My Devils Husband

My Devils Husband
Eps 51



Lie, Antonio dan juga Justin pulang dari pemakaman Maira, hari sudah berganti malam. Mereka pulang ke mansion Lucky menemui Stef yang bermain dengan Max.


“Maafkan ibu sayang,” Lie menatap Stef penuh dengan rasa bersalah karena melupakan anak perempuannya itu karena sibuk mencari Justin.


“Ibu janji tidak akan melupakanmu lagi!” Lie mengusap kepala Stef, dan mengajak anaknya itu untuk tidur.


Sedangkan Antonio menemui Lucky, dan menceritakan semuanya tentang kematian anak dan istri Henry. Sebenarnya lucky merasa iba pada lelaki tersebut, tapi dia juga benci karena lucky tau seberapa jahatnya lelaki yang bernama Henry Hill itu.


Setelah melaporkan semuanya Antonio ikut menyusul Lie kekamar. Sebenarnya Lucky sudah menyuruh Antonio untuk membuka usaha, daripada harus menjadi bodyguard, tapi lelaki tersebut tidak mau. Jadi apa mau dikata.


★‡★


Detik berganti menit, menit berganti jam, jam berganti hari. Hari menjadi Minggu dan akhirnya genap menjadi bulan.


Hari-hari yang dilalui oleh Henry terasa berat sejak di tinggalkan oleh Maira. Lelaki itu merasa bahwa Maira tidak pergi meninggalkannya, tapi tetap ada disampingnya.


Henry akhir akhir ini lebih meluangkan waktunya untuk Aira. Anak perempuan satu-satunya dan juga keluarga Henry satu-satunya, dan darah yang tertinggal di diri Aira mengalir darah Maira. Darah khas orang Indonesia.


Kenapa Henry bisa menikah dengan Maira? Karena saat itu dia terdampar di Indonesia, lebih tepatnya di Jakarta. Lelaki itu lari dari kejaran para pembunuh bayaran yang membantai seluruh keluarganya. Dikarenakan dendam.


Oleh sebab itu juga Henry mengalami phobia terhadap darah, karena dia sendiri melihat bagaimana keluarganya tewas didepan matanya dengan bersimbah darah. Henry yang saat itu sedang berada didalam kamar mandi setelah pulang kuliah, merasa heran dengan suara gaduh yang berasal dari lantai bawah rumahnya.


Henry mengintip sedikit hingga dia menutup mulutnya karena kaget, melihat ibu dan juga ayahnya tergeletak tak berdaya di lantai.


Para pembunuh bayaran tersebut menyuruh anak buahnya untuk memeriksa lantai atas hingga Henry kalang kabut dan meloncat dari balkon rumahnya, dengan pakaian yang sudah terpasang dan dompet disaku celananya.


Henry mengambil tas berisi paspor dan juga surat surat lainnya yang memang sudah berada didalam tas tersebut, sebelum dia melompat.


Malam itu adalah malam terberat bagi Henry, seluruh keluarganya terbunuh hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi dari Italia. Ia memutuskan Indonesia sebagai tujuannya.


Hingga singkat cerita dia bertemu dengan Maira. Dan wanita itu menolongnya dan akhirnya diantara mereka tumbuh rasa cinta, dan Henry meminta izin pada ibu panti yang merawat Maira untuk membawa wanita itu pulang ke Italia.


Iya ibu panti, karena Maira adalah yatim piatu sama seperti Henry. Bedanya Maira tidak tau siapa orangtuanya dan Henry melihat sendiri orangtuanya tewas didepan matanya.


Henry tersadar dari lamunannya saat suara telepon berdering pertanda ada telepon masuk.


Henry segera mengangkat telepon tersebut.


“Hallo,” jawab Henry.


“....”


“Baiklah, aku kesana sekarang!” setelah itu Henry menutup teleponnya. Ia berjalan menghampiri Aira yang menggambar diatas meja.


“Aira, ayah pergi ke kantor dulu ya,” ucap Henry dengan lembut pada anaknya itu.


“Iya ayah!” ucap Aira. Henry mencium puncak kepala Aira setelah itu berlalu dari sana dan menemui maid yang berada di dapur untuk menjaga Aira. Para maid segera menganggukkan kepalanya setelah mendapat perintah seperti itu dari Henry.


Henry berjalan keluar menuju mobilnya, hari ini dia ada rapat untuk perebutan tender pembangunan Mall di Italia. Dan yang menelepon tadi adalah sekretarisnya.


★‡★


Henry mengernyit saat melihat Lucky bersama dengan pria yang istrinya ia anggap sebagai istrinya sendiri.


“Kenapa dia ada disini?” tanya Henry pada dirinya sendiri. Tapi ketika melihat pakaian serba rapi dari Antonio Henry menjadi paham.


“Dia bodyguard Lucky?” tanya Henry pada dirinya sendiri lagi.


