My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
S3.5



Sudah seminggu Grace dan Daffin melakukan bulan madu. Tidak ada kendala ataupun masalah lainnya yang mereka hadapi. Hanya saja beberapa kali keduanya tengah diikuti oleh seseorang dengan menggunakan mobil yang sama saat sedang berada diluar, namun keduanya tidak menyadari itu.


Hari ini adalah hari terakhir keduanya berada di paris karena besok pagi mereka harus kembali ke indonesia. Grace mengajak suaminya membeli beberapa oleh oleh untuk keluarganya, terutama untuk Devano dan El yang selalu menghubunginya agar tidak lupa membeli oleh oleh untuk mereka. Grace selalu paham betul apa yang adiknya itu inginkan meskipun Devan tidak pernah mengatakan jika dirinya ingin barang yang dia mau.


" Udah cukup belum?" tanya Daffin sambil mengangkat kedua tangannya yang penuh dengan paperbag.


" Belum sih, aku mau beli beberapa choklat di toko yang tadi kita lewati. Tapi aku laper, jadi sebaiknya kita makan dulu." ucap Grace diangguki sang suami.


Keduanya pun berjalan mencari restouran yang terdekat karena perut mereka sudah sangat keroncongan.


Kini keduanya sudah berada di restouran dan tengah memesan makanan. Sembari menunggu makanan itu datang, tiba tiba seorang wanita dengan tubuh tinggi, putih dan pakaian yang lumayan kurang bahan menghampiri meja Daffin dan Grace.


" Daffin?" sapa wanita itu.


Daffin pun menoleh, dan mencoba mengingat siapa wanita di hadapannya ini.


" Amera?" ucap Daffin dan diangguki wanita yang bernama Amera itu.


Grace mengernyitkan keningnya, siapa wanita di hadapannya ini? Apa hubungan wanita ini dan suaminya? Grace mencoba untuk diam sejenak melihat seperti apa interaksi keduanya.


" Lama kita tidak bertemu. Kamu sedang apa disini?" Amera bertanya sembari menatap Grace yang sedang menunjukkan wajah dinginnya. Amera tidak memperdulikan tatapan Grace, ia kembali menatap Daffin dengan senyum yang menurutnya sangat manis.


" Iya sudah lama sekali kita tidak bertemu, dan aku disini sedang berbulan madu." jawab Daffin membuat wanita itu cukup terkejut.


Bulan madu? itu artinya wanita bersama Daffin adalah istrinya?. Amera menatap Grace dengan tatapan yang sulit diartikan. Mungkin wanita itu sesang membandingkan dirinya dan Grace.


Begitupun dengan Grace, wanita itu sedikit tersenyum dan mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan Amera.


" Graciella, istri mas Daffin." ucap Grace saat keduanya berjabat tangan.


" Amera." ucapnya sambil tersenyum canggung.


" Kamu sendiri sedang apa disini?" tanya Daffin saat Amera ikut duduk bersama keduanya.


" Aku sedang membantu papa buat ngurus proyek disini." jawab Amera.


" Benarkah? Proyek apa?"


" Pembangunan anak cabang perusahaan. Papa pengen aku sendiri yang mengelolanya." jawab Amera sedikit sombong.


" Oh ya, Aku tidak menyangka kalau kamu cepat sekali menikah, dan kenapa kamu tidak mengundangku untuk datang ke pernikahanmu?" Amera berucap dengan sedikit manja. Grace yang melihat tingkah wanita itu hanya menyunggingkan bibirnya.


" Aku memang tidak mengundang banyak tamu." jawab Daffin berbohong. Karena waktu itu Daffin memang tidak mengundang teman wanitanya, hanya teman laki laki dan koleganya saja. Dati sekian banyak tamu yang datang rata rata dari teman kedua orang tuanya.


" Lagian aku tidak tahu harus menghubungimu kemana." lanjutnya.


" Kalau begitu berikan nomor ponselmu, biar kita tidak lost contac lagi." ucap Amera membuat emosi Grace semakin tertahan. Tidakkah Amera sedikit menghargai dirinya sebagai istri Daffin? bisa bisanya dia meminta nomor suaminya di hadapannya sendiri.


