My Annoying Brothers

My Annoying Brothers
106.



Hari pertunangan..


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari yang di tunggu tunggu kini telah tiba. Grace tampil anggun dengan balutan kebaya modern berwarna biru pastel.


Kebaya bermaterial lace dengan detail payet mewah tersebut merupakan rancangan dari desainer ternama.


Kebaya modern ini dipadukan ia dengan songket bernuansa senada. Aksen motif pada bagian pinggir songket memberikan sentuhan yang manis dan elegan. Sapuan makeup natural soft dari  MUA terkenal dan tatanan rambut updo menyempurnakan penampilannya.


Grace benar benar terlihat cantik hari ini. Wajah yang biasanya tanpa polesan kini menjelma bak bidadari.


Kedua sahabat Grace, Naya dan Grizzele benar benar di buat kagum akan kecantikannya.


Yups, para sahabat Grace sudah di beri tau jika Grace masih hidup dan kini telah kembali ke keluarganya. Dan kabar itu benar benar membuat mereka kegirangan dan mengucap syukur.


" Gue gak nyangka lu bisa secantik ini Grace." ucap Naya. Melihat kecantikan luna yang tanpa polesan saja ia sudah kagum, apalagi dengan sapuan make up seperti ini. Bahkan Naya dan Grizzele hampir tidak mengenali wajah Grace karena wajahnya benar benar berubah.


" Iyaa, lu bahkan lebih cantik dari pada gue." sahut Grizzele dengan percaya dirinya.


" Shiitt!! Kalau itu udah dari dulu, bahkan Grace tanpa make up saja dia lebih cantik dari lu." ucap Naya dengan malas.


" Cantik lo?" Grizzele melirik sinis pada Naya dan Naya hanya memutar bola matanya malas.


" Emang gue cantik. Mau apa lo." tantang Naya dengan sedikit membusungkan dadanya.


" Yang cantik diem." celetuk Grace membuat keduanya langsung terdiam.


Keduanya sama sama saling pandang lalu membuang napasnya kasar. Ya begitulah jika Grace sudah bicara, tidak akan mereka bantah karena apa yang diucapkan memang benar.


Disela obrolan kecil mereka, pintu kamar Grace terbuka dan mendapati Luna yang dengan anggunnya berjalan menghampiri mereka.


Kecantikan Luna semakin terlihat meski usianya sudah tidak lagi muda, bahkan aura keibuan pada dirinya membawa vibes positif bagi siapapun yang melihatnya. Tak heran jika makin hari Reyhan semakin posesif terhadap istrinya.


" Putri mama cantik banget. Mama hampir aja gak ngenalin kamu." ucap Luna. Ia duduk di tepi kasur di samping Grace dan menatap putrinya yang terlihat semakin dewasa.


" Mama jauh lebih cantik. Di usia mama yang sekarang, mama terlihat semakin cantik dan sexy." jawab Grace sedikit menggoda mamanya.


" Kamu bisa aja." ucap Luna sedikit malu. Grace yang melihat wajah mamanya yang memerah hanya tertawa kecil.


" Ohya. kamu udah siap kan? Keluarga Daffin udah datang, sebaiknya kita cepat turun." ucap Luna membuat Grace semakin gugup.


" Grace gugup ma."


" Mama dulu pernah ada di posisi kamu, jadi mama tau apa yang kamu rasain saat ini. Sekarang kamu ikutin mama." ucap Luna diangguki Grace.


" Tarik napas yang dalam." ucap Luna dan Grace mengikutinya.


" Buang secara perlahan."


" Lakukan sampai kamu benar benar rilexs." ucap Luna dan Grace menurutinya.


Tanpa sadar kedua sahabat Grace juga mengikuti apa yang di ucapkan oleh Luna. Keduanya menarik napas dalam dan membuangnya secara perlahan.


" Lu ngapain ngikutin jubaedah." Naya menampol pelan lengan Grizzele yang terus saja mengikuti apa yang Grace lakukan.


" Lu juga tadi. Kenapa cuma gue doang yang lu tampol." kesal Grizelle menampol balik lengan Naya.


" Udah diem." ucap Naya lalu keduanya terdiam.


" Gimana sayang? udah rilexs?" ucap Luna diangguki Grace.


" Lumayan kok ma."


" Kita bisa turun sekarang kan?"


" Iyaa. Tapi mama duluan aja, habis ini Grace turun sama duo Bellatrix ini." ucap Grace membuat mamnya tertawa kecil dan membuat Naya serta Grizzele menatapnya datar.


" Yasudah, mama turun dulu." ucap Luna diangguki Grace.


" Kalau gue gak sayang sama make up lu, udah gue acak acak tuh muka. Seenaknya aja ngatain kita Bellatrix." kesal Naya namun Grace hanya menaikkan bahunya acuh.


" Lu ngomel mulu sih, jadi jangan salahin gue kalau gue ngasih julukan itu."


" Yaudah sih, mending kita turun. Calon suami lo pasti udah nungguin." ucap Grizzele diangguki keduanya.


