My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
71.



Grace memggeliatkan tubuhnya saat sinar matahari masuk melalui celah jendela kacanya.


Sepertinya gadis itu enggan bangun meski matahari mulai beranjak naik. Padahal pukul 09.00 nanti ia harus kuliah karena ada kelas Kekasihnya yang tak lain adalah Daffin.


Zay masuk kedalam kamar Grace dan melihatnya masih terbungkus dengan selimut.


Zay menyibakkan tirai jendela dan seketika sinar matahari masuk sempurna kedalam kamar Grace.


" Tutup Woeyy.. silau nih." gerutu Grace yang malah semakin menutupi seluruh tubuhnya.


" Bangun Grace udah siang. Lu gak kuliah apa?" ucap Zay yang ikut membanting tubuhnya di samping Grace.


" Baru jam berapa sih Zay, gue masih ngantuk banget tau. Semalam gue bergadang ngerjain tugas." gumam Grace dibalik selimut.


" Ini udah jam 8. Lagian siapa suruh ngerjain tugas malem malem." ucap Zay. Grace menyibakkan selimutnya saat Zay berkata sudah jam 8. itu artinya ia hanya punya waktu satu jam untuk bersiap siap dan pergi ke kampus.


" Lu ngapa gak bangunin gue dari tadi? kan lu tau sendiri gue ada kelas jam 9. Ah Kampret lu." ucap Grace lalu lompat dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi.


" Dasar Lu nya aja yang kebo kalau tidur." sahut Zay.


Ia turun dari ranjang lalu berjalan keluar.


Zay menuruni tangga dan menghampiri Vero yang sedang bermain game di ruang tengah.


" Tuh anak udag bangun?" tanya Vero tanpa menatap Zay yang duduk di sebelahnya.


" Udah."


" Kita gak ada mata kuliah hari ini, enaknya kemana? masa dirumah doang." ucap Vero yang tetap fokus pada gamenya.


" Ikut gue ke markas Black rose." ucap Zay membuat Vero menoleh padanya.


" Ngapain?" tanya Vero dengan kening berkerut.


" Latihan. Gue udah lama gak latihan bela diri." ucap Zay. Vero nampak menimang ajakan Zay, ia berpikir sebentar setelah itu mengangguk.


" Ayo lah, gue siap siap dulu setelah itu kita berangkat." ucap Vero diangguki Zay.


**


Grace mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi, lima belas menit lagi kelas Dafffin akan dimulai namun dirinya masih berada di jalan.


Banyak pengendara yang mengumpatinya karena cara dia berkendara terlihat ugal ugalan. Namun bukan Grace kalau tidak menghiraukannya, yang ia inginkan segera sampai di kampus sebelum kelas Daffin di mulai.


Mobil Grace memasuki area kampus, setelah memarkirkan mobilnya ia keluar dan berlari menuju kelasnya.


Namun sayang kendala lagi lagi terjadi. Saat ia berlari ia menabrak seseorang hingga membuat keduanya terjatuh.


" Sorry gue gak sengaja." ucap Grace sambil menunduk mengambil bukunya yang berjatuhan.


" Makanya jalan, gak usah lari lari. Kalau mau lari di lapangan aja sana." ucap Orang itu dengan nada datarnya.


Grace mendongakkan wajahnya karena mendengar suara orang itu sangat familiar di telinganya.


Ia terkejut saat melihat wajah orang di depannya ini yang ternyata sangat di kenalinya.


" ADEM PANAAAS. LU KAPAN BALIK KE INDONESIA?" ucap Grace yang lansung memeluk tubuh orang itu yang tak lain adalah Adam anak dari Ica dan aldo.


Banyak yang melihat sikap Grace dengan laki laki yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya, tak terkecuali Daffin. Ia melihat jelas bagaimana Grace memeluk laki laki yang tidak ia kenali.


Matanya menatap nyalang ke arah grace dan Adam setelah itu melanjutkan langkahnya menuju kelas dengan raut wajah yang dingin.


" Nama gue adam.. adam bukan adem panas." ucap Adam memberenggut namun tetap membalas pelukan Grace dengan erat. ia teramat tindu dengan gadis yang menjadi teman berantemnya dulu.


" Bodoh amat, lu kapan balik ke indo? kenapa gak ngabarin gue?" tanya grace setelah melepas pelukannya.


" Kalau gak kontak ilang ya ponsel ilang. Gak sekalian otak lu yang hilang." kesal Grace menatapnya sinis.


" Gak bisa mikir dong gue." sahut Adam dengan tertawa kecil.


" Emang lu dari dulu bisa mikir? otak lu kan cuma setengah." sahut Grace yang justru tertawa keras.


" Sialan nih anak, lu kalau ketemu gue bawaannya ngajak berantem mulu ya, nyesel gue minta mama papa buat pindah kesini." Adam menatap Grace dengan jengah.


" Lu pindah kesini?" tanya Grace dengan mata membulat.


" Hm."


" Eehh... aduh gue masuk kelas dulu soalnya dah telat, nanti gue samperin lu ke markas. Kita lanjut disana OKE." ucap Grace laku berlari meninggalkan Adam.


Adam geleng geleng kepala melihat tingakah Grace yang dari dulu tidak berubah. Kemudian ia melanjutkan langkanya pulang setelah mendaftarkan diri di universitas yang sama dengan Grace.


**


Grace membuka pelan pintu kelasnya dan ia melihat Daffin sudah menerangkan materi di papan tulis.


" Mampus gue." gerutu Grace dalam hati.


" Maaf pak saya terlambat." ucap Grace sedikit menundukkan kepalanya.


" Kenapa telat?" tanya Daffin dengan suara datar. Grace mendongakkan wajahnya menatap Daffin, tidak biasanya Daffin berbicara dengan nada seperti itu biarpun dirinya telat.


" Anu pak--".


" Keluar kamu, tidak usah ikut dalam kelas saya." ucap daffin membuat Grace membulatkan matanya.


" Pak saya baru telat 3 menit loh pak, masa gak boleh ikut kelas bapak sih?." protes Grace menatap Daffin dengan raut wajah seolah bertanya kenapa?


Kenapa tidak boleh masuk? padahal kemarin kemarin telat 5-10 menit pun masih boleh masuk. Kenapa sekarang tidak?.


" Tidak ada bantahan, kamu keluar sekarang." ucap Daffin sambil menunjuk arah pintu.


Grace mendengus kesal lalu keluar dengan membanting pintu itu dengan keras.


Naya dan Grizelle saling pandang, apakah kedua orang itu sedang ada masalah? kenapa Wajah daffin terlihat sangat marah pada grace?.


Daffin menarik napasnya dalam kemudian melanjutkan kembali pelajarannya.


**


Grace menghentak hentakkan kakinya dengan kesal, ia tidak menyangka akan di perlakukan oleh kekasihnya sendiri seperti ini.


" kenapa sih dengan dia? gak ada angin gak ada hujan tiba tiba dingin gitu ma gue?" gerutu Grace dengan kesal.


" Sia sia gue bergadang ngerjain tugas kalau ujung ujungnya ga bisa dikumpulin sekarang."


" Aarrgghh.. awas aja kalau nanti dia hubungin gue, gak bakal gue respon. Lihat aja." gumam Grace lalu melangkahkan kakinya menuju parkiran.


.


.


.


.


.