
Daffin kembali ke taman belakang namun sudah tidak menemukan Grace disana, ia lantas pergi ke kamarnya dan menemukan Grace yang tengah mengemasi beberapa pakain kedalam koper.
" Ngapain?" Daffin memeluk tubuh Grace dari belakang membuat wanita itu tersentak kaget.
" Iisshh, kamu ngagetin aja sih." Grace memutar tubuhnya menghadap suami.
" Prepare buat honeymoon besok." lanjutnya sambil mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Daffin pun dengan senang hati meraih pinggang Grace dan merapatkan tubuh mereka.
" Emang udah siap?" tanya Daffin namun matanya tetap fokus pada bibir Grace yang selalu menggodanya.
" Kalau aku gak siap ngapain aku ngemasin barang barang kita sekarang." Grace mencebikkan bibirnya membuat Daffin gemas dan langsung mengecup bibir itu sekilas.
" Yaudah kamu lanjutin aja, aku mau tiduran sebentar." ucap Daffin yang langsung berjalan menuju ranjang dan merebahkan tubuhnya. Namun dimata Grace Daffin begitu menyebalkan.
Tidur? gak ada niat sedikitpun untuk bantu Grace berkemas gitu? Grace mendengus pasrah. Ia memilih meneruskan kegiatannya setelah itu, ia akan beristirahat.
_____
Grace menatap lekat wajah damai suaminya yang masih tengah tertidur. Ini masih pukul 05.00 pagi, langitpun masih gelap dan Grace sudah terbangun. Ahh mungkin lebih tepatnya dirinya belum tidur sejak semalam. Ia masih memikirkan tentang rencana apa saja yang akan ia lakukan saat honeymoon nanti. Jujur saja ia bingung apa saja yang dilakukan saat orang orang sedang honeymoon. Ia bahkan mengetikkan sesuatu di lama pencarian tentang apa saja yang orang lakukan saat honeymoon.
Grace mengangkat tangannya dan memainkannya pada wajah Daffin. Jari telunjuknya ia geser kesana kesini dan terakhir berhenti tepat pada bulu mata suaminya. Ia mengernyit saat sadar jika Daffin memiliki bulu mata yang cukup lentik, bahkan bulu mata milik Grace saja tidak selentik itu. Hampir saja ia berpikir jika bulu mata suaminya adalah palsu, ia bahkan sedikit menarik bulu mata itu hingga membuat Daffin mulai membuka mata karena Grace mengusiknya.
" Kamu ngapain?" Daffin mencekal tangan istrinya lalu menciumnya.
" Ehh? udah bangun ya." Grace tersenyum tanpa dosa. Ia bahkan tidak merasa bersalah karena mengganggu tidur suaminya.
" Kamu ngapain tadi?" Daffin mengulangi pertanyaannya.
" Cuma penasaran sama bulu mata kamu." jawab Grace lalu mengubah posisi tidurnya jadi duduk.
" Mata kamu?" Daffin melihat mata grace yang seperti mata panda, apa jangan jangan?
" Aku belum tidur sama sekali." sahut Grace mengiyakan apa yang ada dipikiran suaminya.
Haaaaaaah
Daffin menghela napasnya kasar, jam masih menunjukkan pukul 05.10 menit. Ia mendudukkan tubuhnya di samping Grace, tidak usah bertanya kenapa Grace tidak tidur semalaman karena dirinya sudah pasti tau jawabannya.
" Kita tunda aja kalau kamu belum siap, aku gak ingin saat kita udah disana kamu merengek minta pulang." Daffin menarik Grace kedalam pelukannya.
" Eh jangan." Grace menarik dirinya dan menatap Daffin dengan wajah bersalah.
" Kenapa? aku tau kamu masih ragu untuk pergi honeymoon, dan kamu masih takut untuk aku apa apain." ucap Daffin membuat Grace semakin menundukkan kepalanya.
" Bukan gitu maksud aku mas." Grace benar benar merasa bersalah pada suaminya. Apa yang di ucapkan suaminya adalah benar.
" Biar mas yang ngomong sama mama, papa kalau kita tidak jadi pergi." ucap Daffin, ia menyibakkan selimut dan hendak turun dari ranjang.
