
Pagi hari matahari masuh malu malu menampakkan cahayanya namun tidak membuat gadis yang baru saja mendapat ingatannya kembali itu masih tertidur.
Justru gadis itu sedang bersandar pada headboard ranjang sambil bermain ponsel, padahal ia baru tidur 2-3 saja.
Sedangkan Grace yang ada di sebelahnya masih terlelap dengan selimut tebal membalut tubuhnya hingga leher.
Satu notifikasi pesan masuk kedalam ponselnya yang ternyata dari Zay.
Zay : Sayang udah bangun?.
Kiran : udah dari tadi.
Baru saja Kiran meletakkan ponselnya, pintu kamar Grace terbuka dan munculah Zay yang masih berbalut baju tidurnya. Kiran tersenyum saat Melihat wajah Zay yang seperti masih mengantuk.
Zay berjalan mendekati Kiran lalu duduk di tepi ranjang samping kiran.
" Kamu gak tidur?" tanya Zay saat melihat mata bawah kiran sedikit menghitam.
" Tidur cuma 2 atau 3 jam'an lah." jawab Kiran.
" Kenapa? susah tidur di tempat baru?" sahut Zay di balas anggukan oleh Kiran.
" Aku mau jalan jalan di halaman belakang, kamu bisa menggendongku?" tanya Kiran sambil memiringkan kepalanya menatap Zay yang justru terlihat menggemaskan di mata Zay.
" Jangan bikin gemes nanti aku bawa ke kamar baru tau rasa kamu." ucap Zay yang langsung mendapat plototan tajam dari Kiran.
" Masih pagi pak, udah mesum aja tuh pikiran." jawab kiran mencebbikkan bibirnya.
" Apa kalian nggak bisa ngehargai gue yang masih tidur? biarpun gue merem tapi gue juga masih bisa denger suara kalian." sahut Grace dengan suara seraknya namun mata masih terpejam.
" Bangun lu.. tuh Daffin udah bangun dari tadi. kebluk banget jadi cewek." ucap Zay seketika membuat Grace membuka matanya dan bangun.
" Serius? sekarang dia dimana ?" tanya Grace sambil mengucek matanya.
" Olahraga di ruang Gym." jawab Zay.
Grace langsung mrnyibakkan selimutnya lalu turun dari ranjang, saat ia hendak menuju pintu kerah baju belakang grace di tarik oleh Zay dan membuatnya mendengus kesal.
" Lu apaan sih? gue mau nemuin calon suami gue nih." kesal Grace sambil melepaskan tangan Zay.
" Cuci muka dulu sana, jorok banget jadi cewek." cibir Zay membuat Grace memutar bola matanya malas.
" Tuh Kiran juga belum, tapi lu diem diem bae. Napa gue jadi lu yang protes? lagian gue mau laki gue lihat wajah gue yang masih belum kena air, tapi masih terlihat cantik paripurna." jawab Grace dengan pikiran konyolnya.
" Banyak alesan, cuci muka dulu." ucap Zay sambil mendorong bahu grace ke kamar mandi.
Grace mendengus kesal, namun bukan grace kalau menurut begitu saja. Ia langsung berputar arah dan berlari keluar kamar mengabaikan teriakan Zay.
" Anak itu." geram Zay melihat Grace yang lari ngibrit.
" Kamu sama Grace lucu banget tau gak." sahut Kiran yang dari tadi tertawa menyaksikan tingkah konyok kedua saudara kembar ini.
" Baru sehari kamu melihatnya, gimana kalau tiap hari? Aku pusing hadepin tingkah grace apalagi Devano. mereka membuatku harus menyimpan banyak stok kesabaran." jawab Zay. Mengingat gimana tingkah Grace dan Devan yang selalu adu mulut, saling jahil yang selalu ujungnya dia yang kena semprot oleh mama atau papanya karena hanya diam menyaksikan Grace dan Devan cekcok.
" Yasudah kamu bosa menggendongku tidak?" ucap Kiran. Zay mengacak rambut Kiran lalu menggendongnya keluar kamar dan turun kebawah menuju halaman belakang.
**
Ia melihat Daffin yang sedang berolahraga dengan bertelanjang dada. Wajah Grace memerah karena baru kali ini ia melihat tubuh atletis kekasihnya itu.
Grace memegangi dadanya yang tengah berdegub dengan kecang, ia juga dengan susah payah menelan salivanya saat melihat 6 kotak yang berada di oerut Daffin.
" Masuklah, ngapain berdiri disitu?" sahut Daffin, ia tau jika dari tadi Grace berdiri di pintu dan tengah menatapnya.
Dengan perasaan yang gugup grace melangkahkan kakinya menghampiri Daffin yang sedang melakukan Ball crunch.
" Kamu tau aja kalau aku berdiri di sana." ucap Grace yang sedang duduk di alat treadmill.
Daffin menyudahi olahraganya dan menatap Grace yang wajahnya sedang memerah.
" Baru bangun?" tanya Daffin diangguki Grace.
" Belum cuci muka?"
" Belum, bangun tidur aku langsung kesini karena kata Zay kamu disini." jawab Grace sambil memalingkan wajahnya.
" Aku udah biasa bangun tidur langsung olahraga, makanya aku nyempetin olahraga sebentar disini."
" Ayo keluar, kita mandi bareng." ucap Daffin membuat Grace membulatkan matanya.
" Jangan ngawur kamu." ucap Grace sambil matanya menatap tajam kearah Daffin.
" Pikiran kamu itu yang ngawur, orang maksud aku mandi bareng di kamar sendiri sendiri." sahut Daffin menarik tubuh Grace kedalam pelukannya.
" Kamu keringetan ih.. lepas." Grace memberontak dalam pelukan Daffin. Bukannya di lepas Daffin semakin mengeratkan pelukannya dan membuat Grace mendengus kesal.
Tidak kehabisan akal ia menggigit dada Daffin membuat Daffin kesakitan dan melepaskan pelukannya.
" Hueeekkk, pait." ucap Grace sambil mengusap bibirnya yang terkena keringat Daffin.
" Huasyem nih anak, nih lihat dada aku yang bekas kamu gigit." tunjuk Daffin pada bekas gigitan Grace yang lumayan dalam.
" sakit ya?" tanya Grace sambil mengusap bekas gigitannya.
" Jangan di terusin" ucap Daffin mencekal tangan Grace agar berhenti bermain di dadanya.
" Kenapa?" tanya Grace dengan wajah polosnya.
" Mending sekarang kita mandi, setelah itu turun ke bawah." ucap Daffin yang langsung pergi meninggalkan Grace begitu saja.
" Tuh orang kenapa sih? aneh banget?" gerutu Grace saat melihat Daffin pergi gitu aja ninggalin dia sendiri di ruang Gym.
Dengan wajah memberenggut Grace kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri.
.
.
.
.
Bahaya kalau di terusin 😂