" Kau bisa menyimpan nomorku. Kalau kau butuh dengan suamiku, kau bisa menghubungiku." sahut Grace dengan nada yang sangat dingin.


" Ah begitu ya? Baiklah." Amera menyerahkan ponselnya lalu Grace mengetikkan nomornya disana.


Daffin tersenyum tipis melihat sikap posesif istrinya. Ia paham betul jika Grace tengah cemburu saat ini. Biarlah, nanti ia akan jelaskan siapa sebenarnya Amera.


" Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Maaf kalau kedatanganku mengganggu waktu kalian." Ucap Amera.


" Baiklah, hati hati dijalan." ucap Daffin.


Amera pun menatap Daffin dengan senyum manisnya dan menatap Grace dengan wajah datar.


Grace yang menyadari itu tidak mau ambil pusing, dalam hati Grace berdoa semoga ini adalah kali pertama dan terakhir dirinya bertemu dengan wanita yang bernama Amera.


"Sayang." Daffin mencekal pergelangan tangan istrinya. Daffin tau betul jika Grace tengah merajuk padanya.


" Lepas." suara dingin Grace membuat Daffin sedikit takut, karena terakhir Grace bicara dingin padanya saat masalah dengan Angel dulu.


" Sayang aku mohon jangan marah, nanti aku jelaskan siapa Amera. Tapi sekarang kita makan dulu ya, katanya kamu tadi laper." bujuk Daffin namun Grace masih tetap dengan wajah dinginnya.


Suasana hati Grace sedang buruk saat ini, tapi entah kenapa yang di butuhkan dia saat ini adalah Zay. Karena Zay lah yang selalu menenangkannya disaat suasana hatinya sedang buruk.


" Aku udah gak laper, aku pengen balik ke hotel." ucap Grace. Ia mendengar helaan napas berat dari suaminya. Daffin mencoba untuk sabar menghadapi Grace yang tengah cemburu saat ini.


" Baiklah, kita bayar ini dulu ya." ucap Daffin


" Bayar aja, aku tunggu di mobil." ucap Grace lalu pergi meninggalkan Daffin. Daffin pun segera membayar makananya dan mengejar Grace.


Dimeja yang lumayan jauh dari mereka, seseorang menyaksikan pertengkaran Grace dan Daffin dengan tersenyum senang.


" Aku mencintainya dari dulu, tapi wanita sialan itu yang mendapatkannya." geramnya tertahan.


____


Gue butuh lo.


Satu pesan yang dikirim Grace pada Zay membuat laki laki itu mengeryitkan keningnya. Ada apa dengan Grace? apa ada masalah dengan bulan madunya? Zay yang saat itu baru saja menuntaskan kewajiban suami istri itu langsung membuka ponsel saat mendapat notifikasi dari Grace. Ia langsung menelpon Grace namun sodara kembarnya itu tak kunjung mengangkat ponselnya. Berulang kali ia mencoba menelpon Grace tapi tetap tidak diangkat. Ia langsung mencoba menelpon Daffin namun dan beruntung laki laki itu langsung mengangkatnya.


" Grace gapapa kan bang?" tanya Zay to the point.


" Grace gapapa? dia ada disamping gue." jawab Dafffin sambil melirik Grace yang tengah menghadap keluar jendela.


" Kalian berantem?"


" Hanya ada sedikit masalah."


" Suruh Grace membalas pesan gue."


" Hmm"


Sambungan telefon pun terputus, Daffin memeberi tau Grace agar membalas pesan Zay.


" Aku mohon sama kamu, jangan diamin aku kayak gini. Lagian aku gak ada hubungan apapun sama Amera." bujuk Daffin sedikit Frustasi. ini adalah hari terakhir mereka bulan madu, ia tidak ingin merusak suasana dengan masalah sepele seperti ini.


" Hmm." balas Grace bergumam.


" Sayang aku mohon."


" iya."


Daffin mendengus kesal lalu menambah kecepatan mobilnya, Grace terpekik kaget. ia melotot tajam pada suaminya.


" Mas, kamu pengen kita mati apa? turunin kecepatannya." teriak Grace namun tak dihiraukan oleh Daffin. Ia ingin agar segera sampai hotel dan menjelaskan semuanya pada Grace.


.


.


.


.


Baru bisa upload dan maaf kalau banyak typo." 🙏🏻