" Mas jangan." Grace memeluk tubuh suaminya dari belakang. Daffin mengusap wajahnya kasar, sebenarnya apa sih maunya Grace. Ia sudah memaklumi posisi Grace sekarang.
" Kita pergi hari ini." pungkas Grace sebelum Daffin benar benar bicara dengan kedua orang tuanya.
Daffin menghembuskan nafasnya perlahan dan melepaskan tangan Grace dari pelukannya. Ia kembali naik ke atas ranjang dan memeluk tubuh istrinya.
" Aku benar benar gak maksa kamu, kalau kamu masih ragu untuk pergi, kita tunda saja. Aku gak mau membuat honeymoon kita nanti terkesan memaksa."
" Enggak mas, aku gapapa kok. Kita berangkat hari ini ya?" Grace mendongakkan kepalanya menatap Daffin dengan tatapan penuh cinta. Daffin mengangguk lalu mengecup bibir istrinya sekilas.
" Sekarang kamu tidur dulu, aku tau kamu sangat mengantuk." ucap Daffin diangguki Grace.
Daffin merebahkan kembali tubuhnya dan juga Grace lalu menarik Grace kedalam pelukannya dan mereka lun memutuskan tidur kembali.
_____
" Gila sih, nih pasutri baru mau honeymoon tapi gayanya kek mau ngemall aja." ucap Devano.
" Style lu kek gini malah kelihatan seumuran kita bang." sahut Vero saat menilai penampilan Daffin.
" Usia gue memang diatas kalian tapi wajah sama postur tubuh gue bisalah dibilang begitu." jawab Daffin membuat Vero mengerlingkan matanya.
" Nyesel gue muji dia." gumam Vero samar samar.
" Kalian udah siap?" tanya Luna di angguki keduanya.
" Udah ma, kita udah siap. tinggal berangkat aja." jawab Grace.
" Kita nggak bisa nganterin kalian ke bandara. Tapi papa pesen kalian hati hati disana. Langsung telpon papa kalau terjadi sesuatu." ucap Reyhan sambil memeluk tubuh Grace.
" Iya pa, tapi papa gak ngirim anak buah papa buat jagain Grace dan mas Daffin kan?" Grace memincingkan matanya menatap sang papa. Grace tau jika papanya tidak akan membiarkan mereka pergi berdua saja, pasti akan ada anak buahnya yang mengawasi dari jauh.
" Masalah itu papa tidak melakukannya, gak tau kalau mama kamu." jawab Reyhan sedikit gugup.
" Maa?" Grace beralih menatap Luna yang terlihat salah tingkah.
" Mereka akan mengawasi kamu dari jauh. mama gak ingin kejadian yang menimpa kamu waktu itu terulang lagi." jawab Luna mengaku.
" Mama gak percaya sama suami Grace?" Grace terlihat tidak suka dengan rencana mamanya. Ia hanya khawatir Daffin tidak menyukai rencana itu.
" Demi kebaikan kita sayang, biarkan anak buah mama mengawasi kita." sahut Daffin membuat Grace menoleh padanya.
" Kamu setuju?" tanya Grace diangguki Daffin. Toh mereka akan lebih sering kegiatan di dalam dari pada di luar.
" Yaudah kalau gitu." Grace mengalah. Percuma kalau di teruskan berdebat dengan mamanya, pasti unung ujungnya dia yang akan mengalah.
" Kak, jangan lupa oleh olehnya ya?" sahut Devan dengan manja.
" Iya, nanti gue bawain batu akik buat lo." jawab Grace membuat Devan mendengus sebal.
" Gak sekalian lu bawain batu ginjal buat gue."
" Ide yang bagus."
" Kutu kupret lu ah." Dengus Devan pada Grace.
" Sebaiknya kalian segera berangkat, supir sudah menunggu kalian dari tadi." sahut Luna.
Keduanya pun akhirnya berpamitan dengan satu persatu keluarganya. Jika disuruh memilih, ingin sekali Grace mengajak sekeluarganya untuk pergi honeymoon. Namun jika dipikir sekali lagi bukankah itu namanya liburan keluarga? terus arti honeymoon nya dimana?
Keduanya pun akhirnya pergi dengan diantar oleh supir pribadi keluarga menuju bandara.
.
.
.
.
Kalau nanti banyak konflik maaf ya.
Jangan lupa like dan komennya. 🤗