkan David diam lalu ia berjalan kearah Jhon.
"Seberapa besar kau dibayar hingga kau se-setia ini padanya?" tanya David menatap Jhon yang sudah terkapar tak berdaya itu. Jhon melirik kearah David lalu tersenyum sinis.
"Karena hutang nyawa dibalas nyawa!"
.
.
.
TBC.
Love❤❤❤EgaSri