My Devils Husband

My Devils Husband
24. Jatuh cinta berkali-kali



Max berjalan keluar diikuti David sedangkan Thomas membawa Jhon untuk diobati. Walaupun Jhon berkhianat padanya tapi Max juga bersyukur karena berkat lelaki itu ia bisa bertemu dengan Stef, cinta pertamanya yang dulunya menghilang tanpa kabar. Yah meskipun Stef tidak tahu apapun tentang perasaannya dulu karena masih terlalu kecil tapi tetap saja Max merasa kehilangan.


"Dimana kalian menemukannya?" tanya Max setelah duduk di kursi yang tersedia disana dengan David yang ikut duduk disampingnya.


"Di salah satu bar yang ada di Napoli, saat dia sedang mabuk," ucap David menjelaskan.


"Apa ada seseorang yang ikut bersamanya?" tanya Max penasaran. Karena jika dilihat pasti orang itu sangat dihormati oleh Jhon hingga membuat pria itu rela babak belur hanya untuk menutupi identitas orang yang selama ini melindunginya.


"Tidak!" jawab David membuat Max menghela nafas.


"Nicko!" panggil Max pada salah satu lelaki yang ada disana yang menjadi anggota Black Devils.


"Ya bos?" jawab Nicko cepat lalu mendekat kepada Max.


"Ini menjadi tugasmu,bawa anggotamu untuk menyelidiki pria itu, aku ingin tahu ini secepatnya!" titah Max pada pemuda yang baru berusia dua puluh lima tahun itu.


"Baik." jawab Nicko sigap mengiyakan perintah Max.


Max berdiri berjalan keluar yang diikuti oleh David di belakang.


"Kenapa Max?" tanya David pada Max yang berhenti tiba tiba didepannya.


"Aku ingin kau menyelidiki Justin, karena dia tinggal digedung apartemen yang sama dengan Stef. Selidiki motif lelaki itu hingga mangikuti Stef kemari. Karena aku yakin dia ada maksud tersembunyi pada Stef!"


"Baiklah, aku juga akan menyuruh salah satu anggota kita untuk mengawasinya," jawab David mengiyakan.


"Bagus!"


"Apa kita perlu membawa Stef pindah dari sana?" tanya David yang membuat Max berfikir sebentar.


"Tidak perlu!" jawab Max yang membuat David mengernyit.


"Kenapa?"


"Aku ingin melihat permainan apa yang dibuat lelaki itu!"


***


Setelah pulang dari kantor Alexander Corp untuk megecek laporan yang dikirim sekretarisnya Max langsung menuju ke apartemen tempat Stef tinggal. Berjalan keluar dari lift Max menekan sandi pintu apartemen yang belum diganti oleh Stef.


Berjalan masuk Max melihat Stef keluar dari kamar ibunya. Sedangkan Stef yang melihat Max datang langsung menghampiri lelaki itu.


"Ada apa?" tanya Stef langsung.


"Apa cuci darah ibumu lancar?" tanya Max duduk disofa yang ada disana.


"Ya sangat lancar," jawab Stef tersenyum cerah menatap Max dengan binar bahagia yang membuat Max juga ikut tersenyum.


"Apa ada lagi yang ingin kau katakan?" tanya Stef.


"Tidak! Kenapa?" tanya Max.


"Aku ingin kedapur membuatkanmu minum," jawab Stef lalu bangkit yang diikuti oleh Max dari belakang.


Tiba didapur Stef membuka lemari es dan mengambil buah jeruk yang ada disana untuk dijadikan sebagai jus jeruk sebagai minuman kesukaan Max.


"Apa saja yang kau lakukan dari pagi?" tanya Stef menatap Max yang berdiri menyandar di lemari Es memperhatikan Stef yang sedang mengupas jeruk tersebut.


"Banyak sekali," jawab Max singkat.


"Ya apa?" tanya Stef jengkel.


"Apa aku harus menjelaskan semuanya padamu?" tanya Max menggoda.


"Tentu saja!" jawab Stef singkat sembari memblender jeruk yang ditambah gula dan juga es itu.


"Pagi sekali aku bangun lalu mandi setelah itu berpakaian lalu sarapan setelah itu...." penjelasan Max membuat Stef jengkel yang langsung dipotong oleh Stef dengan nada kesal.


"Sudahlah, kau ini benar benar menyebalkan!" ucap Stef jengah lalu menuangkan jus yang sudah jadi itu kedalam gelas dan memberikan pada Max.


Sebenarnya Max sengaja mengatakan hal seperti itu agar Stef tidak tahu bahwa tadi dia menemui Jhon. Ia ingin tahu terlebih dahulu apa motif pria itu, baru setelah ia mengetahuinya Max akan memberi tahu Stef.


Berjalan mengikuti Stef yang sudah terlebih dahulu pergi ke ruang tamu, Max tersenyum melihat Stef yang cemberut kesal padanya.


"Jangan kau perlihatkan wajah seperti itu padaku!" ucap Max tersenyum gemas, membuat Stef menatapnya tajam.


"Kenapa?" tanya Stef singkat membuat Max tidak tahan untuk menghujani gadisnya itu dengan ciuman.


"Karena setiap kali aku melihatmu aku jatuh cinta berkali kali bagaimanapun kamu!"


.


.


.


.


TBC.


Love❤❤❤EgaSri