★‡★


Henry pulang dengan perasaan dongkol, karena perusahaannya kalah tender, dan proyek tersebut didapatkan oleh Lucky.


Henry merasa kesal, ia marah karena tidak bisa mendapatkan proyek tersebut.


“Harusnya aku yang mendapatkan proyek itu, bukan dia!” ucap Henry geram.


★‡★


Keesokan harinya.


“Maafkan aku Maira!” ucap Henry dalam hatinya. “Maafkan aku yang sudah menghianatimu!” sambung Henry lagi bermonolog dengan dirinya sendiri.


Henry terus mengikuti Lie dan Justin hingga akhirnya ia sampai didepan Lie dan dengan cepat keluar dari dalam mobil dan menyekap mulut wanita itu dan membawa Lie dan juga Justin untuk masuk kedalam mobilnya.


“Hey, apa yang kau lakukan?” Lie berteriak didalam mobil begitu juga dengan Justin. Keduanya terlihat sangat ketakutan.


“Kenapa kau menculik kami?” tanya Lie ketakutan. Sedangkan Henry hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Lie membuat wanita itu menjadi takut.


Lie sangat berharap saat ini Antonio dapat mendengar kata batinnya. Tapi hal itu mustahil akan terjadi.


Henry mengemudikan mobilnya dengan cepat mendahului mobil-mobil yang ada didepannya, hingga saat Henry melewati mobil Antonio tak sengaja lelaki tersebut melihat seperti bayangan Lie didalam mobil itu, di tambah lagi mobil tersebut sama dengan mobil lelaki yang waktu itu menculik putranya.


“Apa aku salah lihat?” tanya Antonio pada dirinya sendiri.


“Salah lihat apa?” tanya Jhon yang duduk disampingnya. Rencananya mereka akan pergi kerumah Jhon karena ada sesuatu yang penting disana.


“Aku seperti melihat bayangan Lie pada mobil didepan itu!” ucap Antonio agak tak yakin saat mengatakannya.


“Kalau begitu kita ikuti saja mobil itu!” ucap Jhon yang cepat diangguki oleh Antonio.


Antonio mengemudikan mobilnya yang dibawanya dengan sangat cepat untuk mengejar mobil Henry yang sudah terlebih dahulu ada didepan.


Henry melihat bahwa ada sebuah mobil yang mengikutinya hingga membuat lelaki tersebut berdecak.


“Siapa yang berani mengejar ku?” tanya Henry geram dan Lie mendengarnya. Lie dan Justin menatap kebelakang.


“Ibu, itu ayah!” ucap Justin bahagia, sedangkan Henry tersenyum Devils mendengar perkataan Justin.


“Ayo kita bermain kawan!” Henry semakin menambah laju mobilnya menuju kesebuah gudang usang bekas pabrik.


Kedua mobil itu secara beriringan berhenti disana. Henry turun dari dalam mobil meninggalkan Lie didalamnya, sedangkan Jhon dan juga Antonio juga ikut turun dari dalam mobil mereka.


“Lepaskan istriku dan anakku bajin*an!” ucap Antonio menatap Henry sangat-sangat marah.


“Istrimu? Hey, dia itu calon istriku! Aku akan segera menikahinya!” Henry berkata dengan seenaknya membuat Antonio sangat geram.


“Jaga bicaramu Tuan!” ucap Antonio menekankan kata-katanya.


“Apa maksud ucapanmu? Sudah jelas-jelas dia sudah mempunyai suami, kau mengatakan hal yang sangat tidak masuk akal Tuan Hill!” ucap Jhon menambahkan.


“Tentu saja, aku akan menikahi dia setelah kau mati!” ucap Henry menatap pada Antonio.


“Tuan, apa kau tidak pernah berfikir? Istrimu baru saja meninggal sebulan yang lalu, dan kini kau menculik aku dan anakku. Apa tujuanmu sebenarnya?” tanya Lie dari dalam mobil. Sedangkan Justin tertidur karena kelelahan sehingga tidak mendengar apa yang mereka ucapkan.


“Aku jatuh cinta padamu!” ucap Henry singkat padat dan jelas membuat mereka bertiga yang ada disana melototkan matanya kaget.


“Jatuh cinta? Kau sudah gila tuan!” ucap Lie menggelengkan kepalanya.


“Jaga ucapanmu! Apa-apaan kau ini, jatuh cinta pada istriku!” ucap Antonio menjawab dengan geram.


“Aih, kenapa aku yang jadi pusing memikirkannya?” tanya Jhon yang sedari tadi hanya diam. “Sungguh tidak masuk diakal!” sambung Jhon lagi.


“Iya, memang tidak masuk akal! tapi itu kenyataannya!” jawab Henry.


.


.


.


.


Pusing ya mikirin nya? Sama Author juga pusing jadinya 🥺 Jadi kalo gitu Like, Komentar, dan juga Vote nya ya readers 🤭


Salam sayang dari Mylihu 💋 Author amatiran 💋