My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
95.



Grace melakukan pekerjaannya dengan baik, meskipun dirinya tidak pernah bekerja sebagai pelayan seperti ini namun ia bisa melakukannya secara profesional.


Hari ini pengunjung Kafe lumayan banyak, orang yang berdatangan pun silih berganti. Grace yang memang belum pernah melakukan pekerjaan seperti ini terasa sangat kewalahan, terlihat jelas peluh keringat yang membasahi dahinya.


Namun meski begitu, ia tidak pernah mengeluh. Justru Grace sangat menikmatinya.


Disisi lain Daffin dan Angel baru saja memasuki Kafe tempat Grace bekerja. Keduanya menoleh kesana kemari mencari meja kosong untuk mereka tempati.


" Disebelah sana aja." tunjuk Angel pada meja di sudut ruangan sebelah kaca lalu ia menarik tangan Daffin.


" Kamu pesen dulu ya, aku mau ke toilet sebentar." ucap Angel diangguki Daffin.


Angel berjalan menuju toilet dan tanpa sengaja ia bertabrakan dengan seorang pelayan Kafe yang tak lain adalah Grace. Minuman yang Grace bawa tidak sengaja menumpahi baju Angel hingga meninggalkan sedikit noda pada bajunya.


" Kamu bisa becus bekerja gak sih?" bentak Angel pada Grace namun beruntung Angel tidak mengenali penampilan Grace.


Angel... gumam Grace.


Ditengah keterkejutannya, ia sebisa mungkin menetralkan ekspresinya dan bersikap biasa saja.


" Saya mohon maaf mbak, saya benar benar tidak sengaja." ucap Grace tanpa menatap wajah Angel.


" Gampang banget lo bilang maaf. Lo gak tau berapa harga baju gue ini? gaji lo sebulan disini aja gak mampu buat beli baju mahal kayak gini tau gak?" ucap Angel dengan nada tinggi.


Banyak pengunjung Kafe yang menoleh padanya dan tak sedikit pula menilai angel terlalu lebay dalam memarahi pelayan itu.


" Saya bener bener tidak sengaja mbak, saya mohon maaf. Saya--"


" Ada apa ini?" Sahut Daffin menghampiri Angel dan Grace.


Deeeggghh..


Suara itu.. batin Grace.


Grace mengenal betul suara laki laki di hadapannya ini, namun dirinya tidak berani mendongkakan kepalanya.


" Dia menabrakku dan menumpahkan minumannya di bajuku." ucap Angel dengan manjanya.


" Saya tidak sengaja tuan." ucap Grace akhirnya mendongakkan kepalanya menatap Daffin.


Deeeggghh


Jantung Daffin berdetak lebih cepat dari biasanya saat melihat sorot mata pelayan di depannya ini.


Matanya, hidungnya, bibirnya, bahkan suaranya adalah milik seseorang yang selama ini ia cari dan ia rindukan.


" D-dia tidak sengaja, sebaiknya kamu segera ke toilet." ucap Daffin namun matanya tidak lepas dari pelayan di depannya ini.


" Tapi Daf--"


" Pergi atau saya tinggal." ucap Daffin membuat Angel memberenggut.


" Awas lo." ucap Angel sambil menunjuk muka Grace lalu meneruskan langkahnya menuju toilet.


" Maaf tuan tadi saya benar--"


" Graciella kamu kemana saja selama ini?" Daffin memeluk erat tubuh Grace membuat Grace memberontak.


" Maaf tuan saya bukan Graciella, saya Sesilia." Grace memberontak dalam dekapan Daffin.


Namun tidak di pungkiri jika hatinya mengahangat saat mendapat pelukan yang selama ini ia rindukan.


" Tidak kamu Grace, kamu adalah Grace kekasih saya yang selama ini hilang." Daffin semakin mengeratkan pelukannya dan Grace semakin memberontak.


" Tuan lepaskan saya, saya Sesilia bukan Grace yang anda maksud." ucap Grace yang akhirnya bisa terlepas dari dekapan Daffin.


Banyak pengunjung yang menatap mereka dengan tatapan bingung namun Daffin hanya acuh.


" Maaf tuan anda salah orang, saya Sesilia buka Grace seperti yang anda maksud." Ucap Grace lalu pergi meninggalkan Daffin.


" Aku menemukanmu sayang, meskipun kamu berganti nama menjadi Sesilia, namun wajah, postur tubuh dan suaramu tidak bisa membohongiku jika kamu adalah Graciella Kekasihku." gumam Daffin.


Lalu Daffin memilih kembali ke mejanya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya.


" Maaf lama, aku bersihin baju aku dulu." ucap Angel yang baru kembali dari toilet.


" Hmm." balas Daffin dengan senyum yang tak pernah luntur.


Angel yang melihat senyum Daffin mengira jika Daffin sudah berubah sikap padanya.


Disisi lain Grace sedang berada di dalam toilet. Ia sedang terduduk diatas closet dengan air mata yang membasahi pipinya.


Ia sungguh tidak menyangka jika akan bertemu Daffin Kekasihnya disini, dan lebih terharunya lagi jika Daffin mengenalinya meskipun dirinya sudah menyamar sedemikian rupa.


" Aku kangen sama kamu Mas." guman Grace dengan isak kecilnya.


" Maafin aku yang berpura pura tidak mengenalmu, Aku hanya belum siap untuk muncul kembali pada kalian semua. Aku harus menemukan bukti dulu untuk kasus kecelakaan ku waktu itu."Grace semakin terisak, dadanya semakin sesak. Ia tidak menyangka pertemuannya dengan Daffin yang tanpa disengaja ini membuatnya semakin Dilema.


Namun tidak di pungkiri juga jika ia sedikit sakit hati saat melihat Daffin datang kesini dengan Angel.


Dalam hatinya bertanya tanya apakah Daffin kembali dengan wanita itu?


tookk...tookk.


" Sesilia, apa kamu didalam?" teriak salah satu teman Grace.


" I-iya. sebentar." Grace membasuh wajahnya lalu membuka pintu kamar mandi.


" Maaf aku lama, tadi perutku tiba tiba mulas." ucap Sesil sedikit menunduk. ia tidak ingin rekan kerjanya ini melihatnya jika habis menangis.


" Tidak apa apa, bisakah kamu mengantar makanan ini ke meja sebelah sana?" ucap Nella rekan kerja Sesil.


Sesil mengikuti arah tunjuk temannya itu dan ternyata meja yang Daffin dan Angel tempati.


" Untuk meja itu bisakah kamu mengantarnya sendiri?" Grace berbicara dengan hati hati. Bukan maksudnya menolak, tapi ia belum siap untuk berhadapan dengan Daffin.


" Baiklah, kalau begitu kamu antar minuman ini untuk meja sebelah sana." ucap Nella diangguki Sesil.


*


" Kamu pulang saja dulu, aku habis ini ada urusan." ucap Daffin kembali dengan nada dan raut wajah datarnya.


" Kemana?"


" Perlukah kamu tau? Aku harus bertemu klien ku hari ini." ucap Daffin berbohong.


" Oke oke baiklah." Angel menghabiskan minumannya setelah itu pamit untuk pergi.


" Aku pulang dulu ya."


" hm."


Angel mendengus lalu pergi meninggalkan Daffin sendirian.


.


.


.


.


.


Nih yang minta Grace dan Daffin bertemu.😂