Akhirnya Grace yang diapit oleh Naya dan Grizzele menuruni anak tangga.


Tak terkecuali Daffin, laki laki itu juga begitu terpanah melihat wajah cantik calon istrinya ini.


Daffin yang memakai Jas dengan warna senada membuat keduanya tampak begitu serasi. Daffin yang terlihat sangat tampan dan juga Grace yang terlihat sangat cantik.


" Cantik." satu kata yang keluar dari bibir Daffin mampu membuat wajah Grace memerah. Apalagi tatapan mata Daffin yang begitu intens saat menatapnya.


" Bisa kita mulai acaranya? Atau kalian mau lanjut tatap tatapan sampai nanti." ucap Reyhan membuat kedua mempelai itu memutuskan tatapan mereka.


" Isshh papa.. Bikin Grace malu aja." ucap Grace dengan cemberut.


" Biasanya malu maluin." balas Reyhan terkekeh kecil.


" Yaudah kita mulai acara pertunangan ini." ucap Reyhan dan keduany mengangguk setuju.


Cincin berlian dengan bentuk simple namun terlihat mewah dirancang khusus oleh desainer ternama itu kini berhasil disematkan dijari manis Daffin dan Grace.


Daffin mengenggam kedua tangan Grace dan di ciumnya punggung tangan itu. Kemudian ia beralih mencium kening Grace lama.


" Terimakasih sudah mau menerimaku." ucap Daffin saat menyatukan dahinya dengan dahi Grace.


" Sama sama sayang." balas Grace dengan senyum manisnya.


Prosesi tukar cincin akhirnya berjalan tanpa kendala apapun. Para orang tua dan sahabat Grace, satu persatu memberikan ucapan selamat pada keduanya.


Tak banyak yang diundang, hanya keluarga dan kerabat dekat saja. Mengingat ini hanya acara pertunangan.


Kini semua tamu sedang menikmati hidangan yang telah tersajikan.


Daffin, Grace dan semua temannya kini berada disatu meja bundar untuk menikmati makanan mereka.


" Kok lu bisa cantik gini sih Grace? gue tadi ngira bang Daffin mau tunangan sama orang lain." celetuk Izzam disela sela makannya.


" Bisa lah, karena gue udah cantik dari lahir." jawab Grace dengan sombongnya.


" Dihh sombong banget lu. Gue yang tampan dari dalam perut aja kagak sombong kayak lu tuh." ucap Izzm membuat yang lain tertawa.


" Gak sekalian saat masih jadi sp*rma? ngadi ngadi lu kalau ngomong." sahut Grizzele membuat Izzam mendelik padanya.


" Emang kenyataannya gitu mau gimana lagi? nyatanya gue lahir dengan ketampanan yang hakiki." ucap Izzam semakin PD.


" Serah lu lah Zam. Siapa lagi yang mau muji lu kalau bukan diri lu sendiri." ucal Naya membuat Izzam mendengus kesal.


" Lu tuh kalau ngomong suka bener, untung gue anaknya kagak punya dendaman ya. Kalau gue sampe dendam ma lu, gue pelet lu jadi bini gue." ucap Izzam membuat Gibran yang mendengar itu tersedak makanannya.


" Napa lu? pelan pelan kalau makan. Kagak ada yang mo minta jatah lu juga." ucap Vero memberikan segelas air untuk Gibran.


" Kagak, nih tadi sambelnya pedes banget." jawab Gibran sambil melirik Izzam.


" Kok gue merinding ya?" sahut Izzam sambil mengusap tengkuknya. Ia melihat jelas bagaimana lirikan Gibran padanya.


Kenapa? apa ada yang salah?


Izzam hanya tertawa dalam hati, Dia tau betul jika sahabatnya itu mulai membuka hati pada Naya. Tapi dirinya masih enggan untuk mengakuinya.


" Gimana gak merinding, orang dilirik kek gitu." sahut Vero membuat Gibran langsung mengalihkan pandangannya.


" Dilirik siapa?" tanya Grace yang memang ia lebih fokus pada makanannya.


" Dedemit sebelah dia noh." ucap Vero ngawur. Ingin rasanya Gibran melakban mulut Vero yang asal bicara.


" Jangan gitu wey!! Nanti dedemitnya ngamuk berape entar." sahut Izzam yang semakin memanas manasi.


" Diem gak? gue lakban mulut kalian." geram Gibran menatap keduanya.


" Lanjut makan. Gak baik berantem depan makanan." sahut Zay membuat ketiga laki laki itu terdiam.


Acara malam itu berlangsung dengan nikmat dan tanpa halangan apapun. Kini Daffin dan Grace resmi bertunangan dan dua bulan lagi pernikahan mereka akan di langsungkan.


Kini para tamu dan para sahabat Grace sudah pulang dari satu jam yang lalu.


Sedangkan untuk Daffin, di baru saja keluar dari kamar Grace setelah menemani Grace tidur.


Tepat pukul 12 malam ia pamit pulang.


.


.


.


.


.


.


Yuhuuuu 💍🥳